Chapter 7: Payback

0 0 0
                                    

  Reiza memarkirkan mobilnya disebuah TPU berjalan mengahmpiri sebuah makam

Clara Zee
18-07-1997
18-07-2020

"Kenapa Aku jadi teringat padamu?" Ucap Reiza didepan makam itu
"Apa ini kutukan atau semacamnya?"

Reiza menelisik area sekitar TPU tanpa sengaja Ia melihat sebuah makam yang penuh dengan bunga
"Kuburan siapa itu?"

Reiza menghampiri makam tersebut

Lusy Canero
13-05-1954
05-07-2016

"Canero?Rasanya familiar"
Reiza melirik makam disamping makam itu

Zera Canero
12-08-1952
05-07-2016

"Mereka bermarga sama,pasangan kah?"

"Tapi,mereka mati ditanggal yang sama,apa mereka dibunuh?"

"Hah ini bukan urusanku kenapa Aku peduli?"

🍂🍃🍂
Lascrea membaringkan Tery dikasurnya,membiarkan Keiza berbincang bersama Nenek,Lascrea menghampiri mereka diruang tamu
"Membicarakan apa?" Tanya Lascrea
"Hanya beberapa hal random" ucap Keiza

Lascrea duduk disamping kanan Nenek
"Menginaplah malam ini Kei" ucap Lascrea
"Hm?tidak perlu Aku pulang saja" tolak Keiza
"Ayolah nak,lagipula kau jarang kemari menginaplah malam ini saja" bujuk Nenek
Tak enak karena bujukan Nenek Keiza akhirnya tersenyum mengiyakan

🍂🍃🍂
Keiza tidur dikamar Lascrea,Ia sudah membaringkan tubuhnya menatap Lascrea yang masih terfokus pada komputernya
"Hey,tidurlah dulu" ucap Keiza
"Tidur saja duluan"
"Kenapa kau serius sekali?Kau butuh istirahat,ayo cepat tidur"
"Iya!dasar cerewet Aku tidur sebentar lagi"
Keiza mendengus kesal beranjak mematikan komputer Lascrea
"Apa yang kau lakukan?!"
"Ayo cepat tidur" Keiza menarik Lascrea ketempat tidur
"Seharusnya kau kusuruh tidur dikamar tamu saja"
"Ck,sudah berhenti mengomel tidur"

🍂🍃🍂
Pukul 9 pagi
"Bangun tukang tidur!!"Lascrea menarik selimut yang dipakai Keiza
"Agh!Ini masih pagi!" Ucap Keiza menutup wajahnya dengan bantal
"Bangun beruang kutub,matahari sudah naik dan kita ada acara penting hari ini!!"

Lascrea mendengus kesal Ia menarik kaki Keiza membuatnya terjatuh dari kasur
"Hey!Lembut sedikit!"
"Kau tidak kunjung bangun jika Aku bersikap lembut,cepat mandi!!"
Keiza mendengus masuk kekamar mandi dengan kesal

Lascrea tersenyum kecil "Dasar" Ia mengambil koper mengganti pakaian dengan seragamnya

30 menit Keiza mandi Ia keluar dengan sudah memakai seragam
"Kau terlihat gelisah" ucap Keiza
"Dia komandan divisi"
"Kau takut?"
"Bukan,Aku khawatir Red eyes akan lebih nekat setelah ini"
"Itu tidak bisa kita kendalikan,pasti akan terjadi"
"Aku takut mereka melukai orang disekitarku"
"Tenangkan dirimu,red eyes tidak akan menyentuh mereka"
Lascrea tersenyum kecil mendengarnya
"Yah,ayo pergi"

Lascrea dan Keiza pergi lewat pintu belakang menggunakan mobil lain yang disimpan Lascrea memacu mobil dengan cepat kelapangan eksekusi.

Begitu sampai Lascrea langsung keruangannya,mengaktifkan pedangnya
"Huft..."Lascrea sedikit mengatur nafas
"Gugup?" Tanya Keiza
"Hatiku gelisah"
Keiza tersenyum sendu "Semua akan baik-baik saja"
"Yah kau benar,ayo"

Lascrea memasuki lapangan bersama Keiza berjalan lurus kedepan Vera yang diikat ditiang

Lascrea menancapkan pedangnya ketanah,berjalan mendekat ke arah Vera

Lascrea mengeluarkan pisau kecil dari sakunya
Srakk....merobek baju Vera
"Akh!!!!!!!!" Vera berteriak nyaring tapi Lascrea seolah menulikan pendengarannya,dengan tenang Ia menggores dada Vera menuliskan Flower Knife

"Ini peringatan untuk kalian" ucap Lascrea

"Lk!pedangku!" Keiza mengambil pedang ditanah memberikannya pada Lascrea
"Selamat tinggal penjahat!" Dengan satu tebasan kepala Vera terlepas

Keiza dengan tenang mengambil potongan kepala Vera yang menggelinding ketanah menyimpannya diatas meja
"Ini adalah permulaan!!"

-Mansion Alfano-
"Ayah!!Kita tak bisa membiarkan ini!!" Teriak Very yang tak terima melihat saudara kembarnya dieksekusi
"Itu salahnya sendiri bergerak tanpa rencana"ucap Reiza
"Kau!!Ayah!!"
"Cukup!!Ini adalah peringatan,kalian semua jangan bertindak ceroboh" ucap Stanley
"Ayah!!Kita harus membalas mereka!!" Teriak Very
"Sabarlah sebentar,Aku akan cari informasi tambahan untuk mempermudah kita" ucap James
"James benar,kau harus sedikit tenang" ucap Stanley
"Tapi...mereka..."
"Sudah tenanglah,Reiza coba kau atasi mereka" ucap Stanley
"Huft..jika mudah sudah selesai dari kemarin" ucap Reiza beranjak pergi dari sana

"Walau Vera hanya saudara tiri,tidakkah Aku terlalu dingin tak peduli pada kematiannya?" Batin Reiza

Reiza masuk kekamarnya mendial nomor Lascrea

LC girl on calling...

"Halo?"
"Ya?perlu sesuatu?"
"Apa kau sibuk?"
"Maaf Aku sibuk hari ini"
"Kapan kau punya waktu luang?"
"Hmm...besok mungkin"
"Kalau begitu jika besok kau luang bisa kita bertemu?"
"Aku akan lihat dulu jadwalku jika kosong akan kukabari"
"Baiklah"
"Maaf Aku sibuk,kututup ya"

Sambungan terputus Lascrea memutus teleponnya
"Jika dia sibuk,apa itu artinya mereka akan bergerak?" Gumam Reiza

"Oh ayolah...ada apa denganku?"

"Padahal Aku bisa saja membunuh gadis itu kemarin"

"Kenapa Aku tidak melakukannya?Kenapa Aku tidak bisa?"

"Dan...kenapa senyumanmu selalu terbayang olehku?"

"Argh!!Ayo akhiri semuanya besok,Aku akan bunuh dia"

Mafia and The PoliceWhere stories live. Discover now