TERBIT!!
(PART TIDAK LENGKAP)
Inilah sepenggal cerita dua insan anak Adam dan hawa yang melewati lika-liku kehidupan mendewasakan diri mereka setelah terjadinya Bom. Karena bom inilah dua orang itu menjadi pribadi yang lebih baik.
DON'T COPY MY ST...
Pada part sebelumnya, banyak yang komentar bingung efek belum paham namun ada juga yang sudah paham dan tau maksud tulisan Sisi..
Sisi harap kalian bisa paham part ini dan tidak bingung lagi walaupun masih Sisi beri teka-teki silang 😂
Ada yang pernah ditinggal doi pas lagi sayang-sayang nya?? 👉🏻👉🏻 (Sisi ☑️)
Ada yang pernah kepedean ngira kalau gebetan suka sama kita tapi sukanya sama temen kita? 👉🏻👉🏻 (Sisi ☑️)
Ada yang pernah berpisah sama doi karena perbedaan kepercayaan walaupun kalian masih saling sayang?? 👉🏻👉🏻 (Sisi ☑️)
Ada yang pernah ditinggal nikah karena doi lebih menurut pilihan orang tua?? 👉🏻👉🏻 (Sisi ❎)
Kenapa semua pertanyaan Sisi sensitif semua?? Mungkin efek Sisi pernah mengalaminya kali yaa 😅😂
Jangan lupa kasih red love dulu ❤️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌼🌼🌼🌼
"Lo mau tau siapa itu Aklesh?" Tanya Arjuna lagi.
"Iya gue mau tau." Jawab Anton mantap dengan menatap Arjuna.
"Dia Langit."
"Maksudnya?"
"Aklesh yang mereka bicarakan adalah Langit. Ketua Alaska yang hilang setelah kecelakaan balapan motor." Jelas Arjuna.
Anton menganga tidak menyangka apa yang disampaikan oleh wakil Alaska ini. Jadi selama ini orang yang mereka maksud adalah ketuanya.
"Lo serius?" Tanya Anton yang diangguki oleh Arjuna sembari duduk di samping Bima.
Anton masih bergelut dengan pikirannya. Sedangkan Arjuna sudah diberondong berbagai pertanyaan. Terutama oleh Angga yang super lebay dan kepo.
"Darimana Jun? Lo baik-baik aja kan?" tanya Dito dengan nada khawatir.
"Lo selama ini kemana aja sih? Kita butuh lo untuk jadi pemimpin sementara kita selagi kita mencari keberadaan Langit." Tanya Angga dengan nada yang ketus karena Arjuna belum juga mau membuka mulut seksinya.
"Iya, Lo kemana aja sih Jun? Atau ada hal yang lo sembunyikan?" Giliran Bima membuka suara.
"Ehm." Jawab Arjuna simpel namun mengandung banyak arti.
"Yaelah, ditanya malah nyanyi kek Sabyan Gambus." Kesal Angga.
Lagi-lagi Arjuna hanya diam membisu dengan menatap salah satu anggota Alaska begitu intens. Sangat intens hingga membuat orang yang ditatap menjadi khawatir.
Apakah Arjuna tahu?
Apakah dirinya ketahuan?
Bagaimanakah nasib orang-orang yang dia sayang?
Arjuna masih menatap orang itu dengan perasaan campur aduk. Marah, kesal, benci namun juga kasihan. Entahlah bagaimana nasib orang itu kelak ketika Langit mengetahui semuanya.
"Sorry gue tanya lagi. Kenapa pak boss dipanggil dengan sebutan Aklesh?" Tanya Anton dengan menoleh ke arah Arjuna.
"Lo bisa diem bentar kagak sih? Tanya mulu dari tadi." Bukan Arjuna yang membuka suara, melainkan Angga dengan segala kesewotannya.
"Biarinlah, lagian kan Anton anak baru. Mana tau dia hal-hal kek gini." Bela Edo.
"Bener kata Edo. Misalnya banyak yang tau nama panggilan Langit, pasti akan sangat berguna bagi kita supaya dia bisa keluar dari rumah laknat itu." Sahut Bima yang menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi.
Angga mendengus kesal. ia merasa dipojokan. Sedangkan Dito dan Arjuna memilih diam dengan pikiran mereka yang traveling kemana-mana.
"Yailah,.. Lo ditanya malah diem aja." Bima menyikut Arjuna pelan sembari mengarahkan dagu ke Anton.
Huhhh
Hela nafas Arjuna yang terlihat malas untuk membicarakan hal sepele seperti ini. Ada hal rumit yang ingin ia bicarakan namun ketuanya belum muncul. Terutama pembicaraan tentang penghianatan.
"Udah biar gue aja." Tiba-tiba Dito bersuara.
Ia sangat paham akan kebiasaan Arjuna yang malas untuk berbicara terkait hal-hal sepele.
"Aklesh dalam bahasa Sansekerta artinya dewa yang cepat dan tangkas. Begitu juga dengan sifat dan karakter nama Aklesh yang percaya diri, pemimpin yang berwibawa dan mandiri. Jangan lupakan tentang ketertarikan nama Aklesh dengan kehidupan maka dari itu, dia sangat suka berpetualangan mencari sesuatu yang baru dan tantangan." Jelas Dito dengan detail.
"Sebenarnya nama Aklesh ini mau dijadikan nama asli sama kakeknya Langit yang sangat suka sama bahasa Sansekerta, tapi papanya gak setuju karena om Lionel lebih suka sama nama-nama dewa Yunani. Mereka debat sampai akhirnya tante Anita memberi nama Langit dan kedua lelaki dewasa itu terpaksa menerima. Tapi mereka tetep manggil dengan nama Aklesh sama kakek dan nama Ares sama om Lionel." Tambah Dito.
"Baru tau gue." Anton mangguk-mangguk paham.
"Ya iyalah lo baru tau kan lo masih newbie." Sewot Angga.
Ya memang seperti itu adanya. Langit memiliki dua panggilan, yaitu Aklesh dan Ares atau dewa perang. Pada saat kumpul keluarga, Langit pasti pusing mendengar percekcokan antara papa dan kakeknya yang tak kunjung usai hanya karena masalah nama.
"Satu lagi." Jeda Arjuna membuat orang yang berkumpul mengalihkan pandangan ke arah wakil Alaska.
"Apa?" Bingung Anton.
"Nama Aklesh adalah nama penting karena gak sembarang orang berani beradu langsung sama dia. Jangan tanya kenapa kalau lo gak mau kehilangan nyawa." Pesan tersirat Arjuna.