Sore ini rombongan Keylina berkumpul dirumah Heltae. Tapi kali ini hanya sunyi senyap yang terdengar, semua larut pada pikirannya.
''Ini semua gak bisa jadi barang bukti''kata Heltae membuka suara melihat coklat gepeng dan dua kertas kecil berwarna pink. Dan lagi-lagi mereka mendengus sambil mengangguk.
''Siapa coba yang ngambil tu rekaman sih!!?''kata Keylina sambil mengacak-ngacak rambutnya.
''Kalu perkiraan gue sih, Daniel''jawab Mikha dan pandangan mereka semua langsung tertuju pada Mikha.
''Yah kan gak mungkin orang lain juga kan? Lagian dia yang punya salah''jelas Mikha pada para sahabatnya.
''Bener banget tuh, gue setuju''lanjut Keylina sambil merapikan rambutnya yang berantakkan karena ulah nya sendiri.
''Tapi gak mungkin kan kita minta ama Daniel buat nyerahin tu rekaman''lanjut Elnas dan pandangan mereka langsung tertuju pada Jasy yang sedari tadi hanya termenung.
''Gue?''tanya Jasy menatap sahabatnya.
''Yah siapa lagi yang dekat ama dia selain lo''jawab Heltae dan mendapat anggukan dari yang lain.
''Tapi gue takut''lanjut Jasy dengan nada separuh bisik.
''Lo gak perlu takut''cerocos Keylina sambil menepuk bahu Jasy.
''Ya bener tuh,kan ada Keylina yang jagain lu''cerocos Heltae dan seketika Keylina membulatkan matanya.
''Lah kok gue!''kata Keylina.
''Tapi lo kan strong girl gimana sih''kata Mikha sambil menatap Keylina dengan nada mengejek. Dan mereka langsung cekikikan melihat wajah Keylina yang kesal.
''Gak usah digitu tu muka,gue bisa lebih jelek dari itu''sahut Mikha melihat Keylina menekuk wajahnya dan mereka langsung tertawa bersama.
______________________________
Bell masuk bergema di seluruh penjuru school pearl nation,menyuruh semua siswa masuk kekelas nya karena pelajaran sebentar lagi akan dimulai.
Pelajaran pertama kelas 11-A adalah Matematika,semua murid yang tadinya bising langsung diam saat guru itu sudah menduduki singgahsananya.
''Semua PR segera kumpul''pinta perempuan cantik itu dengan kaca mata yang bertengger di hidungnya.
'Nih guru aneh banget,datang-datang udah PR aja yang diurus'batin Keylina sambil membuka tasnya mencari buku PR matematikannya.
''Buku PR lu mana?''tanya Heltae melihat Keylina yang sangat sibuk dari tadi melihat tasnya.
''Buku PR gue tinggal''kata Keylina sambil terus memeriksa tasnya berharap buku itu terselip disalah satu buku lainnya.
''Mampus lo''kata Mikha sambil tersenyum mengejek dan dibalas tatapan tajam dari Keylina.
''Tu gimana?''tanya Jasy menatap Keylina dan Keylina hanya menggeleng tidak tau.
''Tidak ada yang ngerjain disekolah, cepat kumpulkan semuanya''pinta guru itu lagi sedikit berteriak.
''Buruan kalian kumpul!''kata Keylina pada para sahabatnya itu.
''Lo gimana?''tanya Elnas lagi.
''Ihh cepettan deh kumpul''kata Keylina lagi dan segera mereka berempat menyerahkan buku PR nya.
''Yang tidak kumpul angkat tangan!''pinta guru itu lagi. Dan Keylina pun mengangkat tangan.
''Keylina?''kata guru itu menatap Keylina tapi Keylina justru terkejut melihat teman-teman nya yang lain,tidak ada yang mengangkat tangan selain dia.
'Cobaan apa ini!'batin Keylina sambil menatap guru cantik itu.
''Kamu tau kan apa hukumannya?''tanya guru itu menatap Keylina dengan sinis.
'Ni guru punya penyakit Bipolar kali ya? Perasaan tadi pagi masih gue sapa bae bae aja tuh'batin Keylina menatap guru itu.
''Tau buk,lari keliling lapangan kan?''jawab Keylina dengan gugup.
''Tuh kamu tau, tapi karena kamu jujur ibu kurangin jadi 9 keliling''kata guru itu enteng dan Keylina hanya menatap tak percaya dengan guru yang satu ini.
'Yang bener aja cuman potong satu keliling pelit ama tuh guru'batin Keylina yang sudah bersiap di pinggir lapangan dengan memakai pakaian olahraga.
''Untung masih pagi trus masih jam belajar jadi gak ada yang liat''cerocos Keylina sambil lari.
____________________________
Keylina menyelesaikan larinya dan matanya menangkap 4 gadis berjalan kearahnya.
''Wah,bae banget sih sampe datang kesini''kata Keylina sambil tersenyum manisnya. Baru saja Keylina ingin menyambung perkataannya sebuah telapak tangan menempel diwajahnya.
''Gak usah senyum-senyum kayak orang odiot''kata Heltae yang tangannya masih setia di wajah Keylina.
''Memang salah ya?''kata Keylina lagi sambil menarik telapak tangan Heltae dari wajahnya.
''Salahlah,senyum loh tu terlalu manis entar kami kena diabet lagi''gombal Mikha pada Keylina.
''Ihh..Mikha buat baper anak orang aja''sahut Keylina dengan nada suara alaynya dan Heltae,Elnas dan Jasy hanya menatap jijik dua manusia itu.
''Gak bawa minum gitu?''sahut Keylina dan duduk di lapangan itu.
''Idih masih bae juga ngeliat lo''sahut Jasy sambil duduk dan Keylina hanya memanyunkan bibirnya.
''Ihh pelit''kata Keylina sambil berbaring dilapangan dengan kepalanya berada di pangkuan Elnas.
Setelah semuanya duduk Elnas pun mengeluarkan sesuatu dari kantong roknya.
''Paan ni?''kata Keylina merampas benda itu dari tangan Elnas.
''Ini foto bolot,masa gak tau sih?''sahut Mikha sambil merampas dari tangan Keylina.
''Foto siapa?''tanya Heltae pada Mikha.
''Inikan kak Manu''sahut Mikha dan meletakkan foto itu dihadapan mereka semua.
''Lah inikan kak Willy ya?''kata Elnas menunjuk salah satu laki-laki didalam foto itu.
''Ihh iya,kok bisa gini?''tanya Keylina penasaran menunjuk sosok Willy dalam foto itu.
''Lu ngomong apa sih?''tanya Heltae bingung mendengar pernyataan Keylina.
''Ihh lu gak liat dia senyum''kata Keylina menatap foto itu.
''Kalu dia senyum kenapa lo yang heboh?!''sahut Mikha lagi.
''Enggak percaya aja kalu dia bisa senyum. Soalnya dari gue kenal tu manusia belum pernah liat dia senyum apalagi selebar ini''jelas Keylina panjang lebar dan para sahabatnya hanya menatap bingung pada Keylina.
''Kok lo bisa ngomong gitu? Lo mata-matain dia ya? Atau malah lo perhatiin dia!?''goda Mikha sambil mencolek Keylina sedangkan Keylina hanya menatap datar pada Mikha.
''Ini kan cowok yang-''kata Jasy sambil menunjuk salah satu laki-laki disamping Manuell.
''Yang apaan?''tanya Heltae.