bab 1

4 1 0
                                    

Dinginnya malam, di hiasi dengan indahnya bulan dan bintang yang menyinari seluruh alam, serta hembusan angin yang terasa sejuk, satu anak laki laki sedang bersandar di dinding kamarnya, sembari mendengarkan percakapan kedua orang tuanya mengenai perjodohan, ia sempat berpikir mungkin adiknya yang akan di jodohkan, namun saat mendengar bahwa ternyata dirinyalah yang di sebut oleh bundanya "askar harus nikah sama gendis mas" bunda berucap membuat Askar harus keluar dari kamarnya menuju kamar orang tuanya "maksud kalian apa?" tanya Askar setelah berhasil membuat keduanya diam tak berkutik. kali ini bunda merasa gugup, atmosfer di sekirar ruangan mendadak dingin, bulu kunduk bunda meremang, lalu bunda mendekat ke arah Askar dan menuntunnya untuk duduk di tepi ranjang miliknya.
Askar duduk dengan jari jemari yang di genggam hangat oleh bundanya "askar sekarang udah dewasa, umur askar bahkan udah 20 tahun, maaf kalau bunda lancang, tapi mau ya kamu menikah sama pilihan bunda" bunda berucap sembari menatap manik mata anaknya dengan tatapan memohon, agar anaknya bisa menerima pilihan dirinya "askar bisa cari pasangan hidup Askar sendiri bun, ga harus pilihan bunda" ucap Askar membuat sang bunda kecewa mendengar jawabanya. bukan jawaban itu yang bunda ingin dengar, melainkan jawaban mengiyakan apa yang ia bilang, lalu bunda menghempaskan lengan anaknya dan menyuruhnya untuk keluar dari kamarnya.
Askar berteriak di kamarnya, sembari meremas rambutnya "ARGHH SIALAN" askar berteriak berniat untuk melampiaskan kemarahannya, namun ternyata berteriak saja tidak cukup, dirinya memutuskan untuk pergi ke tempat yang menurutnya bisa meredakan amarahnya.
Askar suka laut, ia juga suka sekali dengan langit, mungkin karena namanya ASKAR LANGIT GANENDRA , askar sangat suka warna biru namun semua hal yang askar sukai tidak di ketahui oleh siapapun, bahkan orang tuanya pun tidak tau bahwa askar sangat menyukai laut. "laut... izinkan askar untuk bercerita" askar berucap lalu duduk di tepi pantai sembari sesekali memegang pelan ombak yang menuju ke arahnya, seakan akan ombak itu mendengarkan semua cerita yang askar ceritakan "laut... gue di jodohin tapi belum gue terima perjodohannya, gue bingung harus terima atau engga. di sisi lain gue mau nolak tapi di sisi lain gue ga mau ngecewain bunda gue" askar terus bercerita, padahal itu sudah tengah malam namun anehnya pantai yang askar kunjungi ternyata, sedang ramai akan pengunjung yang sedang melakukan acara seperti merayakan ulang tahun . saat askar bangkit dari tempat duduknya ternyata askar melihat seorang gadis yang sedang menyendiri di ujung tepi pantai, awalnya askar tidak peduli dengan gadis itu, namun jika di lihat lihat ternyata gadis itu aneh, gadis itu bangkit dan berjalan ke arah air laut dengan tatapan kosong serta air mata yang terus jatuh mengenai wajahnya. Askar langsung berlari ke arah gadis itu, ia benar benar berusaha untuk tidak lambat menolong seseorang, hingga akhirnya saat air laut sudah sebatas dadanya barulah ia bisa menggapai gadis tersebut sembari memeluknya, hangat.. kata itu yang mereka rasakan walaupun sedang berada di tengah laut.
setelah askar membawa gadis itu di tepi pantai, Askar segera melingkarkan hodynya di pundak gadis tersebut berharap agar tidak merasakan dinginya hari ini. "kalau punya masalah, jangan di bawa mati" ketus Askar
"btw nama lo siapa?" tanya Askar "Gendis" ucapnya pelan sampai tak terdengar oleh Askar "GENDIS LAURA GENTARI" ucap Gendis sedangkan Askar merasa Djavu dengan nama itu "nama lo, sama kaya nama cewe yang di jodohin sama gue " gumam Askar pelan "kenapa lo nolongin gue? padahal bentar lagi gue di peluk ombak" gendis berucap sembari tersenyum kecut. ucapan Gendis ada artinya, Askar yang paham pun langsung memeluk gadis itu, berniat untuk menyalurkan kehangatan satu sama lain sampai ternyata gadis itu tertidur di pelukan Askar.

Askar pulang ke rumah dengan membawa satu gadis yang di gendongnya. "Bunda, bantuin abang" ujar Askar sembari menaruh gadis itu di sofa. Bunda yang melihat anaknya membawa gadis kerumahnya pun terheran heran, apakah itu pacar anaknya? karena pasalnya anaknya tidak pernah membawa seorang gadis "dia siapa?" tanya bunda "nemu di laut bun, mau bunuh diri"ucap Askar yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari bundanya "bajunya basah semua, nanti dia masuk angin, kamu ambilin baju bunda gih di kamar" ucap bunda yang di angguki oleh Askar.
Bunda melihat wajah gadis itu dengan teliti, wajah cantik dengan bibir yang pucat pasi membuat bunda langsung mengelus pelan rambut surai Gendis, di usapnya rambut basah itu dengan penuh kasih sayang "seberat apapun ujiannya, jangan mudah menyerah begitu saja ya nak" bunda berucap dengan Askar yang sedari tadi hanya melihat interaksi bundanya dengan tangan yang memegang satu pasang baju tidur. Bunda menyuruh Askar untuk memindahkan Gendis ke kamar tamu, agar Gendis nyaman dan bunda mudah untuk menggantikan pakaiannya yang basah. Setelah semuanya selesai bunda mengajak Askar untuk berbicara "dia pacar kamu?" tanya bunda "bukan bun, tapi nama dia gendis" ucapan Askar mampu membuat sang bunda berfikir, lalu tiba tiba ponsel bunda berdering "Ajeng" nama itu tertera sangat jelas di hadapan keduanya, tanpa pikir panjang sang bunda pun mengangkat panggilan tersebut "NISA, GENDIS HILANG" suara Ajeng  terdengar sangat pilu, orang tua mana yang tidak khawatir jika anaknya hilang, Ajeng sangat menyayangi gadis semata wayangnya "tante ajeng tenang ya, Askar bakal bantu buat cari anak tante" Askar berucap
"nama anak tante siapa?" tanya Askar "GENDIS LAURA GENTARI" . Deg.... nama itu adalah nama gadis yang ia bawa ke rumahnya "Gendis udah Askar temuin tente, sekarang tante bisa ke rumah Askar" ucap Askar, lalu terdengar hembusan nafas lega dari tante ajeng, dan Askar memutuskan panggilan dengan sepihak. "jadi dia gendis?" tanya bunda yang di angguki oleh Askar "abang ke kamar dulu bun, mau mandi" ucap Askar lalu pergi meninggalkan bundanya sendirin.

Askar Langit GanendraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang