4 ; Driven

114 9 1
                                    

Happy Reading!
warn!
misgendering!
slight mpreg!

Meet our main characters!

Javier Arnault-Tjahjadi (🇮🇩🇬🇧)F1 Driver for Mercedes AMG F1 Team29 y

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Javier Arnault-Tjahjadi (🇮🇩🇬🇧)
F1 Driver for Mercedes AMG F1 Team
29 y.o (the sole heir of Tedja Minerals)

Sacha Zerasha Halim (🇮🇩)Founder and Owner of esmeskin25 y

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Sacha Zerasha Halim (🇮🇩)
Founder and Owner of esmeskin
25 y.o

🌻

"Terjebak drama keluarga konglomerat! F1 star Javier Tjahjadi 'Dijodohkan' demi bisnis Keluarga!"

Rasha terkekeh pelan, hidupnya seperti sedang di puncak komedi. Dirinya baru saja kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan S2 di Amerika Serikat ketika orang tuanya menjodohkan dirinya dengan seorang pria yang bahkan baru pertama kali ia temui.

Sekarang berita tentang pertunangan dirinya dan calon suaminya sudah tersebar, bukan hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia tau.

Rasha kembali terkekeh pelan saat melihat berita lain mengenai pertunangannya.

"Billionaire's daughter or just another socialite? Who is Sacha Z. Halim, the one set to marry F1 Driver Javier A. Tjahjadi!"

Bagaimana tidak? Tunangannya adalah Javier Arnault-Tjahjadi pewaris tunggal dari keluarga Tjahjadi pemilik Tedja Minerals.

Dan juga,

Pembalap Formula 1.

Itulah mengapa berita pertunangan dirinya sangat di bicarakan di social media saat ini.

The finest driver of F1, itulah julukan tunangannya.

🌻

          

flashback

"Iya mami! Rasha lagi jalan ke gate, maybe pesawatnya take off in forty minutes." Rasha berjalan cepat kearah gate pesawat nya, ia sedang transit di Doha, Qatar.

"iya mami! Rasha tadi keasyikan cari buku buat Gaby— ADUH! Oh my god! I'm so sorry! Mami, Rasha tutup dulu ya."

"Sorry! I didn't see you there, let me buy you another cup." Rasha mendongak sedikit saat berbicara pada orang yang ia tabrak.

Aneh, pria itu aneh bagi Rasha. Pria itu mengenakan pakaian serba hitam dengan topi dan kacamata. Alih-alih membalas, pria itu acuh tak acuh, ia hanya diam memandang Rasha lalu berjalan pergi meninggalkan Rasha.

"apa sih anjir, freak!" dumal Rasha pelan, dirinya tak sadar jika pria itu masih bisa mendengar apa yang ia katakan.

"hati hati kalau jalan, Lain kali jangan jalan sambil menelepon." ujar pria itu lalu pergi begitu saja meninggalkan Rasha yang tercengang karena ternyata pria yang ia tabrak bisa berbicara Bahasa Indonesia. Memang tak jarang Rasha menemukan orang Indonesia di luar negeri, apalagi saat ia sedang menempuh pendidikan di Amerika.

Rasha berdecak pelan, "Sorry! Sini gue ganti kopi lo!"

Pria itu berbalik badan, "gak usah, gue bisa beli sendiri."

Rasha kembali berbicara kepada pria itu, ia menyerahkan kartu namanya. "Gue ngerasa punya hutang kalau gitu. Call me up if you want coffee, orang Indonesia kan?"

Pria itu tidak kunjung mengambil kartu nama miliknya membuat Rasha semakin malu, ia meraih tangan pria itu dan menaruh kartu namanya. "sorry kalau terkesan lancang, i have to go. Sorry ya sekali lagi."

Dengan itu Rasha berlari menuju gate nya, meninggalkan pria yang sedang terperangah dengan perilaku Rasha.

Pria itu tersenyum samar dibalik maskernya.

"cantik..."

🌻

"Gaby! Hai bocil!" Sesampainya Rasha di rumah, ia langsung berlari kearah keponakan kecilnya. Skya Abigail Soehadi.

"Kak Rasha!" Anak perempuan berumur 8 tahun itu langsung balas memeluk Rasha.

"Ya ampun Rasha, kamu ini bukannya ke mami langsung ke keponakan kamu!" omel sang Mami

Rasha mendongak, tersenyum saat melihat seluruh keluarganya berkumpul di teras rumah. "hehe abis Rasha kan udah ketemu Mami sama Papi di wisuda Rasha."

Rasha bangkit untuk memeluk keluarganya, ada ketiga kakaknya juga disini. Darian, Warren, dan Hadrian. Juga suami Darian, Johnathan.

Darian memeluknya erat, Rasha balik memeluknya erat. "kangen banget gue sama lo kak!"

"dasar kamu nih, oh right. How's your office? esmeskin jadi buka kantor? Di area Sudirman kan?"

Warren dan Hadrian ikut memeluk sang adik, "seinget gue area Sudirman, tapi gue lupa nama gedungnya. Kayanya deket sama gedung Papi deh soalnya Kak Ziva sama Mas Bayu yang urus." jawab Rasha

"iya deket perusahaan papi, besok kamu office check sama Mas Bayu ya. Nanti kalau kamu ga sreg sama layout office bisa ngomong ke Mas Bayu." ujar sang Papi

Rasha mengangguk, ia duduk di sofa di sampingnya. "oke pi, oiya tumben kok pada ngumpul disini? Ada acara? Mana pada rapih banget"

Seketika keluarganya terdiam, Rasha yang belum sadar masih asyik melihat Gaby mewarnai di sampingnya.

"Rasha, kita mau dinner. Kamu ikut ya."

"dinner? where? Mami, Rasha capek baru banget sampai. Rasha abis flight belasan jam Mami." protes Rasha

"family dinner biasa kok, di Plataran. Sekalian, Mami udah siapin baju nya. Ada Mba Rina di dapur, kamu tanya ke dia ya." ujar Mami

Rasha mau tidak mau berjalan ke arah dapur, disana terdapat beberapa art nya dan Mba Rina, Personal Assistant maminya. "Mba Rina, tadi Mami bilang ada Bajunya Rasha di Mba?"

"oiya Sha, ada di closets lo. Mba ambilin ya," Dengan itu Rasha dan PA maminya berjalan kearah kamarnya.

"ini ya sha, bajunya. Oiya tadi siang Ibu juga bilang supaya lo styles rambut sama make up juga. Biar cepet selesai Mba bantu style rambut lo ya Sha." Ujar Mba Rina

Rasha masuk ke dalam kamar mandi, ia melihat pakaian rapih yang disiapkan sang ibu untuknya. setelan kemeja berwarna putih dan celana berwarna beige. Maminya juga menyiapkan sepatu dan aksesoris untuknya. sepasang gelang dan kalung dari cartier, brand mewah favorit sang ibu dan juga loafers dengan warna senada dari Loro Piana.

Rasha keluar dari kamar mandi masih kebingungan, "Mba Rina, kok Mami siapin baju ini. Papi bilang cuma Family Dinner biasa?"

Mba rina mendudukkan Rasha di meja rias kamarnya. "Mba juga gak tau, Ibu gak bilang apa apa. Tapi emang Ibu udah siapin semuanya dari jauh hari. Tadinya mau dinner di rumah cuman gak tau kenapa tiba tiba Ibu bilang dinner nya di Plataran."

Rasha memilih diam, ia sibuk berpikir ada yang aneh.

🌻

Benar saja perasaan Rasha, baru saja Rasha menginjakkan kaki di private room restorannya. Ruangan itu sudah terdapat Opa dan Oma nya, dan beberapa orang yang ia tidak kenal.

Tunggu...

Pria itu!

tbc

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: feb. 20 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

lanjut kak semangat ❤️❤️🥰

1m atrás

Arcane •Renjun Harem•Donde viven las historias. Descúbrelo ahora