Selamat membaca guys......
Hubungan antara jinhyuk dan wooseok sudah lebih membaik keduanya tak lagi merasa canggung bahkan belakangan ini wooseok sudah kembali berangkat ke sekolah bersama jinhyuk, tak ingin terus-terusan merepotkan seobin yang harus bolak balik karena arah rumah mereka yang berlawanan.
Seobin juga tak pernah bertanya pada kedua orang tersebut, memilih untuk berpura-pura tak tahu tentang pertengkaran keduanya seolah memang tak pernah terjadi apapun sebelumnya.
Seobin dan jinhyuk sekarang ssdang duduk di sofa keluarga milik seobin. Keduanya nampak serius menonton film yang sedang di tayangkan pada layar televisi di depan mereka.
Namun kegiatan menonton keduanya malah terganggu karna wooseok yang tiba-tiba menyelinap duduk di antara seobin dan jinhyuk dengan snack berukuran besar di pelukannya.
Sweter kuning terang dan hotpants jeans menjadi paduan sempurna hari ini untuk dipakai wooseok.
Wooseok membaringkan dirinya kepalanya ia tidurkan ke atas paha seobin sedangkan kakinya ia angkat ke atas paha jinhyuk, posisi wooseok sekarang terlentang di antara seobin dan jinhyuk.
"nonton film apa?" tanya wooseok sambil sibuk mengunyah snacknya.
"the purge" jawab seobin singkat matanya masih tertuju pada film yang ditampilkan pada layar televisi.
Wooseok hanya beroh ria, kemudian ikut menyaksikan film tersebut.
Sedangkan jinhyuk dari tadi berusaha mengalihkan fokusnya sejak wooseok meletakan kakinya di atas pangkuan jinhyuk. Pemandangan Paha putih wooseok yang terekspor mambuat jinhyuk salah tingkah, fikirannya mendadak blank, kejadian samar malam itu kembali teringat, paha mulus seorang kim wooseok, leher jenjang yang begitu menggoda, dada dengan nip---.
Jinhyuk menggeleng, kemudian menampar pelan pipinya berusaha menyadarkannya dari fikiran kotor sebelum merambat lebih jauh.
Jinhyuk menarik nafas pelan berusaha menstabilkan jantungnya, astaga jinhyuk bisa gila kalau terus-terusan seperti ini.
Jinhyuk menatap wooseok yang ikut terlarut menyaksikan film bersama seobin yang sesekali mengelus penuh sayang rambut wooseok.
Jinhyuk tidak mengerti kenapa perasaannya menjadi seperti ini, dulu ia tak pernah merasa semendebarkan sekarang saat menatap wooseok.
Ia juga tak pernah merasa mengganjal melihat kebersamaan seobin dan wooseok, namun sekarang semuanya berbeda rasanya ada yang berbeda saat melihat kebersamaan seobin dan wooseok.
Entahlah, rasanya sesak.
Jinhyuk bingung, hati dan fikirannnya tak pernah lagi selaras sejak kejadian hari itu.
"kalian tidak mencium sesuatu?" wooseok bertanya antusias, menyadarkan lamunan jinhyuk.
"mencium apa?" tanya seobin dan jinhyuk bersamaan.
"aku tadi mandi dan keramas dengan sampo punya seobin" seru wooseok antusias. Terlihat manis dengan senyum yang mengembang.
Seobin tertawa pelan, melihat ekspresi kekanak-kenakan wooseok.
"pantas aku mencium bau shampoku dari tadi, ternyata kau yang memakainya"
"eumm, baunya harum Aku suka"
"tapi kenapa kakimu bau? Kau hanya menyabun badanmu saja?" jinhyuk bertanya berniat mengusili wooseok, agar setidaknya fikirannya tidak lagi merambat ke hal yang tidak-tidak seperti tadi.
Wooseok mendelik menatap sinis jinhyuk.
"enak saja, aku menyabun seluruh tubuhku! Dari atas kepala hingga ujung kaki""bohong ini bau" jinhyuk mengangkat salah satu kaki wooseok lalu mengendusnya dengan santai.
Wooseok menarik kakinya dari pegangan jinhyuk.
"yak, Jinhyuk dasar jorok kenapa mencium kakiku!" murkanya kemudian menendang perut jinhyuk.
Jinhyuk meringis pelan, namun masih enggang berhenti untuk mengganggu wooseok.
"karna ini bau wooseok, kau tidak menyabuninya dengan benar""aku menyabuninya dengan benar ya!"
"kalau tidak percaya biar seobin ikut menilai" setelah mengatakan hal tersebut jinhyuk kembali meraih pergelangan kaki kanan wooseok, kemudian memasukan jarinya di antara ibu jari dan jari telunjuk kaki wooseok.
Wooseok memberontak, berusaha menendang jinhyuk namun cengkraman jinhyuk cukup kuat.
"apa yang kau lakukan?!, Lee jinhyuk hentikan geli" ucapnya sambil terkekeh saat merasakan jari jinhyuk yang bergerak-gerak di selah-selah jari kakinya.Jinhyuk kemudian menyodorkan jarinya tadi ke hidung seobin.
"ini kau cium, bau kan"Pemuda itu hanya mengendusnya sekilas matanya masih fokus menyaksikan film yang hampir mendekati ending tersebut.
Seobin menggeleng pelan.
"tidak. Hidungmu bermasalah mungkin"Jinhyuk mendengus, seharusnya seobin mengatakan 'ia bau' lalu mereka berdua akan menggoda wooseok bersama.
"ckk tidak bisa diajak kerja sama"Wooseok tertawa melihat ekspresi kekecewaan jinhyuk, ia menjulurkan lidahnya sengaja menggoda jinhyuk.
Seobin tertawa geli melihat pertengkaran kecil kedua orang tersebut, sedikit lega karna akhirnya mereka bisa kembali berkumpul seperti ini.
Ia kemudian menunduk mencium gemas beberapa kali kening wooseok.
Wooseok mendengus mendorong pelan kepala seobin yang masih terus menciumi keningnya.
"hentikan seobin" rengek wooseok, bukannya berhenti seobin malah makin gencar menciumi wajah wooseok, dari dahi, kedua pipi, hingga hidung wooseok tak lupa ia cium.
Sedangkan jinhyuk, menatap keduanya sedikit tak suka, perasaannya kembali sesak bahkan lebih sesak dari pada yang tadi. Penampakan seobin dan wooseok membuatnya muak mungkin?.
Jinhyuk tidak tahan ia memilih berdiri dari tempat itu dari pada harus merasakan perasaan menyesakan sialan yang begitu menyiksa ini.
Seobin dan wooseok menatap bingung ke arah jinhyuk yang tiba-tiba berdiri.
"ada apa jinhyuk?" tanya seobin tangannya sibuk mengelus puncak kepala wooseok.
"tidak ada aku hanya ingin ke wc, perutku mendadak mual menyaksikan hal menggelikan" jinhyuk tidak tau kenapa ia berkata seperti itu, kata-kata itu keluar begitu saja dari bibirnya.
Seobin menyerit bingung tak paham dengan perkataan jinhyuk, ia melirik sekilas ke layar tv yang menyaksikan adegan yang bisa dibilang cukup sedih saat pemeran utamanya sedang terbaring berlumur darah dan di kelilingi oleh keluarganya.
'apanya yang menggelikan?' batin seobin. Namun ia tak ingin ambil pusing dan hanya mengangguk mengiyakan.
Jinhyuk melangkah cepat menuju kamar mandi, membanting pintu kamar mandi begitu ia masuk ke dalam sana.
Wooseok dan seobin saling pandang bingung.
'sebenarnya ada apa dengan jinhyuk berusan' batin mereka melihat perubahan mood pria tinggi itu.Jinhyuk membasuh mukanya menepuk pelan kedua pipinya.
"jinhyuk sadarlah, sebenarnya apa yang kau fikirkan" ucapnya seolah sedang berbicara dengan dirinya sendiri pada pantulan cermin didepannya.Jinhyuk memegang sebelah dadanya, kemudian meringis pelan.
"sial, kenapa terasa begitu sesak disini"lirihnya, tersenyum miris menyadari perubahan sikap dan perasaannya.Jinhyuk tertawa pelan menatap serius pada bayangannya di cermin.
"jangan bilang kau menyukai wooseok, lee jinhyuk" ia tertawa remeh menyadari perkataannya yang terlewat konyol itu. Bagaimana bisa ia jatuh hati pada seorang yang notabennya sahabat dan kekasih sahabatnya tersebut.namun perasaannya berusan seolah membenarkan segala perkataannya.
"aku tidak tau bahwa akan menjadi seberengsek ini"
Jinhyuk meringis pelan diselangi tawa mengejek.Bodoh, bagaimana ia bisa berakhir seperti ini, setelah meniduri wooseok, sekarang ia malah menyukainya. Jinhyuk merasa sudah menjadi pria terberengsek setelah ayahnya.
Jinhyuk menggeleng, perasaannya salah.
Ia tak pantas meresa sesesak ini melihat kebersamaan wooseok dan seobin.
Karna kenyataannya seobinlah yang memiliki hati wooseok seutuhnya.
TBC
maaf kalau gue lama banget lanjutin cerita ini
Kemarin pas nonton final produce x 101 perasaan gue campur aduk banget
Seneng karna anak2 gue debut
Minhee, dohyonSeneng karna mami ucok berhasil re debut
Dan sedih karna banyak kapal gue yang harus karam
Hwangmini
Yuyo
Mingjun
Dan terakhir
Weishin
Huhuhu kapal-kapal kesayangan
gue(╥﹏╥)Apalagi pas wooseok ngomong saranghae trus jinhyuk balas bilang nado
Itu scane ternyesek yang bikin gue potek berkelanjutan sampai-sampai gak mood buat lanjutin lagi cerita ini
Tapi kemarin pas showcase debut x1 ekspresi jinhyuk pas liat wooseok aegyo bikin gue mendadak pengen ngelanjutin cerita ini
Bikin jiwa ngeshipku kembali bangkit
Sekali lagi maaf banget karna kelamaan lanjutin cerita ini
ILY readers 💚💛