Wel-come To...

43 4 4
                                    


Good Reading
.
.
.

Maniac

"Weeh, kondang bener lo--"

Tepuk tangan dari cewek di sampingnya itu membuat bibir nya sedikit tersenyum.

"Lanjut dong!" sambung temannya.

"Gak bisa, udah di embat jilong." sahut cewek tersebut.

Kedua cewek tadi sedang mabar di sebuah gardu samping warung kopi.

Victory, Ting

"Yeeey menang lagi, Uhuy!!" teman si cewek tadi kegirangan.

"Ya elah, gitu aja seneng lu?" heran Tea, cewek berambut pendek yang hobinya bermain game. Cewek yang ada disampingnya itu bernama Pita, sekaligus sahabat Tea.

"Eh, ada yang pollow gue, nih!!" ucapnya dengan girang.

"Wiih, punya gue aja gak ada(:‹)" wajah Pita memelas.

"Ya udah, niih gue like-"

ting

"Kan gue udah pollow elo, jadi gue like aja." lanjut Tea.

Pita tersenyum paksa. Setelah mereka selesai bermain, mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing.

•••

Sesampainya di rumah, dia memasuki kamar nya lalu merebahkan dirinya di atas kasur. Melihat akun ml-nya ada pesan baru masuk, dia pun penasaran dan melihatnya.

Unknown : Hai

"Eeh, siapa nih?" alisnya menyirit,

"Iseng seru, nih" Tea teratawa kecil.

me : Hai juga
Unknown : kamu cewek apa cowok
me : kalo cewek emang kenapa

"TEA!!"

Ia langsung mematikan ponselnya saat mendengar seseorang memanggilnya.

"Tea turun sebentar naak, bantuin ibu." Nayla selaku ibu Tea tengah menjemur baju di halaman belakang rumahnya.

Tea yang sudah sampai ke halaman belakang pun langsung membantu ibunya.

Setelah selesai membantu ibunya, Tea kembali ke kamar nya. Yaah, apalagi kalo bukan melihat ponselnya.

Disana dia sudah di suguhkan jawaban dari cowok kenalan nya tadi.

unknown : Eh minta nomor hp-nya dong

'Enak aja main minta, kenal aja kagak' batin Tea dalam hati.

me : Emangnya kenapa
unknown : cuma pen kenalan aja

Hmm, se-simpel itu alasan nya yaa-
'Emang bener ya' gumamnya.

Kamu akan menyukai ini

          

me : Kenapa gak dm di ig aja
unknown : gk ah, kurang suka sosmed
me : massaaa
unknown : iya, beneran
me : kenapa ngga kamu dulu yg kasi?
unknown : yaa, kamu dulu aja
me : kapan² aja, by

Tak ingin melanjutkannya lagi, Tea pun langsung mematikan ponselnya. Ia mengambil handuk lalu bergegas ke kamar mandi.

Malam harinya, Tea ingin memainkan game favoritnya.

'Apa gue ajak juga ya, bocah tadi ya' gumam Tea.

Setelah login ke ml-nya, Tea pun langsung memebuka chat ml-nya.

me : Woy, mabar kuy.

Melihat akun cowok tadi tidak online, Tea pun mengirimkan pesan lagi.

me : jam 8 nanti, bisa nggak?

Setelah menunggu jawaban yang tak kunjung datang, akhirnya Tea pun bermain sendiri.

🎮🎮🎮

Keesokan harinya Tea membuka akun ml-nya. Menanti jawaban dari cowok yang baru ia kenal kemarin sore.

'Hmm, kok ngga dibales ya?' batin Tea dalam hati.

Akhirnya dia memutuskan untuk bermain gamenya lagi. Mumpung hari ini hari minggu jadi Tea memutuskan untuk bermain game sepuasnya. Karna itu memang hobinya. Sempat ditolak oleh ibu dan kakaknya, walaupun tidak sedikit gamer cewek diluar sana. Yaaah, Tea mah bodo amatan orangnya.

Saat selesai main Tea mengecek chat ml-nya. Dengan ekspresi senang ia melihat akun cowok tersebut. 'Dia lagi online' batin Tea dalam Hati. Keasyikan chatan dengan kenalannya, tea pun sampai lupa waktu. Jam dinding menunjukkan pukul sebelas lebih. Tea yang menyadari nya pun langsung mengajak cowok tadi main.

me : eh, ayok main aja. Bentar lagi mau dzuhur keburu shalat
unknown : ooh, oke

Akhirnya mereka pun mabar. Selesai mabar kumandang adzan pun terdengar.

'Huaw, pas sekali' batin Tea senang. Hihihi.

Setelah kembali dari mushola rumahnya Tea pun kembali ke kamarnya. Saat membuka pintu matanya terbelalak kaget, dia melihat sekeliling kamarnya.

Ya ampun, seperti kapal pecah.

Mungkin begitulah kata-kata yang tepat untuk kamarnya saat ini. Dengan segera Tea membereskan kamarnya itu. Mungkin tadi dia tak sadar saat bermain game, memakan beberapa snak, berguling-guling, dll.

"Hmm, enaknya ngapain ya? " Tea tampak berfikir sejenak.

Kalau mau main lagi kamarnya seperti kapal pecah.

Akhirnya, dia memutuskan untuk pergi ke supermarket terdekat.

"BU, TEA MAU KELUAR SEBENTAR YA!!" teriak Tea dari pintu ruang tamu.

"BENTAR TEA, IBU MAU TITIP SESUATU" teriak Nayla dari belakang, atau bisa dibilang dapur.

Tea pun menunggu di ruang tamu.

About Gamer'sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang