15: Pekan Olahraga III

74 7 2
                                    

Gue berjalan menuju gerbang sekolah. didepan gerbang sana, Yeonjun berdiri sambil nunggu seseorang. Palingan pacar kesayangan kan.

 Palingan pacar kesayangan kan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Eh tunggu, lo mau kemana?"

Anjirr tas gue ditarik sama Yeonjun.

"pulang lah. Kemana lagi."

"temenin gue jalan."

"maaf kakak siapa yach, saya gak kenal."

"yaudah gue kasih duit ke bapak-bapak pengemis aja." Yeonjun nunjukin duit 50 ribuan di tangannya.

" Yeonjun nunjukin duit 50 ribuan di tangannya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Gila lumayan banget kalo buat beli album kpop. Langsung embat lah!

"eh ada kakak gue yang cakep, hehe. Becanda atuh kak. Mau kemana kita? Muterin Seoul, se Korea, se dunia, apa seluar angkasa"

Duh omongan gue terlalu banget gara-gara masih keinget pertengkaran fans mereka berdua

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Duh omongan gue terlalu banget gara-gara masih keinget pertengkaran fans mereka berdua.

"ngomong apa sih lo, gue gak ngerti." Yeonjun ngelemparin helm ke gue. "pake! Nurut aja, kemananya sesuai mood gue aja"

"Siap pak bos"

Gue naik ke motor. "pegangan yang kuat."

SREETTT!!

Setelah perjalanan setengah jam yang ditempuh kayak ngedipin mata, kami sampai di depan jalan. "turun."

"Astaga.."

          

GLEK!

Gue narik nafas panjang. Perlahan gue turun dari motor dengan kaki yang masih lemes. "bang, gue emang nawarin lo jalan kemana aja tapi bukan ke akherat bareng yaa.. ini sih cari mati namanya. Lo ngebutnya keterlaluan"

Abang gue cuma bisa senyum tipis. "gue lupa kalo ada lo. Ringan banget sih kayak kapas."

"padahal biasanya lo bilang gue gendut." Gue baru aja melepas helm, tiba-tiba tangan gue ditarik sampe ke tepi pantai.

"CHOI SOOBIN SIALAN!!" teriak Yeonjun.

Gue cuma bisa nyimak makian Yeonjun sambil duduk di pasir

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Gue cuma bisa nyimak makian Yeonjun sambil duduk di pasir. Dia emang biasa emosian kalau kalah dari orang. dari keempat bersaudara, bang Yeonjun-lah yang paling kompetitif, disusul gue dan Beomgyu dan terakhir, Soobin. Gak hanya kompetitif, Yeonjun juga orang yang paling gak sabaran, moody-an dan mementingkan diri sendiri. Dan kalau dia lagi marah, dia pasti pergi ke suatu tempat dan maki-maki sendiri sampe amarahnya habis.

"Hah.. Hah..." Yeonjun menghampiri gue dan duduk.

"udah marahnya?"

"masih emosi tapi mending."

"gue udah lama gak ngeliat lo emosi kayak gini. Kapan ya terakhir kali gue liat lo maki, pas SMP kali yaa"

Yeonjun cuma diem.

"ekhm, tapi kenapa lo ngajak gue kesini. kan sekarang lo udah punya pacar. Kenapa gak sama pacar lo aja?"

Yeonjun menoleh ke gue lalu mencet hidung gue sampe merah. "mana bisa gue kayak gini depan pacar gue. Bisa-bisa gue langsung diputusin detik itu juga."

"Ish" Gue mukul pundaknya, "jadi maksud lo kalo adik gapapa gitu. Hm, tapi kan kalau kalian putus lo bisa nyari cewek lain lagi. yang mau sama lo kan banyak bang."

"terus kenapa. lo kira gue cowok gampangan yang mau sama siapa aja?"

"di mata gue lo kayak gitu. Lagian lo sendiri yang biasa tebar pesona kan."

Yeonjun memutar bola mata dan menghela nafas. "gue tinggal ah!"

"Eh loh, jangan ngambek." Gue membujuk Yeonjun buat tetep duduk. "lo pasti haus? Mau gue beliin minuman gak? Es kelapa tuh.."

Yeonjun ngangguk.

"duit?"

Yeonjun natap gue kesel sambil ngeluarin duit 10 ribuan buat beli es kelapa.

Yeonjun natap gue kesel sambil ngeluarin duit 10 ribuan buat beli es kelapa

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
My Three BrotherWhere stories live. Discover now