Bab 15

654 137 12
                                    

Setelah sampai di rumah sakit. Hye Yoon berlari menuju ke ruangan tempat dimana sang ibu dirawat. Di wajah Hye Yoon tentu terpancar raut sangat khawatir, karena setiap ada hal seperti ini Hye Yoon selalu takut jika keadaan ibunya akan semakin memburuk lagi dan memang pada akhirnya ketakutan Hye Yoon selalu saja terjadi, ia harus kuat saat mendengar keterangan dokter, jika keadaan ibunya tidak kunjung membaik dan malah semakin memburuk.

"Ibu!" Seru Hye Yoon yang hampir menangis ketika ia akhirnya melihat sang ibu sedang duduk merebahkan dirinya pada ranjang rumah sakit yang sudah ditinggikan.

Hye Yoon berhambur memeluk ibunya, "ibu tidak apa-apa kan? Apa ibu kesakitan lagi?" Tanya Hye Yoon khawatir.

Sang ibu malah tertawa. "Ibu hanya bercanda kok, supaya kau datang, ibu merindukanmu." Ucapnya seperti anak kecil.

"Ibuuuuuuuuu~ jangan lakukan itu! Kalau ingin aku datang ibu tinggal meneleponku bukan?" Protes Hye Yoon, ia merasa sedikit kesal dengan tingkah sang ibu. Namun juga merasa lega melihat beliau tidak apa-apa.

"Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu, sampai kau lupa pada ibu." Rajuk ibu Kim.

"Aku selalu menemui ibu setiap bulan, apa itu tidak cukup? Aku selalu menyempatkan menemui ibu jika aku libur. Aku sibuk bekerja juga demi membiayai pengobatan ibu." Jelas Hye Yoon sedikit kesal, pasalnya ibunya selalu saja mengeluh tentang itu. Padahal Hye Yoon juga terpaksa jauh dari ibunya bukan karena ingin, tapi karena keadaan ia harus bekerja demi ibunya sembuh.

"Ibu hanya ingin menghabiskan waktu denganmu." Ibu Kim menunduk.

"Waktu ibu tidak akan habis kalau ibu mendengarkan perkataan Hye Yoon. Ibu jangan banyak pikiran, ibu harus meminum obat dengan rutin, ibu harus sembuh." Seru Hye Yoon.

"Ibu hanya ingin melihat kau menikah sebelum ibu pergi Yoon-ah." Ibu Kim menahan air matanya, ia menatap Hye Yoon dan mengelus pipi sang anak pelan.

"Ibu, menikah bukanlah perkara yang gampang. Siapa yang mau menikahi Hye Yoon yang seperti ini? Hidup Hye Yoon sudah cukup rumit memikirkan bagaimana Hye Yoon hidup dan bagaimana Hye Yoon bisa mengurus ibu." Air mata Hye Yoon tidak bisa dibendung lagi, ia berbicara sembari menangis. Ia tahu keinginan sang ibu adalah hal yang baik, tapi baginya sulit untuk mengabulkannya. Hati Hye Yoon sebenarnya sakit ketika ibunya berkata seperti itu. Apalagi saat membawa kata umurnya yang tidak panjang lagi. Hye Yoon benci itu.

"Ja-jangan menangis, ibu tidak bermaksud membuatmu menangis." Sang ibu terlihat kalap, ia dengan cepat menghapus air mata Hye Yoon yang sudah mengalir. Ibu Kim paling tidak mau membuat anaknya menangis, karena selama ini Hye Yoon sudah cukup banyak menangis karenanya. Namun tanpa sadar beliau juga ikut menangis bersama.

Hye Yoon langsung memegang tangan sang ibu yang sibuk mengusap pipinya itu, agar ibunya berhenti. "Aku tidak mau kehilangan ibu, jadi tolong jangan menyerah demi Hye Yoon," lirihnya.

Ibu Kim terhambur memeluk Hye Yoon. "Maafkan ibu yang selalu meminta hal itu padamu karena cita-cita ibu adalah melihatmu berjalan di altar sebelum ibu pergi. Ibu sudah tua, ibu ingin melihat kau bahagia dengan orang yang kamu cintai." Suara ibu Kim bergetar menahan tangisnya yang akan keluar lagi.

"Aku sudah bahagia Bu, aku memiliki ibu. Aku tidak butuh yang lain." Balas Hye Yoon yang kini memeluk sang ibu erat.

Keadaan langsung hening, hanya terdengar isak mereka berdua di ruangan itu.

"Lalu siapa yang berdiri disana?" Tanya sang ibu, yang sepertinya baru menyadari satu sosok yang berada disana.

Hye Yoon seketika menghentikan tangisnya lalu ia berpikir sejenak. Ya dia lupa kalau Woo Seok juga ada di ruangan itu bersamanya.

The scandal (Woohye Ver) - Byeon Woo Seok x Kim Hye Yoon Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang