34

3.1K 157 17
                                    

Sore ini, Setelah memastikan Nana tertidur lelap, Lucas memutuskan untuk menghampiri Regan di markas laki-laki itu. Dirinya harus segera menyelesaikan masalah yang tidak kunjung selesai, dan semoga saja kali ini ia bisa menemukan jalan keluar dengan mudah.

Brak

"Mana Regan?" Tanya Lucas mengabaikan raut wajah orang orang yang sedang menatapnya kaget.

"Regan kayaknya di depan tv deh, kenapa?" Ucap salah satu teman Regan.

Lucas segera melangkah menuju tempat yang dimaksud tanpa membalas pertanyaan orang itu.

"Ayo selesai-in ini secepatnya" Ucap Lucas sambil berdiri di belakang Regan.

Regan yang terkejut pun langsung menolehkan kepalanya ke belakang. Tak lama senyum meremehkan tercipta di bibirnya.

"Enak banget ngomong selesai, gue belum puas bales dendam padahal" Ucap Regan sambil membalikkan kembali tubuhnya, menatap layar tv yang menyala.

Tanpa ijin, Lucas segera duduk di hadapan Regan. Menatap mata yang sedang fokus pada layar tv itu.

"Biar gue jelasin semuanya, lo dengerin aja, terserah mau ambil kesimpulan apa dari penjelasan gue ini"

"Menurut lo dia masih hidup?" Tanya Regan tiba tiba, membuat Lucas yang hendak berbicara pun ter urungkan.

"Masih, gue yakin dia masih hidup" Ucap Lucas dengan yakin.

"Udah setahun lebih, kalopun dia masih hidup kenapa nggak balik lagi, itu buat gue mikir kalo dia udah nggak ada"

"Kalo pun udah nggak ada, paling nggak kita pasti nemuin jasadnya Re" Ucap Lucas membuat Regan terdiam.

Lucas menghela nafas pelan, sebelum mulai menjelaskan.

Flashback on

Sepulang sekolah, Lucas mampir ke ijinmart untuk membeli snack pesanan Nana. Saat sedang sibuk membaca tanggal kadaluarsa, Lucas dikagetkan dengan seseorang yang menepuk pelan punggungnya.

"Halo kak" Sapa gadis itu.

"Loh,lo kesini sama siapa? Regan?" Tanya Lucas yang dibalas gelengan oleh gadis itu.

"Kak Regan aku suruh pulang duluan, aku ijin mau ketemu kak Lucas, ada yang mau aku sampein" Ucap Dita sambil tersenyum manis.

"Ada apa?" Tanya Lucas sambil kembali memilih snack snack di depannya.

Merasa tidak ada jawaban, Lucas pun melirik pelan kearah Dita. Ternyata gadis itu sedang menundukkan kepalanya dengan bibir bawah yang ia gigit dan tangan yang sibuk memilin ujung bajunya.

"Aku tunggu di depan aja deh kak" Ucap Dita kemudian segera berjalan keluar.

Setelah beberapa saat Dita menunggu, Lucas akhirnya datang dengan satu kantong plastik di pergelangan tangannya dan dua kaleng minuman di genggamannya.

Lucas pun memberikan sekaleng minuman kepada Dita, kemudian membuka miliknya sendiri dan meminumnya.

"Mau ngomong apa?" Tanya Lucas setelah selesai menegak minumannya.

Dengan perasaan yang campur aduk, Dita mencoba memberanikan diri.

"Akusukasamakakak" Ucapnya tanpa jeda.

Lucas melirik sebentar, kemudian kembali menegak minumannya.

"Tau" Ucap Lucas santai.

"H-hah?" Dita melongo mendengar jawaban dari Lucas.

"Waktu itu Regan ngasih tau, gue kira cuma tipu-tipu" Ucap Lucas kemudian mulai menatap Dita dengan serius.

          

"Lo tau kan gue udah punya Nana? Temen lo sendiri, jadi jangan berharap gue bakalan bales perasaan lo. Tapi Dit, lo perlu tau kalo gue itu sayang sama lo, sebagai kakak, sama kaya Regan" Sambungnya.

Cukup sakit hati Dita rasanya, dirinya menghela nafas pelan, kemudian menatap Lucas dengan senyumnya yang tulus.

"Ak-aku ngerti k-kok kak, aku cuma pengen bilang aja, makasih ya kak dan maaf" Ucap Dita kemudian beranjak pergi.

Flashback off

"Udah gitu doang" Ucap Lucas setelah menjelaskan semuanya.

"Yakin lo?" Tanya Regan dengan mata yang memandang curiga.

"Lo bisa aja buang Dita ke pulau terpencil kaya cewek cewek yang deketin lo itu, supaya nggak ganggu hubungan lo sama Nana" Tuduh Regan.

"Gue nglakuin itu buat cewek yang udah jelas jelas bakal bener bener jadi ancaman hubungan gue, sedangkan Dita, dia cuma ngungkapin perasaannya aja, gaada yang salah, dia juga nggak berbuat aneh aneh, nggak mungkin gue bertindak kaya gitu kalo emang dia nggak punya salah, lagian Dita udah gue anggep adek gue sendiri" Ucap Lucas panjang lebar, dirinya cukup tersulut emosi saat Regan menuduhnya.

"Terus lo pikir dia sekarang dimana? Apapun itu, lo adalah alasan dia nggak ada disini sekarang" Ucap Regan tajam.

"Disini salah gue apa?" Tanya Lucas mencoba sabar.

"Lo adalah orang terakhir yang ditemuin Dita, lo orang yang buat dia pergi dari sini, LO ORANG YANG UDAH BUAT DITA NANGIS!!" Ucap Regan sambil menggebrak meja di depannya.

"Kalo emang lo nggak salah, temuin Dita secepatnya, atau cewek lo yang-"

"Jangan bawa bawa cewek gue" Sela Lucas dengan nada tajam.

"Ini masalah kita, Nana nggak ada hubungannya" Lanjutnya Lucas membuat Regan berdecih.

"Gue bakalan coba buat cari Dita, tapi sebelum gue datang kesini dan bawa kabar, lo dilarang ngedeketin Nana"

"Oke, 1 bulan, gue kasih waktu lo 1 bulan"

"Gawat, gimana gue bisa nemuin seseorang dalam waktu 1 bulan(?) bahkan keluarga Regan yang udah nyewa seorang ahli pun nggak bisa nemuin keberadaan Dita dalam satu tahun lebih"  Batin Lucas.

"Gue akan sangat amat berterimakasih kalo lo bisa balikin Dita ke gue" Ucap Regan kemudian melenggang pergi, meninggalkan Lucas yang masih termenung.

~~~

Di sisi lain, seorang gadis tengah menggeliat pelan, meraba raba sisi ranjang nya yang kosong, membuat mata itu sontak terbuka.

"Tuhkan, Lucas pergi lagi" Ucap Nana dengan bibir mengerucut kesal.

Tak lama, mata itu mulai berkaca kaca, dirinya meraba nakas hendak mengambil ponselnya sebelum pintu kamar terbuka.

"Hiks Lucas kemanaaa" Adu Nana kepada seseorang yang baru saja memasuki kamarnya.

"Eh jangan nangis dong, Lucas tadi pamit keluar sebentar, nanti juga pulang kok" Ucap Mama Lucas sambil menghapus pelan air mata di pipi Nana.

"Lucas ninggalin Nana lagi hiks"

"Cuma pergi sebentar kok" Ucap Mama Lucas mencoba menenangkan.

"Lucas kemanaaa" Tanya Nana.

"Mama juga gatau, Nana mandi dulu ya, biar nanti pas Nana selesai mandi, Lucas udah sampe rumah" Ucap Mama Lucas.

Nana yang mendengar itu pun segera beranjak menuju kamar mandi, sedangkan Mama Lucas hanya menggelengkan kepalanya kemudian meraih ponselnya untuk menyuruh putranya agar segera pulang.

Kini, Mama, Papa, Lucas, Nana, serta Joni sedang makan malam. Semuanya tampak lahap memakan hidangan yang dimasak oleh Mama Lucas.

"Duduk sendiri dong Na" Ucap Lucas yang sedang kesusahan menyuapkan nasi karena Nana yang duduk dipangkuannya.

Nana pun menggeleng gelengkan kepalanya membuat rambutnya mengenai wajah Lucas.

Dengan paksaan, Lucas mengangkat tubuh Nana dan langsung didudukkan di kursi sampingnya, membuat sang empu memberenggut kesal.

"Nana laper, Lucasss" Rengek Nana sambil menarik narik lengan baju Lucas.

"Nanaa laperrrr" Rengeknya lagi.

"Nana lap-hemmm nyam nyam" Ucap Nana yang terpotong karena Lucas segera menyuapkan nasi kepada gadis itu.

My girlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang