Ternyata engkau benar, sebelum aku membahagiakan mu seharusnya aku membahagiakan diriku sendiri terlebih dahulu. Tapi apa boleh jadi jika bahagiaku adalah membahagiakan dirimu.
Superhero mana yang melarang ku untuk membahagiakan mu, hingga engkau berkata seperti itu kepadaku. Seakan untuk menyapamu, haram bagiku.
Memang belum saatnya biji itu menjadi bunga, jangankan menjadi bunga untuk menjadi tunas saja masih mustahil rasannya.
Terimakasih sudah mengingatkan ku tentang pamit tanpa harus ada rasa sakit. Aku berdoa semoga doaku dan doamu bertemu mengorbit di langit.~perasaanmuwae~

KAMU SEDANG MEMBACA
Perasaanmuwae
PoetryBukan rangkaian kata penenang jiwa, apalagi sekumpulan diksi penerbang hati. Hanya sepatah kata sang Pejuang assa, kami ada hanya mencari ridho ilahi:v @perasaanmuwae