Kemarin aku baru tahu satu hal.
Kau meng-sms ku dan mengajakku bertemu di sebuah cafe dan berdandan yang cantik. Aku mengikuti kemauanmu.
Aku memakai gaun merah dan merias wajahku tipis. Aku rasa, penampilanku cukup cantik.
Aku datang ke cafe yang engkau minta, disana cafenya kosong, banyak balon dimana-mana, potongan mawar dimana-mana, dan dinding yang dihias dengan cantik serta kau yang duduk diatas panggung kecil sambil memegang sebuah gitar.
Kau bersiap menyanyikan sebuah lagu.
Engkau menyanyikan lagu yang sangat romantis, hatiku terenyuh saat mendengar kau yang memainkannya. Setelah kau selesai bernyanyi, aku bertepuk tangan untukmu. Seketika, kau menghampiriku yang sedang berdiri mematung.
Kau memegang tanganku dan mencium sekilas punggung tanganku.
"Gimana? Ini romantis kan? Gue mau nembak Ashilla kaya gini. Tadi itu latihan gue mau nembak Ashilla. Makasih ya lo mau tolongin gue latihan,"
Aku tersenyum. Dan aku tahu, ternyata kau menyukai sahabatku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone [Monolog-Ku]
Non-Fiction#430 Dalam Non-Fiction [20 November 2016] Sekumpulan keresahan dari mereka yang mengalami pahitnya sahabat jadi cinta yang tak berujung bahagia. -Adders Wattpadlit