PART 1

2.9K 133 2
                                    

maaf aku selingkuh story, tapi semoga lancar selingkuhanku ini 🌚

Semoga suka yaaaawww, trs aku mohon jgn jadi silent readers yaa, sakiiit bgt tauuu:( 🐛

Jangan lupa Vote sebelum atau sesudah membaca untuk menghargai karya penulis!

meskipun udah ending, inget jangan apa? jangan jadi siders 💋

Happy Reading 💜

•••

Cotton Sweet baru saja selesai menampilkan lagu debut mereka untuk pertama kali.

Perasaan membuncah, senang, haru, serta tangis memenuhi backstage.

Kelima member Cotton Sweet saling berpelukan seraya mengucapkan kalimat terima kasih pada masing-masing member yang telah bekerja keras selama ini hingga akhirnya mereka debut.

Kim Jennie mengusap sudut matanya yang basah, gadis itu tak bisa menyembunyikan tangisnya setelah grupnya berhasil debut hari ini.

"Aigoo! Para gadis ini menangis!"

"Lihat siapa yang datang!"

Kelima member Cotton Sweet termasuk Jennie menoleh kala menemukan sosok pria paruh baya yang menjadi CEO di agensi yang menaungi mereka.

"Sajang-nim!"

Yang Sungmin tertawa melihat girlgrup barunya menangis haru setelah debut stage.

"Kenapa kalian menangis? Seharusnya kalian tertawa senang setelah resmi debut," Yang Sajang bertanya.

"Kami terharu, Sajang-nim. Tak menyangka 5 tahun masa trainee kami akhirnya membuahkan hasil," balas Seo Hajin member tertua itu dengan sopan.

Yang Sungmin tersenyum penuh arti mendengar itu, kemudian pria paruh baya itu merentangkan tangannya membuat kelima member Cotton Sweet saling pandang.

"Ck! Kalian ini! Tunggu apalagi, peluk bos kalian ini!" Yang Sajang tertawa melihat reaksi para gadis itu yang nampak lucu, kelima member itu pun saling berpelukan penuh haru dan mengucapkan kata terima kasih pada Yang Sungmin.

"Ini karena kerja keras kalian semua, terima kasih telah berjuang bersama hingga sampai di titik ini."

Para kru yang melihat pun merasa ikut emosional dan tak ayal ada yang menangis karena melihat pemandangan di depannya.

"Aku harap, grup ini sukses hingga banyak orang yang mengenal kalian. Kita akan bekerja keras hingga sampai pada puncak itu!"

•••

"Aduh! Rasanya tulangku akan patah jika terus berdiri!"

Jennie menoleh singkat pada Hajin yang baru saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

Di dorm yang tidak terlalu luas ini, Jennie satu kamar dengan Hajin beserta Park Runa, sedangkan kedua maknae berada di ruangan lain. Omong-omong Jennie merupakan member ketiga dari yang tertua hingga gadis itu memiliki dua unnie dan dua dongsaeng.

          

"Astaga, Unnie! Ini bahkan baru kali pertama kita tampil, tapi kamu sudah selelah ini?" Runa tiba-tiba berucap setelah masuk ke dalam kamar.

Hajin menutup matanya, "Entahlah, padahal selama lima tahun ini aku merasa biasa saja latihan sampai tidak ingat waktu, tapi kenapa sekarang sedikit berbeda, ya?"

"Jangan lupa minum vitaminmu, Unnie. Kamu harus menjaga kesehatan, setelah ini kita akan banyak sekali jadwal," Jennie menyahut yang berada di depan meja rias.

"Ya, kamu benar, Jennie-ya," hanya itu sahutan Hajin dan setelahnya wanita itu terlelap.

Tak lama terdengar suara gelak tawa dari kamar sebelah membuat Runa mengernyit, "Apa Yora dan Hani belum tidur?"

"Sepertinya begitu, Unnie," balas Jennie sembari beranjak dari kursi meja rias dan bersiap untuk tidur karena besok mereka masih harus tampil di acara musik untuk mempromosikan lagu mereka.

Runa keluar dari kamar untuk menegur kedua adiknya, "Yora-ya! Hani-ya! Kenapa kalian belum tidur?"

Jennie dapat mendengar suara Runa, namun gadis itu memilih untuk menarik selimut dan tidur di samping Hajin yang sudah memasuki alam mimpi.

DRRRTTT DRRRTTT DRRRTTT

Baru saja Jennie menutup matanya, suara deringan ponsel mengganggunya.

Jennie dengan berat hati beranjak dan melihat ponsel siapa yang mengganggu rencana tidurnya.

Jennie melirik ponsel Hajin yang berada di atas nakas, namun tidak berdering. Selanjutnya Jennie menoleh pada ponselnya yang berada di atas meja rias.

Jennie menghela napas berat kala menemukan ponselnya yang berdering. 

Chae Soojin__ asisten sekaligus sopir mereka menghubungi Jennie.

Jennie lantas mengangkatnya, takut jika panggilan dari lelaki itu penting.

"Halo, Oppa?"

"Jennie-ya, Hajin di mana? Aku menghubunginya sejak tadi tapi ponselnya tak aktif."

Jennie melirik pada kakak tertuanya, "Hajin Unnie sudah terlelap. Memangnya ada apa, Oppa?"

"Mm, aku ingin memberitahu kabar bahagia untuk kalian," nada suara lelaki itu nampak antusias membuat Jennie mengernyit.

"Kabar bahagia apa?"

"Lagu debut kalian sukses menaiki tangga Chart Music dengan peraihan terbanyak! Selamat untuk kalian!" heboh Soojin dari seberang sana membuat Jennie mengulum senyum.

"Terima kasih, Oppa! Aku sangat senang mendengarnya. Nanti akan ku sampaikan pada yang lain," sahut Jennie sudah kepalang ngantuk hingga hanya itu yang dapat ia sampaikan.

"Mm, baiklah. Maaf telah mengganggu waktu tidurmu. Segeralah tidur, hari esok kalian akan dipenuhi oleh jadwal promosi!"

"Ya, Oppa. Kami tidak akan lupa, terima kasih atas kabar bahagianya. Kau pun segeralah tidur, jangan terlalu sibuk bekerja," pesan Jennie pada Soojin.

"Baiklah, akan ku tutup teleponnya, Jennie-ya."

Jennie menatap ponselnya setelah panggilan terputus.

Jennie ingin sekali membangunkan Hajin dan mengatakan perihal kabar bahagia yang telah Soojin berikan padanya, Jennie ingin memberitahu pada semua member bahwa lagu debut mereka berhasil memuncaki tangga Chart Music.

MY FAVORIT IDOL [SELESAI]Where stories live. Discover now