Hii babyy, can i get ut vote? Aaa thank uuu🥺❤️
Happy reading❤️
* * *
"Keadaan kita udah kacau, baju kita juga udah penuh bercak darah, kita pulang aja ya? Lo istirahat aja di rumah gue"
"Yaudah bentar gue izin dulu ya" lanjutnya
Sebenarnya Nadine masih bingung, kenapa dirinya menawarkan orang yang baru saja dia kenal untuk beristirahat di rumahnya, mungkin sifat Kenan punya kemiripan dengan mantannya
Nadine datang ke UKS, sudah membawa 2 tas untuk pulang, Kenan mengambil tas tersebut "lo kan bawa motor, yakin bisa bawa?" Tanya Nadine
"Lo ngeremehin gue?
"Yakan gue nanya lo kuat ga, gajelas" ketus Nadine
"Yaudah santai kali, khawatir lo sama gue?" Kenan terkekeh pelan
"Iya gue khawatir, cepet deh keburu istirahat nanti yang ada rusuh"
"Siap ibu negara" jawab Kenan
Mereka berdua jalan mengarah parkiran motor, Kenan menghentikan langkah nya sejenak, Nadine refleks berhenti juga. "Kenapa sih? Ada yang ketinggalan? Tanya nadine
"Gue kau telf juna, biar ikut ke rumah lo" jawab kenan
"Kan dia lagi belajar, lo gila ya nyuruh anak orang bolos" marah Nadine
"Sekali sekali dine, ya" Kenan memasang muka memohon, agar Nadine mengizinkannya
Shit gue gabisa nolak kalau gini, batinnya
"Yaudah, tapi ajak dena"
* * *
Incoming call...
KenTutApasih ni orang telf jam pelajaran, batin Arjuna
Arjuna mengangkat tangan "bu saya boleh angkat telfon sebentar?" Izin Arjuna
"Silahkan juna"
Arjuna berlari ke arah luar untuk mengangkat telfon dari sahabatnya
"Kenapa ken"
"Bawa dena cepet ke parkiran, gue tunggu 5 menit"
"Tapi ke- nut nut nut
"Yaelah di matiin si gila, gimana gue izin nya ya" Arjuna berfikir
Arjuna menemukan cara, ia langsung masuk untuk meminta izin
"Bu maaf sebelumnya, ayah saya masuk ke rumah sakit, dan ibu saya menyuruh saya dan dena untuk segera ke rumah sakit bu" Jelas arjuna panjang lebar
"Yasudah, dena silahkan membereskan bukunya, kamu juga Arjuna, salam buat ayah ya" ucap guru tersebut
Dena menatap Arjuna dengan tatapan bingung "ayo na mama udah nunggu"
Dena dan Arjuna langsung bergegas keluar kelas "sebenarnya ada apasih, kamu ngajak aku bolos?" Tanya dena
"Gagitu naa, kita mendingan ketemu dulu ya sama Nadine sama Kenan biar jelas, oke?" Arjuna mengeluarkan muka baby face nya (🥺) seperti ini kira kira
Dena hanya pasrah, dia mengikuti kemauan pacarnya "yaudah"
* * *
"Lama banget si juna" oceh Kenan
Tiba tiba Arjuna dan Dena mendatangi mereka berdua
"Panjang umur" sindir nadine
Dena yang sudah salfok dengan baju mereka berdua yang penuh darah
"Yaampun nadine, lo gapapa? Baju lu kenapa banyak darah gini si nad" dena sangat khawatir, dia tidak ingin sahabatnya kenapa kenapa
"Gue yang sakit, nadine yang di khawatirin" sindir Kenan
"Dih siape lo"
"Berisik lo pada, mending sekarang cepet ke rumah gue" nadine mendadak kesal
"Ampun ibu negara, kapten ambil motor dulu ya cantik" Kenan meledek
"Geli anjrit sejak kapan lo jadi alay bego" ilfil arjuna
"Brisik ih, mending kamu sekarang ambil motor" suruh Dena
"Ampun sayang, otw" arjuna terkekeh pelan
"Ketawa ketawa gue gampar lo ya" ketus Dena
"Dena lagi pms, mampus lo jun bentar lagi di amuk" ledek Nadine
"Ampun sayang, ini mau ambil motor" arjuna langsung lari untuk mengambil motor kesayangannya, apalagi kalau bukan R-5
Tidak lama dari itu Kenan dan Arjuna kini sudah terlihat di pandangan mereka berdua dengan membawa kendaraannya
Nadine dan Dena langsung menaiki motor masing masing pasangannya, dan langsung bergegas ke rumah Nadine, jarak dari sekolah ke rumahnya aga jauh, memakan waktu 30-45 menit, ngga herah sih kenapa mereka berdua bisa telat tadi
Sepecanjang perjalanan, Kenan dan Nadine tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, yang membuat suana menjadi sangat sepi, karena memang masih jam sekolah dan jalanan juga sangat sepi
Sampai di rumah Nadine, mereka berempat langsung masuk ke rumahnya
Bi Inah yang melihat Nadine dalam keadaan baju yang banyak bercak darah khawatir. "Astaga non, nona gapapa? Ini juga den gapapa?"
"Gapapa kok bi, aku minta tolong siapin makan buat temen temen aku, pada keliatan cape kayanya"
"Siap non, kalau den sama non mau ganti baju nanti bibi siapin yah"
"Eh gausah bi takut ngerepotin" tolak Kenan
"Gapapa den, baju nya tuh kotor banyak darah" bi asih menujuk bajunya
"Yaudah kalian ke kamar gue aja, di atas belok kanan nanti ada pintu, masuk aja, gue mau nyari baju" ucap Nadine
"Ihh yaampun nadine, gue bantuin bi asih aja ya?" Mohon Dena
"Jangan dong na, lu kan pasti cape kan" jawab Nadine
"Ihh biar mereka berdua aja yang ke kamar" mohon Dena sekali lagi
Nadine menghela nafas, dia meng iya kan permintaan temannya
"Lu berdua ikut gue ke atas ya sekalian gue cari baju di kamar" ajak Nadine
Arjuna dan Kenan mengangguk mereka mengikuti perempuan itu untuk ke kamarnya
Setelah menaiki satu persatu anak tangga kini Kenan terlihat pucat
"Woi lo kenapa bego" Arjuna panik
Nadine menghampirinya, berusaha untuk mensadarkan nya, Nadine memegang bahu Kenan untuk menjaga keseimbangan tubuh nya, namun hasilnya nihil
"Jun, lo bukain pintu kamar gue cepetan, ni anak kayanya ga beres"
Arjuna langsung bergegas buka pintu kamarnya, Nadine membawa Kenan perlahan lahan, Kenan hampir kehilangan kesadarannya, kini Nadine mulai kesusahan untuk menahan tubuh nya
"Jun cepet bantu udah mau tumbang"
Arjuna dengan cepat merangkul temannya sampai ke ranjang milih Nadine
Nadine mulai ke bingungan, terlihat dirinya sangat panik, melihat Kenan dalam kondisi seperti ini, dia hanya menginat Nathan
Bagaimana kondisi nathan sekarang?
Apa nathan sudah pulih dari komanya?Nadine sudah tidak tau kabar apa apa lagi tentang Nathan, tapi dia masih punya teman yang selalu tau tentang Nathan dan kondisi Nathan
"Nad, katanya mau cari baju, kok malah kebingungan gitu" tanya Arjuna
"Eh iya jun sorry"
Nadine mencari baju di lemarinya, dia menemukan baju hitam milik Nathan, yang sudah lama ingin dia berikan ke Nathan sebelum Kecelakaan tersebut, Nadine mengambil baju tersebut untuk Kenan
Incoming call...
Alexayang<3Setelah Nadine melihat bahwa yang menelfon nya adalah Alexa, dia langsung menganggat telefon tersebut
"Halo xa, kena-
"Nad Nathan udah gaada"
Cie di gantung
Jangan lupa vota ya manteman
cee u di part 6<3