14. Kecewa

13.3K 1.2K 150
                                    

Chanyeol menatap Suho gugup dengan maksud "ini lah dia orangnya bang, Min Suga dari Min corp. Anaknya paman PDnim"

"A a aku tidak tau" jawab Chanyeol juga.

"BAGAIMANA MUNGKIN KAMU TIDAK TAU, SESEORANG MELIHATNYA BERSAMAMU TERAKHIR KALINYA?!"

"Tapi- aku beneren tidak-"

Ketika Suga hendak menariknya, Suho pun langsung menahan tangannya "seingatku kedua orangtua kita pernah berjanji tidak akan bermusuhan satu sama lain sampai ke anak cucunya. Apakah kamu lupa janji itu?"
"Kamu tau kita anaknya Lee Sooman bukan? Ayah kita abang adik, kita sepupuan"

"Aku tau"
"Tapi kalian yg memulainya duluan! Apa alasannya pria ini mendatangi perusahaanku kemarin, dan sekarang- ia menculik istriku. Bukankah kalian sudah keterlaluan?"

"Kamu mendatangi perusahaan Min? Kapan?!" Kejut Suho juga, karna ia tidak tau soal itu. Chanyeol tidak pernah mengatakannya.

"Aku hanya- hanya-itu kemarin.."

"Haish.." Suho pun mulai mendengus kesal "maaf tuan Min, tapi aku percaya Chanyeol tidak ada niat apapun"
"Soal istrimu, dia-"

"-iya, dimana istriku sekarang?! jangan coba menbohongiku, aku tau ia berada disini. Jangan sampai aku mengobrak abrik istanamu ini tuan Kim!"
"Orang orangku sudah berjaga diluar, aku hanya tidak ingin memperbesar masalah. Jadi pastikan aku melihat istriku baik baik saja, bila tidak-"

Suho berwajah cemas, begitu juga dengan Chanyeol dan Baekhyun yg berada disisinya.

Bagaimana ini, lebih baik berbohong atau jujur saja, mungkin itulah yg ada dibenaknya Suho.

Walaupun Suho tau ia salah telah menyembunyikan istri seseorang, tapi ia juga tidak mampu untuk berkata jujur begitu saja.

Bagaimana kalau gadis itu kembali kepelukannya?

Lalu bagaimana dengan Suho?

"-D d dia-" baru saja Suho ingin buka mulut, seseorang tiba tiba berteriak dari arah belakang mereka.

Ketiganya juga heran darimana masuknya pria pendek satu ini, sebut saja Park Jimin.

Jadi ceritanya ketika Suga menerobos masuk ke istana Suho, Jimin dan Taehyung pun mengambil kesempatan itu masuk secara terpisah darinya. Mereka masuknya sembunyi bunyi untuk mencari keberadaan Wendy terlebih dahulu.

"-aku menemukannya"
"Wendy, aku menemukannya hyung"

Raut wajah Suho yg awalnya cemas kini bertambah pucat lagi, sepertinya hal yg ia khawatirkan akan segera terjadi.

Suga pun segera pergi mengikuti jejaknya Jimin, begitu juga Suho, Chanyeol dan Baekhyun yg mengekor di belakangnya.







,,,








"Hei.. jangan pergi!"
"Sepertinya aku- mengenalmu? Kamu... siapa?"

Wendy menghentikan langkah kaki Taehyung ketika pria ini hendak mengikuti Jimin mengabari kalau mereka berhasil menemukan Wendy.

          

"Aku...siapa?!"
"Kamu beneran tidak mengenalku?"

"Iya! Karna itu aku bertanya bukan? Kamu siapa? Kenapa aku merasa familiar seperti pernah melihatmu? Apakah aku mengenalmu?"

"Tentu! Aku-"
"Sudahlah... aku itu bukan orang penting untukmu, yg penting adalah kamu jangan sampai melupakan pria itu- Min Suga"
"Kamu... tidak mungkin melupakannya kan?"

"Su..ga? Iya, aku ingat Suga. Dia-"

Eh sebentar, bukankah seharusnya Suho?
Siapa Suga?
Kenapa nama Suga lebih familiar untukku?

Sebenarnya ada apa ini?

"Ssstttt....kepalaku sakit" rintih Wendy kemudian.

"Kamu gakpapa kan Wen?" Di waktu bersamaan, Suga juga telah memasuki kamar tsb dan terkejut melihat Wendy yg nampak lemas dipapah oleh Taehyung.

Suga pun langsung mengantikan posisi Taehyung dan merangkul gadisnya erat "Wen... kamu gakpapa kan sayang?"

Terkejut akan suara familiar tsb, kehangatan tsb, debaran yg ia rasakan saat ini, Wendy melepaskan pelukannya dengan mode lambat, memperhatikan setiap sudut wajah tampan pria di depannya ini "Su....ga?"

"Iya, ini aku Suga"
"Kamu gakpapa kan sayang, jangan membuatku-"

"Sugaaaaaaa....hiksssss hikssss" belum apa apa Wendy sudah menangis bombay di pelukannya.

Iya dia kembali mengingat semuanya, semua memori yg sempat ia terlupakan, kebersamaannya dengan suami tercintanya satu ini.

Bagaimana bisa Wendy tidak menangis setelah mengingat semua hal itu?!

"Jangan menangis sayang, tenanglah aku sudah berada disini sekarang. Kamu akan baik baik saja, percayalah padaku" Suga kembali memeluk Wendy dan mengelus kepalanya lembut.

Chanyeol dkk yg baru masuk ke kamar tsb sangat terkejut melihat semua ini, apalagi Suho. Pria itu sakit hati.

Wen.... 😢😢😢

"Aku-ingin-pulang hiks hiksss" ucap Wendy kemudian dengan tidak jelasnya, tapi Suga masih bisa mendengarnya.

"Iya, kita pulang sekarang ya. Jangan menangis lagi"

Melihat Wendy yg masih sesegukan dalam diam, Suga pun terpaksa mengendongnya ala bridal style dan keluar dari kamar tsb.

Ketika berpapasan dengan Suho, pria holkay tsb terus melirik kearah Wendy, tapi sayang gadis ini bahkan enggan meliriknya untuk sekilaspun.

Bagaimana tidak sakit hati ini?? 😢😢

Setelah ketiga pria tsb pergi membawa Wendy, Suho pun terlihat kesal membanting semua barang yg ada diatas meja kamar Wendy tsb.

"Bos, apakah kamu akan membiarkan mereka pergi begitu saja. Nona Wendy- bukankah seharusnya dia-"

"Sudah! Hentikan!! Aaaahhhghgg!!!" Kesal pria tampan ini juga.

Apa yg bisa ia lakukan, bahkan Wendy tidak menoleh kearahnya sedikitpun.

Apakah aku tidak ada arti sedikitpun untukmu Wen? 😭😭😭







***







Sudah beberapa hari berlalu sejak Suga membawa Wendy kembali keistina megah mereka yg berada di Korea. Tapi ntah kenapa Wendy terlihat aneh sekarang ini, ketika ditanya soal hal itu, ia pasti hanya akan diam ataupun melamun. Suga beneran tidak tau apalagi yg harus ia lakukan terhadap gadisnya.

Ia hanya bisa terus merasa bersalah setiap kali melihatnya seperti itu.

Begitu juga dengan hari ini, begitu siap sarapan Suga pun mencoba untuk mendekati Wendy, tapi ntah kenapa gadis tsb selalu menolak untuk didekati. Wendy tidak menolaknya secara terang terangan, tapi Suga bisa merasakannya.

Gadisnya ini, kini- menjauhinya?!

,

"Sebenarnya- ada apa denganmu Wen?"
"Katakanlah pada kakak? Uh?"

Irene yg selalu menjadi penengah mereka tentu saja binggung melihat mereka terus terusan seperti ini, karnanya ia harus mengambil langkah maju dan memaksa Wendy untuk buka mulut.

Setidaknya ia harus tau apa alasannya, baru ia bisa memikirkan cara untuk menyelesaikannya. Bukankah begitu?!

"A a aku... aku- hiks" belum apa apa Wendy sudah menangis sambil menundukkan kepalanya, spertinya ia malu untuk bercerita.

Dan kini Irene yakin, ini bukanlah masalah sepele lagi yg bisa diabaikan begitu saja. Sepertinya ada sesuatu yg terjadi pada Wendy yg tidak berani ia ungkapkan.

"Jujurlah pada kakak Wen, sebenarnya apa yg terjadi? jangan takut, hanya ceritakanlah semuanya, dengan begitu kamu juga akan merasa lebih baik"

Wendy mulai menghapus airmatanya dan menatap kedua mata Irene serius "a a aku... aku..."
"-aku tidur dengan pria itu"

"Hm?"






"APAAAAA???!!!"






"Jangan bercanda... bagaimana bisa kamu-" Wendy pun kembali menangis mengingat kejadian itu, tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur.

Tinggal di makan? Eh

Sekarang, ia jadi tidak tau harus bagaimana berhadapan dengan Suga. Walaupun bener ia hilang ingatan dan mengangap Suho adalah Suga makanya hal ini bisa terjadi, tapi tetap saja ia salah. Ya kan?!

"Apa yg harus ku lakukan kak? Aku- aku- hikss..."
"Apakah Suga masih mau denganku? Ia pasti mengira aku adalah gadis yg kotor bukan?"
"Aku tidak mau hal itu terjadi, makanya aku terus menjauhinya. Tapi aku- aku mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dirinya kak. Hwuaaaa..."






Dan tanpa mereka ketahui, sebenarnya seseorang mendengar semuanya.

Hatinya sakit

Marah

Kesal

Rasanya ingin membunuh seseorang

Tapi yg paling penting adalah ia merasa kecewa

Kecewa terhadap gadisnya..

#taukan siapa?!


---

Makasi uda baca
Ditunggu vomentnya ya..

My Protective Husband [Wenga] ✔Donde viven las historias. Descúbrelo ahora