#6 prince Azel

59 7 0
                                    

***

-Zian PoV-

Aku berjalan menuju gerbang sekolah hendak pulang.

Memang sedari tadi aku tak bersama Andira karena dia ngambek dan juga kebetulan lagi bersama Sila ke perpustakaan,katanya mau ngembaliin buku.

Tapi,aku melihat orang yang sepertinya sudah pernah kulihat sebelumnya.
Ya,itu Azel si pelatih Andira yang katanya ganteng. Ah tapi tetep aja gantengan gue.

Aku menghampirinya yang sedang berdiri menunggu.

"Eh,lo Azel kan?" Tanyaku.

"Iya,lo siapa?"

"Gue Zian ,btw lo mau jemput Dira yaak?"

"Oh Zian,gue mau jemput Dira,dia kemana? Lo liat gak?"

"Emang lu mau ngapain pake jemput Dira segala?"

"Dia ada latihan hari ini jadi gue jemput biar gak telat"

"Yaelah,bilang aja lu mau ngedeketin dia kan?? Lagian dia juga bisa kok pulang sama gue " ucapku sedikit emosi

"Lah suka-suka gue dong,kok lo jadi nyolot sih?!"

"Jelas lah gue su-"

"AzellllllL,maap yak gue bikin lo nunggu lama,"

Ucapanku terhenti saat Andira datang tiba-tiba.

"Eh ayo,Ra"

"Ayo deh,Zi duluan bye"

Mereka langsung pergi kearah mobil yang dibawa Azel.

Bisa terlihat kalau Azel sekarang sedang merangkul Andira dan mereka tertawa tawa .

Hanya sakit yang bisa kurasakan sekarang,aku harus memikirkan cara bagaimana supaya Andira bisa tau perasaanku ini.

-Zian PoV end-

***

Aku melihat ada yang aneh saat aku menghampiri Azel tadi.

Aku terus memikirkan kejadian apa yang telah terjadi pada mereka berdua,karena aku melihat seperti ada emosi diantara mereka berdua.

"Hei ngapain bengong,mending temenin gue ngobrol sini" ucap Azel membuyarkan lamunanku.

"Ngobrol apa?? Jangan yang macem-macem loh ya"

"Hmm,udah punya cowo belom?"

Deg!

Aku kaget mendengar pertanyaan yang dilontarkan Azel.

"Belom lah,emng kenapa?"

"Misalnya ada yang suka sama lo gimana,? Lo terima gak?"

"Yaa tergantung dia ganteng atau enggak wkwk"

"Kalo ganteng?"

"Wahh terima dong"

"Gitu yaa"

"Emng kenapa sih kok nanya gitu?"

Azel tampak diam sejenak sampai akhirnya aku membuka suara.

"Zel,jawab"

"Mm,Dir."

"Ya?"

"Lu tau kan gue nunggu lu udah 3 bulan lebih,dan gue udah nembak lu 2 kali,tapi lu masih belum kasih jawaban itu ke gue"

"Jadi?"

"Gue mau minta jawaban itu sekarang Dir"

"Jawaban apa?"

Kamu akan menyukai ini

          

"Lu mau jadi cewe gue gak?"

Omaigat,bagaimana ini..aku sudah menunda jawaban itu sejak sebulan yang lalu,dan ternyata Azel tidak lupa akan itu.

Aku sangat bingung sekarang.
Terima,tidak,terima,tidak..hashh sudahlah.

"Boleh gue minta waktu?" Tanyaku

"Sebenernya gue maunya sekarang Dir,gue sayang sama lu,apa sih yang bikin lu nunda terus?"

Mampus guee..
Aku juga bingung harus menjawab apa.

"Gue harus tau sifat lu dulu Zel"

"Diraa,kita udah saling kenal cukup lama,sifat apalagi yang bikin lu harus minta waktu?"

"Gue cuma takut karena lu itu badboy Zel,gue takut,cukup pengalaman gue dulu yang bikin sakit,gue gamau kalo harus terulang lagi,gue gamauu!"

Aku melangkahkan kakiku keluar dari mobil bersamaan dengan Azel karena kami sudah sampai.

Terbesit dipikiranku tentang perkataanku tadi,dan aku memikirkannya sampai tak terasa aku mengeluarkan air mata kekecewaan.

Aku menahan air mataku dengan kedua tanganku dan aku berjalan sangat pelan dan menghampiri kursi tunggu untuk duduk.

"Dira,jangan nangis dong" ucap Azel.

Tanpa aba-aba aku memeluk Azel yang sudah duduk didekatku .

"Udaah yaa jangan nangis,sayang air mata lu itu,air mata lu itu harusnya keluar saat lu bahagia bukan sedih"

"Gue takut Zel,pliss gue minta waktu yaa?"

Azel sedikit mendengus .

"Iyaa gapapa,tapi gue gamau liat seorang Andira nangis"

"Gue keliatan cengeng ya?" Ucapku sambil melepas pelukanku.

"Nggak,tetep cantik" ledek Azel.

"Ihh apaansi"

Blushhh...

Apa pipiku memerah sekarang?? Ataukah wajahku jelek? Atau ah tak tau..
Pokonya aku baper sebaper bapernyaa..

***

Lelah sekali setelah 2 jam latihan.
Kali ini terasa sepi karena memang hanya aku yang latihan.

Aku bosan,aku memutuskan untuk memeriksa notif yang masuk ke hp ku.

Zian biadab:
"Dira bsk gue mau ngomong sm lu,btw maaf ya tadi gue diemin lu"

Aku:
"Iya gpp"

Zian biadab:
"Bsk dateng pagi ya,biar gue bisa ngomong bebas sm lu"

Aku:
"Gue usahain ya"

Zian biadab:
"Makasih ya Dir"

Aku:
"Iya sama-sama"

Aku kembali menatap lapangan yang sepi ini. Memang yang kubutuhkan sekarang adalah keheningan.

"Bengong aja,bosen ya?"

"Iya Zel gue bosen bgt,lu gamau ngajak gue kemana gitu biar gak boring?"

"Abis ini emng mau kemana??"

"Gue pengen ke tempat yang sepi"

"Lah ini sepi"

"Sepi nya gak kaya gini jugaa"

"Hmm,yaudah ayo"

Aku merapikan semua peralatan latihanku dan bergegas menuju mobil Azel yang keren itu..

Kali ini tak ada keheningan didalam mobil,melainkan tawaku yang selalu pecah karena candaan dan tebak-tebakan yang di berikan Azel.

"Zel udah perut gue sakit"

"Hahahahhahahh,iya iya ampun mba"

Suasana kembali awkward.
Aku hanya memainkan kuku dan bersenandung kecil untuk menghilangkan rasa bosan.

"Makasih Zel udah mau kasih gue waktu"

"Sama-sama marmutt" ucapnya sembari menoel hidungku pelan.

"Gue usahain kasih jawabannya besok ya,gue butuh mikir dulu"

"Semoga hasilnya tak mengecewakan"

"Berdoa yaak" ucapku bercanda sambil menepuk nepuk bahu kirinya.

***

Kami telah sampai di..entahlah yang jelas ini tempat yang cukup bagus.

Terdapat taman yang ada sungai kecil nya dan aku sangat menyukai ayunan panjang berwarna putih dan dihiasi bunga mawar putih.

Cukup sepi disini,jadi aku merasa tenang. Aku segera duduk di ayunan itu sambil menatap lurus ke sungai indah di depanku.

"Yang lalu jangan diinget,kalo lu mau nangis,puas-puasin aja ,"

"Beneran gue boleh nangis?"

"Boleh,tapi lu harus janji gaboleh nangis lagi setelah ini"

"Oke deal"

Aku kembali mengingat yang lalu,aku malas bercerita karena hanya menyisakan sakit dihatiku. Yang jelas,orang yang dulu kusayangi hanya menyianyiakan aku dan membuat kepercayaanku runtuh.

Aku menangis tanpa suara disini.
Tanganku mengerat pada ujung baju yang ku kenakan. Mungkin karena melihat aku sesegukan,Azel mengulur tangannya dan memelukku dari samping.

Memang,yang kubutuhkan sekarang adalah pelukan. Dan aku membalasnya.

"Udah ya gausah diinget lagi,anggap dia udah kecebur jurang dimakan kanibal purba,oke?"

"Lucu yaa,mana ada kanibal purba masih idup,hahaha"

"Nahh gituu dong ketawa kan cantiknya keluar lagi"

"Makasih" kusertai dengan senyuman.

"Iya,eh mau eskrim gak?"

"Mau dong"

"Bentar"

Azel beranjak pergi meninggalkanku.
Sambil menunggu,aku melihat sekeliling dan aku melihat sepasang kekasih yang sangat romantis walaupun mereka sudah agak dewasa.

Ingin cepat2 dewasa rasanya supaya bisa mengetahui jodohku itu siapa..

15 menit aku menunggu tapi Azel tak datang juga kesini.

"Aaakhhh"

....

Weh updatenya cepet ni,lagi seneng soalnya gara gara UAS udah selesai.

Tbc guys..vomment ya..

That's My BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang