" Cu .. bangun .. " ku terdengar suara yang memanggil-manggilkan ku .
" Hmmmm .. " aku bangun dan melihat keadaan sekelilingku .
" Kenape nie ? Ape yang jadi dengan Puteri ? " aku bertanya lalu memegang kepalaku .
" Tak ada apa cu . Tadi kamu bermimpi tu yang nenek kejut-kejut kamu tak bangun . Rupa-rupanya kamu dah tak sedarkan diri " NekSu menjawab . Aku melihat muka NekSu seperti orang yang sakit setelah ditumbuk atau ditampar.
" Nek .. Tapi kenapa muka nenek macam tak sihar je nek ? Nenek okay ke nek ? Nenek tak tipu Puteri kan ? " aku bertanya kembali . NekSu tersenyum lalu menggelengkan kepalanya
" Tak sayang . Dah kamu berehat ye . Nenek nak keluar dulu . Nak ape-ape panggil nenek ye cu " lalu NekSu meninggalkan aku yang sedang duduk bersandar di katil .
Makin lama aku duduk di bilik ni makin boring rasanya .
Aku bangun dari katil lalu berjalan ke ruang tamu. Sedang ku berjalan ke arah dapur , ku terdengar suara orang yang ku kenali seakan-akan sedang bergaduh .
" Tapi nek . Saya tak sanggup kehilangan dia . Saya dah mula sayangkan dia . Saya dah mula cintakan dia dan tak mungkin saya boleh biarkan dia pergi . Saya tak sanggup nek . " ku menghendap di balik dinding mendengar kan perbualan antara dua beranak itu . NekSu sedang duduk di meja makan dan Ahmad pula sedang berdiri menghadap tingkap .
" Ahmad tak boleh macam tu cu . Mungkin betol ape kata Sally ? Mungkin dia dah kahwin ? Mungkin memang betol dia dah anak ? Kalau semua itu betol , kamu tak boleh menghalang Puteri sebab itu memang keluarga dia yang sah . Dan ahmad kena redha dengan apa jua yang berlaku . Ahmad kena ingat kita tolong dia dengan ikhlas bukan kita inginkan balasan supaya dia boleh kahwin dengan kamu . Ingat tu . Jangan sebabkan keinginan kamu , dia yang jadi mangsa. Dia hilang ingatan . Kita patut tolong dia bukan seksa dia . Ingat tu " lalu NekSu bangun dari duduk dan beredar ke luar dapur . Aku terperanjat . Jadi mereka berbual tentang diriku ?
Dengan cepat aku berlari takut NekSu nampak yang aku menghendap di balik dinding tadi . Namun ketahuan jua tatkala pasu bunga yang diatas meja itu bergerak .
Alamak !!
Aku mengangkat pasu bunga yang jatuh di atas meja tadi . Naseb tak jatuh ke bawah tadi .
" Puteri ? " ku terdengar Ahmad memanggil namaku . Alamak kantoi . Aku memusingkan badanku menghadapnya . Ku lihat NekSu sedang tengok ke arah kami lalu menggelengkan kepalanya . Dia beredar pergi . Kini tinggal aku dan Ahmad berdiri di luar dapur .
" Ermmm ye ? " aku menjawab . Aku tersenyum ketat . Aduhaiiii .
" Heh kenapa muka awak terketat gitu sekali ? Hehe comel . Ermm awak buat ape dekat sini ? Bukan awak patut berehat dekat dalam bilik ke ?" Dia bertanya .
Eleh suspend lah tu takut aku terdengar perbualan dia dengan NekSu tadi . Encik Ahmad oi saya dah tahu pun apa niat awak .
" Eermmm saya .. Saya nak ke ouh nak ke tandas tapi tak apelah tak jadi . Heh " aku berkata tergagap sambil tersenyum . Lalu aku memusingkan badanku berjalan ke bilik .
Namun jalanku terhenti saat Ahmad menarik pergelangan tanganku .
" Tsk " aku mengadu saat dia tertarik tanganku kuat . Aku pusingkan badanku dan memandang tanganku yang digenggam erat oleh Ahmad .
Ya allah haram !
" Awak lepas ! " aku berkata . Dia tidak endahkan kata-kataku lalu berjalan menghampiriku hinggakan ku tersandar di dinding .
" Ape ni awak ? Lepaskan saya . Please " aku mengadu . Wajahnya sudah hampir dekat dengan wajahku . Aduhh syaitan mana dah rasuk badan dia ni . Hais ya allah selamatkanlah aku .
" Comelnya awak . Hehe saya sengaja nak usik awak je . Hehe maafkan saya " lalu dia berdiri jauh dariku dan tanganku yang digenggam olehnya dilepaskan perlahan-lahan .
" Ishh awak ni . Kalau nak usik pun janganlah macam ni . Awak pegang tangan saya semua kan haram . Hais kita bukan muhrim . Tak bagos lah kalau orang nampak . " aku berpesan kepadanya. Dia melihat ku sambil tersenyum lalu dia gelak ketawa .
" Ishh awak ni kelakar sangat ke apa yang saya cakap ni ? Hmmm " aku berkata .
" Bukan hahah awak ni cute lah . Haha kalau awak takut dengan dosa tu semua mari lah kita kahwin . Kan kan ? Baru halal ? Hehe " dia berkata sambil tersenyum sinis . Badannya menghampiriku lagi .
" Awak .. " aku memanggilnya saat dia mengusap tanganku .
" Betul . Saya sayangkan awak . Saya cintakan awak . Terimalah saya . Terimalah saya sebagai suami awak . Saya janji saya takkan sia-siakan awak . Saya cintakan awak " lalu dia berbisik di telingaku . Nafasnya kini sudah dekat dengan leherku membuatkan bulu romaku meremang .
" Awak .. Please lepaskan saya " aku berkata dengan mukaku yang amat tidak selesa .
Namun dia berhasil juga mendekati ku lagi lalu mencium leherku . Dengan pantas ku menolak bidang dadanya .
" AHMAD !!! APE AWAK BUAT NI ??!! SAYA TAK SANGKA AWAK BEGINI RUPA ! SAYA BENCI AWAK SAYA BENCI ! " lalu aku berlari meninggalkannya . Aku mengunci pintu bilikku lalu menangis bersandarkan pintu bilik .
Tak sangka ya allah . Dengan sekelip mata , dia berubah menjadi lelaki yang kejam . Ya allah apa sudah terjadi ya allah .
Aku benci dia !! Aku benci !!
..........
Sudah seminggu lebih aku tidak berbual dengan Ahmad . Adakalanya dia ingin menolong ku saat aku mabuk , tetapi dengan segera aku menolak . Adakalanya juga dia ingin mula berbicara , namun aku tidak endahkan dan pastinya aku akan mengelak kan diri dari berjumpa dengannya .
Aku kini sedang berdiri di balcony mengenangkan nasibku .
Sampai bilakah aku akan jadi begini ?
Benarkah aku sudah berkahwin ?
Dengan siapa ?
Benarkah aku sudah ada anak ?
Arghh !!!
" EHH KAU AZIRA KAN ??!! EHH MACAM MANE KAU BOLEH ADA DEKAT SINI ??!! TAK CUKUP NAK AMBEK TEMAN LELAKI AKU SEKARANG KAU NAK AMBEK BEKAS LAKI AKU JUGA ?!! HUHH TAK SANGKA KAU PEREMPUAN MACAM NI KAN !! HAHA " dia memarahiku pula . Sekejap . Azira ? Itukah nama berkata .
" OUHHHHH KAU TAK INGAT EH !! BIAR AKU INGATKAN ! KAU NI PEREMPUAN YANG BERNAMA AZIRA YANG MERAMPAS BOYFRIEND AKU , DZUL . DAN KAU ADA ANAK NAMA PUTERI ! DAN AKU RASA AKU TAHU KENAPA KAU HILANG INGATAN ! HAHA SEBAB AKU PERNAH CULIK KAU DENGAN SUAMI KAU KE RUMAHKU ! LEPAS TU AKU BAWA KAU KELUAR DARI RUMAH AKU DAN MASA TU LAH DANIEL BEKAS KEKASIH HATI KAU LANGGAR POKOK ! DAN ITU LAH YANG MEMBUAT KAN AKU MACAM NI BODOH !! " dia menjawab .
Semuanya terngiang-ngiang kembali di kepalaku . Arghh ya allah mengapa susah sangat untukku ingat semuanya kembali ?
" Awak . " aku tersentak tatkala Ahmad tiada segan menyentakkan ku dari lamunan dengan menepuk bahuku . Aku tidak endahkan kata-katanya lalu memusingkan badanku berjalan ke arah bilik .
Sedangku berjalan ke bilik , tiba-tiba pintu rumah diketuk . NekSu beredar keluar dapur lalu berjalan ke pintu rumah .
Pintu dibuka oleh NekSu .
" Assalammualaikum . " lelaki itu memberi salam . Aku melihat ke arah pintu .
" Ira sayang ? " dia memanggilku . Mukaku pelik . NekSu memusingkan kepalanya ke arahku .
" Ermm waalaikumsalam . Encik ni siape ? " tanya NekSu kepada lelaki itu di pintu .
" Nama saya Dzul . Suami Norazira . " lalu jarinya menuding ke arahku . Aku menyengetkan kepalaku . Siapa dia ? Gelar diri dia suami aku pulak tu .
NekSu terperanjat lalu membuka pintu gate .
" NekSu kenapa buka pintu ? Ish entah-entah dia ni pencuri kot . " lalu aku beredar dari muka pintu berjalan ke arah bilikku .
Saatku berjalan , tanganku ditarik membuatkan ku terpusing lalu terpelukkan badan lelaki itu . Kami berpandangan mata lama . Dan tiba-tiba ku teringat ya allah .
Dengan pantas ku menolaknya .
" Sayang . Sayang ini abang ? Abang suami sayang . Sayang lupakan abang ke ? Sayang . " dia berkata . Aku pusingkan kepalaku lalu memandangnya pelik .
" Heh encik salah orang kot . Saya tak ada suami . Saya belom kahwin . " aku berkata sambil tersenyum sinis .
" Mama !!! Mama !!! Puteri rindukan Mama !! Mama kenapa tinggalkan Puteri " datang seorang budak kecil yang tiba-tiba memelukku . Dia menangis . Aku pelik dengan keadaanku ini .
Pandangan ku tiba-tiba menjadi gelap .