*Andra Ghifari Yasutjaya
Laki-laki berwajah manis dengan kulit kuning langsat. Laki-laki yang terkenal Ramah pada semua orang, Kepintaran yang di wariskan sang ayah membuatnya selalu menjadi ranking pertama dikelas.
Dia Aktif di segala kegiatan ya...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
***
"Ck, sok seleb banget sih!, untung ganteng" Gerutu Letta kesal, gadis itu masih dalam perjalanan menuju asvrie'l Hotel. Letta terus mencoba menghubungi Andra tapi sia-sia tidak ada respon apapun dari laki-laki itu.
Naira merasa ada yang mengikutinya dari belakang.Setelah sampai di Hotel tempatnya dan Reno janjian, merasa ikuti gadis itu sengaja mempercepat langkahnya dan berkeliling sekitar hotel dengan cepat.
Andra yang terus berhati-hati agar tidak ketahuan pun akhirnya kehilangan jejak gadis itu. Andra mencari keberadaan Naira di sekitar hotel itu, tak butuh waktu lama untuk Andra bisa menemukan gadis itu.
Andra melangkahkan kakinya masuk ke gedung hotel yang tampak sangat mewah "mbak ada penyewa atas nama Naira?" tanya Andra pada resepsionis yang memang sedang berjaga malam.
"Sebentar ya ka, saya cek dulu" ucap resepsionis itu ramah. "Eumm, ada satu penyewa kamar atas nama itu, dia ada di kamar nomor 22"
Letta sudah sampai di asvrie'l Hotel, gadis itu menuju ke arah resepsionis dengan nafas memburu, begitu terkejut nya Letta saat melihat ada Andra juga di sana, raut wajahnya langsung berubah kesenangan.
"Andra?! Syukurlah lo ada disini, lo pasti nyari Naira kan?" ucap Letta dengan antusias.
"Brisik"
"Dingin banget kaya es kul-kul" ujar Letta blak-blakan "Eh tapi bener kan lo kesini mau cari Naira?" lanjutnya.
"Hm"
"Ya udah barengan kita berarti"
"Ngapain?" tannya Andra bingung.
Letta terdiam cukup lama, memikirkan alasan yang akan dia buat. "Gini-gini, lo kan Lagi cari Naira. nahh gue nyari Reno!" ucap Letta.
"Terus?"
"Ya kita cari bareng bareng aja lah!"
"Gak" tolak Andra ketus
"Dih, gitu banget?!"
Tanpa memperdulikan gadis itu Andra berjalan memasuki gedung itu semakin dalam untuk mencari nomor kamar 22, kamar yang mungkin di tempati tunangan nya.
Meskipun kesal bukan main. Letta membututi langkah lebar milik Andra dari belakang. Laki-laki itu pun tau akan keberadaan Letta yang mengikutinya tapi hanya acuh tak memperdulikannya.
Mereka berdua tidak sadar ada seorang laki-laki dengan hoodie hitam sedang memotret keduanya yang tengah bersama di sebuah hotel.
"Awh" Ringis Letta Kesakitan. Gadis itu mengusap pelan keningnya yang menubruk punggung lebar Andra.
"Kenapa tiba-tiba berenti sih?!"
*BRAKK
Dengan amarah memuncak Andra mendobrak pintu kamar nomor 22 itu, betapa terkejut nya Letta melihat pemandangan di depan matanya ini.
"Anjir"
Gila mata gue udah ga suci anjing, ucap Letta dalam hati.
Bukan hanya gadis itu yang terkejut Andra pun sama, laki-laki itu shock melihat keadaan Naira disini bukan hanya ada Naira tapi ada laki-laki yang tidak ia kenal juga disana.
Keduanya kepergok melakukan hubungan itu oleh Andra dan Letta.
Naira panik Seketika wajahnya sudah memerah malu, dia juga takut dengan tatapan itu. Tatapan Andra yang sangat tajam menatap dia dan Reno seperti akan memakannya hidup-hidup.
Gadis itu menunduk tak mau melihat ke arah nya.
Namun, Tersirat kekecewaan mendalam dari mata tajam laki-laki itu, Andra akui dia memang tidak mencintai Naira tapi kenapa gadis itu yang malah berselingkuh sampai se intens ini hubungan terlarangnya?
Selama ini Andra selalu memperlakukan gadis itu dengan baik bahkan sangat baik. Walaupun dia tidak mencintai Naira, tapi Naira sudah seperti adiknya sendiri yang ia sayangi dan ia jaga.
Tapi.. Kenapa gadis itu menghianatinya dengan hal menjijikkan seperti ini?
Rasanya campur aduk saat melihat Andra dan Letta memergokinya seperti ini, apalagi Andra dengan tiba-tiba mendobrak pintu kamar itu dan yang paling menyebalkan di belakangnya juga ada cewek kegatelan yang suka banget nempelin Andra, bohong kalau dia ga cemburu.
Andra melangkah pergi dari sana, meninggalkan mereka bertiga yang masih ada di sana. Andra keluar dari hotel itu dengan penuh amarah, kebencian, dan emosi yang harus dia keluarkan.
Letta menatap jijik ke arah Naira yang tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya. Gadis itu pun menyusul Andra keluar dari sana, Namun laki-laki itu sudah pergi entah kemana.
Karena sudah tengah malam Letta memutuskan untuk pulang saja sepertinya Andra juga sudah pulang.
Di perjalanan pulang pikirannya tidak bisa tenang banyak yang dia pikirkan untuk hari ini, sungguh hari ini sangat melelahkan pertanyaan besar yang terlintas di otak nya itu 'Apakah seteleh Andra tau semua ini dia akan memutuskan hubungan nya sama Naira atau malah tetap bertahan?'
***
Andra memasuki ruangan bawa tanah yang gelap itu, hanya ada obor yang tersangkut di dinding yang menerangi setiap langkahnya.Suara yang hanya terdengar hanya suara teriakan, kesakitan, dan suara tangis yang memilukan.
Percayalah mereka yang mengalami itu di sini memang sudah sepantasnya seperti itu. Mereka yang sudah berani bermain-main dengan keluarga Yasutjaya akan mengalami penyiksaan terus menerus sampai mereka meregang nyawa. Tidak ada kata ampun di tempat ini.