26. berlainan

84 3 0
                                    

Aku bangun pukul 6 pagi. Aku pergi ke arah party disana sudah ada aila dengan celemek nya sedang berkutat dengan peralatan dapur.

Akupun terhenti dianak tangga.tak kupungkiri aku seakan terhipnotis dengan pemandangan di depanku. Aila dengan perut buncitnya sedang memasak makanan untuk sarapan kami. Aku membayangkan jika aila adalah zahraa,membayangkan nya mampu membuat ku senyum-senyum sendiri.

"Mau sampai kapan kau disana sambil memandangiku" tegur aila yang mamapu membuat lamunan ku buyar

"Ehh.. iyaa,serasa keluarga saja yah"ucap ku enteng

"Apakah kau masih mau denganku"tanya aila tiba-tiba yang mampu bembuatku bungkam

"Emm sudahlah anggap percakapan tadi hanya angin lalu. Mari aku sudah memasak nasi goreng omelette" ucap nya yang memawa ku ke meja party

Kami pun makan dengan diam,hanya suara sendok yang berdenting beradu dengan piring. Bahkan akupun melupakan jam terbang kepulangan ku ke Indonesia

Setelah itu akupun membantu aila mencuci piring bekas. Setelahnya aku mandi dan cepat menghampiri aila yang tengah duduk termenung dekat kolam renang.

"Apa yang sedang kau fikirkan HM?"tanya ku sembari menyentuh pundaknya

"Tidak,hanya sedikit fikiran yang mengganjal hari²ku"ucapnya

"Mau berbagi?" Tanya ku tulus

"Apa kau sudah mandi,mari kita pergi keluar mencari udara segar"ucap nya mengalihkan pembicaraan awal kami. Rupanya setelah lama tak berjumpa dengan aila telah banyak terjadi perubahan pada dirinya

Kami pun mengelilingi jalur kota Berlin dengan menunggangi sepeda,aku yang mengayuh dan aila duduk di boncengan.

"IL,apa kau sudah mewujudkan cita-cita mu itu" ucapku sedikit berteriak

"Belum,aku tak jadi ke Amrik. Aku pergi ke italy dan berakhir disini"ucapnya berteriak juga

"Aduhh ibu hamil satu ini berat sekali" ucap ku dengan mimik yang dibuat kesusahan mengayuh sepeda. Yang faktanya ini tak begitu berat dibanding mengangkat barbel 50 kg dengan harus berjalan maraton menyusuri jalanan bandung.

Dan aila pun tak terima dikatai berat terbukti ia memukul punggung ku dan menyubit pinggang ku. Sampai sepedah yang kami tumpangi tak punya keseimbangan. Untung saja aku sudah terlatih bersepeda jadi tak berakhir aku nyuksruk di jalanan dengan membawa wanita hamil.

Kami tertawa bersama seakan kami ini adalah pasangan yang sangat romantis. Kadang kala aku teringat dengan Zahra. Semacam perasaan gelisah yang ku rasa.entah apa yang terjadi pada gadis manis ku disana. Astagaa aku sampai lupa.

Cekitttt akupun mengerem mendadak

"Ada apa ar?" Tanya aila yang juga kaget akan diriku yang tiba-tiba berhenti mendadak.

"Aku melupakan sesuatu il." Akupun melihat jam tangan ku pukul 09.30 dan berarti 15 menit lagi pesawat ku akan berangkat.persetan mengapa pesawat pribadi ku sedang bermasalah. Dan berakhir aku harus pulang lewat pesawat pemerintah dengan jadwal yang tak bisa di tunda atau dipercepat semauku

"Kita balik lagi ke apartemen mu" ucap ku lalu tak menjawab Hujaman pertanyaan dari aila. Akupun mengayuh sepeda dengan tergesa-gesa Bahkan bisa dikatakan kami sudah ngebut dengan membawa ibu hamil.

          

Setelah tiba di apartemen nya aila akupun cepat membawa mobil ku.

"Kau mau pergi kemana?"ucap aila menghentikan ku

"Aku lupa bahwa hari ini jam terbangku ke Indonesia,maaf aku tak bisa berlama-lama menemanimu. Jaga diri baik-baik" ucap ku lalu mencium kening aila. Akupun menancap pedal gas lalu menghilang diantara jalanan yang cukup ramai.

Beruntung aku sampai disana jam 09.42 yang berarti 3 menit lagi pesawat ku akan berangkat. Ku cari leany dan rafi.karna aku baru menyadari bahwa ponsel ku lowbat.

Yapp. Dapat. Itu mereka ucap ku dalam hati ketika kudapati sekertaris dan tangan kanan ku tengah mencari diriku rupanya

"Tuan dari mana saja. Untung tidak telat. 1 menit saja kita akan kehabisan tiket untuk hari ini" ucap Raffi

"Hosstt.. sudahlah cepat kita naik ke pesawat. Leany tolong ambilkan saya minum" ucapku dan leany pun menyodorkan air mineral dan ku teguk tak tersisa.

Setelah itu kami pun berangkat menggunakan pesawat Garuda airport.menuju Indonesia.

"Tunggu aku gadis manis ,i'm come back" ucapku dalam hati melepas kerinduan pada istriku.

#aila pov

Semalam aku tak bisa tidur. Aku terus saja memikirkan suamiku. Mengapa tega ia membohongiku. Untung sekarang ketiga sahabat ku sudah pulang. Jadi aku bisa menangis sekuat yang kumau,selama yang ku ingin. Agar semua rasa sesak ini dapat segera hilang seiring air mata yang terus mengalir.

💬ZidanGI: "assalamualaikum"

💬Zahraputrii : "waalaikum salam,ada apa Zidan?"

💬ZidanGI :"apa kau tak keberatan jika aku ajak ke Jakarta hari ini"

💬Zahraputrii :"untuk apa?"

💬ZidanGI :"aku ingin bertemu dengan Abi mu,boleh kan"

Akupun menimang,tak salah kan jika aku pergi menjenguk Abi ke jakarta hari ini. Padahal dulu ka Arby sudah berjanji ingin mengajak ku weekend Minggu ini untuk menjenguk Abi.tapi kini ia entah dimana,ia malah bersama dengan mantan kekasihnya itu jauh di negri sebrang

Akupun mengiyakan ajakan zidan.segera aku bersiap 10 menit kemudian sudah ada mobil Mercedes silver milik Zidan terparkir dihalaman mansion . Akupun segera keluar menghampirinya

Kini aku tengah duduk di samping Zidan yang tengah mengemudi. kami pun membelah jalanan menuju Jakarta.

"Zah,kenapa dari tadi kamu begong Mulu. Apa ada masalah" tanya zidan.akupun menoleh padanya

"Emm. Tidak" aku pun berusaha tersenyum padanya

"Bagaimana jika kita makan siang dulu. Kita ke restoran langganan ku bagaimana?"tawar nya padaku,akupun mengangguk menyetujuinya.

Sesampainya diparkiran aku pun segera masuk ke dalam restoran membuntuti Zidan yang sudah masuk duluan.

Kami duduk di meja dekat jendela jadi pemandangan jalanan ibukota bisa terlihat dari tempat kami ini.nampak nya restoran ini sedang mengadakan perayaan ulang tahun. Jadi terdapat discon besar-besaran. Dan tempat nya di dysen dengan sangat apik dan menarik.

Listen Me "You Love Me" (Tamat-Lengkap)Tahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon