HAPPY READING ALLS😇
TYPO BERTEBARAN...Mentari pagi yang bersinar mulai menunjukkan wujudnya di bumi sehingga memberikan cahaya yang sangat menyilaukan mata masuk ke dalam kamar seorang gadis yang berumur 16 tahun melalui celah gorden kamarnya.
Dia merasa silau saat cahaya itu mengenai matanya, segera dia menutupi matanya dengan selimutnya yang tebal itu.
Awalnya dia masih bisa melanjutkan tidurnya namun setelah beberapa menit ada yang membuka gorden kamarnya sehingga membuat cahaya itu lebih leluasa masuk ke dalam kamarnya.
Tak hanya gorden, selimutnya yang tebal yang tadinya ia gunakan untuk melindungi mata dan seluruh tubuhnya dari cahaya tersebut perlahan dibuka sehingga membuat dia mau tak mau harus membuka matanya.
Perlahan dia melihat sosok wanita paruh baya yang tersenyum sambil melihat ke arah dirinya yang masih mengumpulkan kesadarannya.
"Bangun nak," ucap wanita paruh baya itu dengan lembut.
Yah wanita paruh baya itu adalah ibu dari sosok gadis remaja tadi.
"Iya Bu, ini sudah bangun," jawab gadis itu sambil menggosok gosok matanya berulang dalam beberapa menit.
"Baiklah ibu tunggu di bawah, segera mandi dan bersiap siap, ini hari pertamamu sekolah jangan sampai terlambat," ucap wanita paruh baya itu kembali dengan lembut sambil meninggalkan kamar anak gadisnya itu.
Setelah mendengar perkataan ibunya tadi, gadis tersebut langsung menuju kamar mandi untuk bersiap siap sebelum ia berangkat sekolah.
Tak butuh waktu lama, ia sudah selesai dengan seragam sekolahnya yang berwarna putih abu abu tersebut.
Setelah dia bersiap siap, dia pun turun ke bawah untuk menemui wanita paruh baya tadi dan juga sarapan.
Di meja makan yang cukup besar itu dia sudah menemukan seorang laki laki paruh baya yang duduk sambil membaca koran dan meminum kopinya.
"Belum berangkat kerja yah?," tanya gadis itu sambil menarik salah satu kursi untuk dia duduki.
"Sebentar lagi ayah berangkat, setelah mengantarkan dirimu ke sekolah yang baru," ucap laki laki paruh baya itu sambil tetap membaca koran.
"Owh baiklah kalau begitu," jawab gadis itu sambil membenarkan posisi duduknya.
Tidak lama setelah itu seorang wanita paruh baya muncul membawa beberapa lauk dan juga nasi untuk dimakan sebagai sarapan mereka.
"Nih makanannya udah ibu siapin," ucap wanita paruh baya itu.
"Iya Bu, yah mari makan supaya tidak terlambat," ucap gadis itu.
"Iya," jawab laki laki paruh baya itu sambil melipat korannya.
Setelah itu berlangsung lah acara sarapan pagi di rumah itu dengan ketenangan dan dengan suara dentingan sendok.
Tak butuh waktu lama, gadis itu sudah menghabiskan semua makanan yang ada di dalam piringnya dan juga air yang ada di dalam gelasnya.
"Yah, Bu, Ara sebentar ke atas yah mau ngambil tas dulu baru berangkat," jawab gadis itu sambil meninggalkan meja makan dan berjalan menaiki tangga yang menuju kamarnya.
Di rumah ini hanya ada lima kamar, kamar tamu berada di bawah bersamaan dengan dapur, meja makan, ruang keluarga, dan juga kolam berenang sedangkan di lantai atas hanya ada kamar orangtuanya, dirinya, ruang kerja ayahnya, dan ruang belajar miliknya.
Setelah mengambil tasnya ia langsung turun ke bawah agar ayahnya tidak menunggu terlalu lama.
"Ayo yah, nanti telat," ucapnya.
"Ayo," ajak laki laki paruh baya itu.
"Bu kami berangkat yah," ucap gadis itu sambil mengikuti ayahnya yang sudah duluan berjalan menuju halaman depan rumah mereka.
Gadis itu berangkat bersama ayahnya menggunakan mobil yang dikendarai oleh supir pribadi ayahnya.
Keluarga mereka adalah keluarga sederhana tetapi berkecukupan sehingga membuatnya bisa sekolah di SMA elit yang bernama GARUDA itu.
Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di depan pintu gerbang SMA GARUDA, setelah berpamitan dengan ayahnya di dalam mobil, ia pun segera keluar dari mobil ayahnya dan mengambil name tag yang ada di saku roknya.
Setelah itu ia berjalan masuk ke dalam karena ia melihat mobil ayah sudah hilang dari pandangannya.
Ia memasuki kawasan sekolahnya itu dengan tenang. Dibalik wajah tenangnya itu ada tersirat rasa khwatir karena ia takut tidak memiliki teman nantinya di sekolah barunya itu.
Ia bukan murid pindahan, namun ia adalah murid yang baru lulus dari tingkatan pendidikan umum sebelumnya. Ia hanya grogi saja jika nanti dia tidak memiliki teman.
Setelah berjalan beberapa menit dia menanyai seorang gadis sederhana yang ia temui.
"Permisi, apakah anda tahu dimana tempat dilangsungkannya MOS nanti bagi murid baru?," tanyanya seramah mungkin. Ia ingin menciptakan kesan pertama dengan baik.
"Apakah kamu murid baru?," tanya gadis itu tanpa menjawab pertanyaan yang barusan dilontarkannya tadi.
"Iya aku murid baru di sekolah ini, apakah kamu juga?," ucap dirinya sambil melihat wanita itu. Dia melihat wanita itu juga memakai name tag seperti dirinya. Dia berpikir bahwa wanita itu mungkin anak baru.
"Ahkk, aku juga murid baru, kalau begitu bagaimna kalau kita sama sama mencarinya Azura?," ucap gadis itu sambil tersenyum setelah melihat name tag Azura.
"Hmm, iya ayo Samantha," ajak Azura setelah melihat name tag gadis di depannya itu.
Mereka berdua pun berjalan menyusuri sekolah itu mulai dari lapangan basket, kantin, ruang guru, kamar mandi, gudang, taman belakang, beberapa kelas dan kantin hingga akhirnya mereka sampai di sebuah aula yang lumayan luas dan besar.
Mereka berpikir mungkin ini tempat dilangsungkannya acara MOS dan penyambutan murid baru di sekolah itu.
Setelah mereka masuk, mereka disuguhi pemandangan banyaknya siswa siswi baru yang berbaris rapi dan teratur, karena tidak mau terlambat mereka pun memasuki barisan agar mereka bisa mengikuti arahan dan bimbingan dari senior yang memimpin acara MOS tersebut.
"Huhh, untung kita tidak terlambat ta," ucap Azura sambil mengelap keringatnya.
"Iya aku sudah takut kalau kita sampai terlambat," ucap Samantha sambil mengingat bagaimana usaha mereka tadi sampai menemukan tempat ini.
Akhirnya mereka mengikuti acara MOS itu dengan baik tapi setelah mereka berdiri setengah jam, muncullah dari balik pintu itu seorang laki laki tinggi berkulit putih dengan hidung mancung dan rambut yang sedikit berantakan yang membuat dirinya terkesan lebih manis masuk ke dalam ruangan tersebut.
Dia berjalan dengan santai menuju panggung dan mengambil alih mikrofon yang dari tadi dipegang oleh wakil ketua osis yang bernama Rey.
"Maaf saya terlambat karena ada urusan mendadak, saya sebagai ketua osis di SMA GARUDA menyambut dengan hangat siswa siswi baru," ucapnya sambil tersenyum ramah yang membuat beberapa siswa dan siswi membalas senyumnya itu.
"Perkenalkan nama saya Aldhi semoga kita bisa menjadi senior dan junior yang berteman baik," ucapnya sambil memberikan mikrofon itu kepada guru BK.
Setelah perkenalan singkat dari ketua osis tadi, siswa siswi baru itu pun dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan tugas yang diberikan oleh sekolah.
Beruntung Azura dan Samantha satu kelompok.
Kelompok mereka terdiri dari tujuh orang diantaranya 4 perempuan dan 3 laki laki.Diantara kelompok lainnya hanya kelompok mereka lah yang berjumlah tujuh orang karna yang lainnya berjumlah delapan orang meskipun begitu mereka tetap menjalankan tugas yang diberikan dengan baik.
Haiii....
Ini aku udah update...
Maaf yh cerita kemaren aku ganti....
Alasannya karna gk cocok aja gitu....
Setelah aku pikir pikir lebih baik aku ganti aja....

ВЫ ЧИТАЕТЕ
LOVE STORY AZURA
Любовные романы"Menghancurkan sebuah kaca adalah hal termudah namun mengembalikannya seperti sedia kala adalah hal tersulit yang pernah ada"