4. Kesalah pahaman

593 51 28
                                    

Suasana menjadi sangat canggung setelah ciuman mereka berlangsung. Yunhe hanya terus menunduk, tidak tau harus berbuat apa.

"Abis ini kamu resign aja ya" Yuta sambil mengelus surai Yunhe sontak membuat Yunhe mendongak, menatap tatapan teduh dari mata elang seorang Nakamoto Yuta.

"Tenang aja, Haruto sama Hitomi aku yang biayain" Yuta kembali berucap.

"Kamu cukup jadi istri aku, ibu dari anak-anakku" Sambung Yuta lagi

Yunhe menghela nafasnya berat. Istri? Istri kedua kan maksudnya.

"Istri kedua" Yunhe melirih

Yuta menjadi bungkam, memang benar. Yunhe akan menjadi istrinya, namun menyandang status istri kedua karena ia sudah memiliki Sakura.

Hening hingga akhirnya Yuta kembali buka suara

"Setelah kita menikah nanti, kamu akan mengerti. Kamu akan tau bagaimana suasana rumah, aku harap adanya kamu nantinya akan membuat suasana rumah menjadi hangat. Tidak dingin seperti 5 tahun belakangan ini" Yuta

"Kenapa harus aku?" Yunhe

"Karena aku, cinta sama kamu dan kamu tahu itu" Yuta menatap manik mata Yunhe, tersirat perasaan campur aduk di dalam sana, kehidupannya setelah menikah hanya manis diawal bersama Sakura. Perempuan cantik yang menyandang status sebagai istrinya itu tidak mau meninggalkan pekerjaannya sebagai model meski Yuta meminta.

🍒🍒🍒

Seminggu setelah insiden Yunhe pingsan di tempat kerjanya, setelah mempersiapkan diri dan meyakinkan bahwa langkah yang harus ia ambil.adalah langkah yang tepat, kini Yunhe memberanikan diri untuk mengajukan surat pengunduran diri serta berpamitan pada Sana,Mina dan Asahi.

Yunhe akan pindah, ia akan kembali ke kota asalnya karena permintaan Sakura dan Yuta.

"beneran mau pindah lo?" Sana masih enggan melepas pelukannya

"iya nih, bukan tiga serangkai lagi dong kita kalau lo beneran pindah" timpal Mina seraya menopang wajahnya dengan kedua tangannya

"Lagian ngapain sih pindah?" Tanya Sana lagi, Yunhe hanya tersenyum sedikit malu jika mengatakan bahwa ia harus menikah karena suatu alasan yang tidak bisa dia elak.

Sedangkan Asahi hanya diam, sambil memperhatikan ketiganya, jika Yunhe memutuskan untuk resign maka mungkin kini saaatnya ia juga harus kembali ke kehidupan normalnya. Asahi tidak ada alasan lagi untuk bekerja disini. Semua yang ia lakukan rasanya tidak ada gunanya karena Yunhe tidak menatapnya sama sekali.

Jujur saja Asahi marah, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa pria kemarin yang ia lihat bersama Yunhe adalah saudara tirinya, Nakamoto Yuta. Asahi tau betul jika Yuta sudah menikah dengan perempuan cantik bernama Sakura tapi yang ia dengar Yuta di desak untuk menikah lagi agar memiliki keturunan karena istrinya yang sekarang mandul.

Tapi, kenapa harus Yunhe yang Yuta incar? Tidak adakah gadis lain? Kenapa saingannya harus Yuta?

"gue boleh minta waktu sebentar? Gue mau bicara empat mata" ucap Asahi setelah lamanya dia bungkam. Setidaknya ia harus mengutarakan perasannya sebelum semuanya benar-benar berakhir.

Seketika atensi semua beralih pada Asahi, sana yang tadinya memeluk Yunhe malah mendorongnya ke arah Asahi. Mina dan Sana tau, meski selalu bersikap informal dan kasar pada Yunhe, Asahi punya alasan dibalik semua itu, mereka tau Asahi menyukai Yunhe. Terlihat jelas sekali pada tatapan mata Asahi kepada Yunhe, hanya saja Yunhe begitu tidak peka dengan segala perhatian yang Asahi berikan selama hampir tiga tahun belakangan ini.

Kamu akan menyukai ini

          

"ambil aja" ucap Sana dan Mina kompak

"Tapi kan masih jam kerja, gimana kalau pak bos tau?" Yunhe menggaruk kepalanya yang sama sekai tidak gatal. Tidak tau saja dia baha sebenarnya cafe ini milik Asahi.

"gapapa, aman" Asahi mencoba menetralkan ekspresinya.

🍒

Kini Asahi dan Yunhe berada di satu tempat, tempat dimana pertama kali mereka bertemu. Yunhe tidak tau apa alasan Asahi membawanya ketempat ini, tempat dimana tiga tahun yang lalu ia mencegah Asahi untuk tidak lompat dari atas jembatan sana.

Iya, tiga tahun yang lalu Asahi mungkin sudah meningal jika saja Yunhe tidak mencegahnya, hari itu juga saat Yunhe menasehatinya dengan beberapa kalimat penguat membuatnya mengurungkan diri untuk bunuh diri.

Angin menerpa wajah keduanya, pemandangan danau di depan sana sungguh indah dipandang oleh mata. Beberapa menit keduanya hanya diam dan bergelut dngan isi kepala masing-masing.

"Lo mau nikah kan? Makanya resign?" Asahi membuka percakapan, Yunhe yang awalnya memejamkan mata sembari menikati semilir angin yang lumayan menyejukkan hari kini beralih menatap Asahi yang memandang lurus kedepan.

"Jangan sok tau" Yunhe sedikit canggung

"Nakamoto Yuta" ucap Asahi lagi membuat Yunhe bungkam 1000 bahasa, dari mana Asahi tahu soal Yuta? Jika Asahi tau ia akan menikah dengan Yuta, lantas jika Asahi tau Yuta, itu berarti ia juga tahu bahwa Yunhe akan menjadi istri kedua?

"Tau dari mana?" Yunhe mencoba meneteralkan dirinya, nafasnya terasa tercekat.

"Yuta kakak gue, lebih tepatnya kakak tiri" jelas Asahi, kini atensinya sudah beralih. Matanya kini menatap tajam Yunhe.

"Gausah sama dia, gue tau lo butuh duit kan? Tinggalin Yuta, sama gue aja" Asahi masih menatap tajam mata Yunhe. Memang benar Yunhe butuh uang tapi entah mengapa perkataan Asahi barusan begitu menyinggung dirinya.

"Gue suka sama lo" sambung Asahi

"gue sama Yuta gaada bedanya, kalau masalah duit gue juga punya. Gue kerja di cafe juga bukan karena nyari duit tapi gue mau deket lo" Asahi kembali berucap

" gue.. gue bukan barang" air mata Yunhe mengalir seketika. Asahi tidak paham, selain karena butuh uang, Yunhe juga masih memiliki ruang di hatinya untuk Yuta, juga permintaan Sakura. Dan lagi, perkataan Asahi sungguh menyakiti hatinya karena seolah-olah Asahi memandangnya bisa dibeli.

"maaf, tapi gue bukan barang! Duit bukan alasan utama gue mau nikah sama kak Yuta" sambung Yunhe, ia beranjak meninggalkan Asahi.

Asahi hanya mematung, ia adalah seorang pria yang begitu sulit menunjukkan emosinya. Ia pikir setelah percakapan ini Yunhe bisa berpaling namun nyatanya tidak, uang bukan alasan utamanya.

Lalu apa? Cinta?

Jika iya, sejak kapan Yuta mengenal Yunhe?

Apakah gadis yang selalu Yuta ceritakan adalah Yunhe? Apakah gadis yang selalu Yuta katakan memenuhi kepalanya adalah Yunhe?

🍒

🍒

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍒

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍒

Guys, aku bulan ini InshaAllah SEMPRO
Do'ain yah semoga dapet penguji yang gak neko-neko🥺

Semoga aku dimudahkan sampai wisuda🙏

🍒

🍒

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





ISTRI KEDUA [Nakamoto Yuta]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang