18.[MWL] Paksaan Bercinta Baraa

77.4K 1.2K 27
                                    

Vote sebelum baca.

Happy reading.

Area dewasa,21+

Layla mendesah sambil memainkan jari-jarinya.

Ia mulai menjauh dari jendela lalu berjalan ke arah ranjang dan mendudukan bokong nya di kasur putih tersebut.

Apa yang harus ia lakukan?

Jangan tanya kenapa ia bisa berada disini?

Setelah menyetubuhi atau lebih tepatnya memperkosa Layla, Baraa membawanya pulang ke apartemen pria itu.

Padahal keadaan Layla masih belum pulih sebenarnya tapi apalah Baraa sangat keras kepala dan sikap posesifnya bertambah besar terhadap Layla.

Ia mengacak rambut coklatnya.

Tak sengaja ia melihat ke arah jarinya.

Cincin, cincin pertunangan mereka yang sempat Layla lepas dan buang. Kini sudah ada di jarinya ketika ia terbangun dari tidurnya.

Sejujurnya Layla ingin pergi dari Baraa tapi ia tidak bisa.

Baraa mengunci dan mengurungnya di apartemen ini.

Layla menangis, meratapi kehidupannya.

Ia sangat tersiksa dengan sikap Baraa ini, sangat.

Apakah ia harus melaporkan perbuataan Baraa tentang orang tuanya tapi ia tidak tega.

Dan juga ia tidak punya bukti.

Ia mendesah berat lalu ia berjalan ke kamar mandi dan membuka seluruh pakaian nya.

Mungkin dengan mandi ia bisa menjernihkan pikiran nya.

Ketika tersisa hanya celana dalam saja tiba-tiba ada yang memeluk nya dari belakang.

"Aahhh" teriaknya kaget.

Layla menoleh ke belakang dan membulatkan matanya.

"Ba-baraa? Kamu ngapain disini?" Tanya nya keget karena Baraa tiba-tiba muncul.

Baraa tidak menjawab melainkan mencumbui leher putih Layla.

"Baraa hentikan ihh" Layla berusaha menjauhkan kepalanya dari Baraa tetapi usahanya sia-sia.

Tangan Baraa merambat naik ke payudara dan meremasnya kuat.

"Ahh hen-hentikahh"

Tangan Baraa yang lain turun ke pantat sintal Layla dan meremasnya juga.

Layla menggelengkan kepalanya berkali-kali.

Tidak, Layla tidak ingin melakukan ini lagi.

Layla tidak ingin hamil dari Baraa dan terikat dengan Baraa lagi.

Baraa menarik puting pink Layla sehingga Layla memekik "Aahhh Ba-baraahhh"

Baraa sangat puas melihat Layla seperti ini.

          

Lalu Baraa memelintir puting Layla sembari menciumi pipi Layla berkali-kali.

Layla harus pergi, ini tidak boleh terjadi.

Layla menginjak kaki Baraa membuat Baraa menghentikan permainan nya.

Layla melihat Baraa memegang kakinya sembari berteriak dan mengumpat.

"Anjing akh"

Layla mengambil handuk dan berlari dari kamar, kebetulan pintunya tidak terkunci membuat kesempatan Layla untuk kabur tak sia-sia.

Baraa meringis kesakitan lalu melihat Layla yang keluar dari kamarnya.

"Awas saja kau Layla"

_____

Baraa POV

"Argh sial"

Astaga, juniorku sakit sekali.

Kenapa bia Layla menendang sekuat dan sekeras ini?

Layla?

Aku bangkit lalu berusaha berdiri walau ini masih terasa sangat sakit.

Aku berlari tertatih keluar apartemenku.

Awas saja jika kau dapat Layla aku akan membuatmu tidak bisa berjalan lagi.

Tunggu saja!

Mataku menoleh kesamping dan menemukan sosok yang kucari sedang berdiri di depan lift.

Ia terlihat buru-buru.

Layla kau gemas sekali.

Ah aku jadi tidak sabar memakan mu nanti.

Aku tersenyum lalu berjalan pelan dan santai menuju ke arahnya.

Sepertinya dia belum menyadari aku berjalan.

Bagusnya supaya aku lebih bisa menangkapmu.

Kau pikir kau bisa kabur dariku?

Ting!

Pertanda pintu lift terbuka.

Ketika Layla ingin masuk, dengan segera aku mencekal tangan nya.

Layla reflek mundur dan menoleh ke arahku.

Matanya membulat dan mulutnya berbentuk seperti guruf o.

Wajahnya yang terkejut malah menampakkan wajah polosnya.

Gemas banget sih.

"Mau kemana sayang?" Ucapku santai menunjukkan seringaiku.

Layla menundukkan kepalanya, tangannya yang berada di cekalanku gemetar.

Dan aku menyadarinya.

Aku menghela nafas pelan lalu menatap Layla sendu "Jangan takut! Aku tidak akan melukaimu lagi sayang, jadi jangan mencoba untuk kabur lagi"

My Wife Layla[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang