Part 15 - Bad Mood Good Mood

406 79 45
                                    

Part ini isinya full Yena ya..
Nggak ngerti ngetik apaan, tiba2 wordsnya udah ribuan buat Yena aja, hehe..

Nggak ngerti ngetik apaan, tiba2 wordsnya udah ribuan buat Yena aja, hehe

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Yena sudah sampai di rumah setelah diantar pulang Yohan dari nonton film.

Yena tidak sabar ingin segera memakan cheese cakenya itu, tapi dia malah tidak menemukannya. Bahkan Yena sudah mencari di kulkas juga.

Yena sudah tanya Sihyun dan Doyeon, tapi mereka bilang nggak tau karena baru aja pulang ke rumah.

Akhirnya Yena beralih ke kamar Hyewon.

"Won.. Lo lihat cake di meja tengah nggak tadi ?"

"Lihat."

Yena mulai sumringah.

"Lo taruh dimana ?"

"Gue makan."

"Hah ? Semua ?"

"Iya, semua."

"Hah ?! Kok lo makan sih ? Itu kan punya gue.. Huweee.."

"Gue kirain punya gue bek.. Abis ada tulisan 'dari Yohan' gitu.."

"Emangnya lo doang yang dikasih makanan sama Yohan ?! Asal makan aja !"

"Ya biasanya Yohan selalu ngasih gue makanan, makanya gue kira buat gue.."

"Ya tanya dulu kek ke Yohan atau siapa gitu, jangan asal dimakan aja.. Hish !"

Yena hentak-hentakin kakinya saat jalan keluar dari kamar Hyewon. Rasanya tuh kesel banget.

"MAAF BEEEK.. BESOK GUE BELIIN DEH.." teriak Hyewon dari dalam kamarnya.

"NGGAK MAU ! GUE MAUNYA YANG DARI YOHAN DAN SEKARANG JUGA !"

Blam !

Yena membanting pintu kamarnya, lalu melompat ke kasurnya dan tengkurap dalam selimut tebalnya.

Yang lain sampai keluar kamar saking kagetnya sama sikap Yena.

"Ah ! Mau dapet tuh Yena.. Udah mau tanggalnya." ucap Sihyun pelan ke Doyeon dan Hyewon yang kumpul di depan pintu kamar Yena.

"Oh, ya udah biarin dulu aja." kata Doyeon."Lo sih, Won ! Asal makan aja."

"Duh, gue kan nggak tau. Besok deh gue beliin." Hyewon jadi merasa bersalah.

Sampai keesokan harinya, mood Yena masih jelek. Raut wajahnya masih suram dan cuma diam aja.

Di kelas biasanya dia banyak gibah dan bercanda sama Yuqi, tapi hari ini cuma cemberut terus sampai kelas selesai.

"Yen, lo kenapa ?" tanya Yuqi khawatir.

"Lagi bete gue, Qi.."

"Kenapa ?"

          

"Yohan ngasih gue cheese cake yang gue belum pernah coba dan pengen banget ngerasainnya, eh malah dimakan abis sama Hyewon.. hiks.."

"Ya udah, nanti beli lagi.."

"Nggak mau, gue maunya sekarang.. Gue tuh udah dari lama pengen cake itu tau, Qiii.." Yena cemberut lagi.

"Duh, kalau nyokap gue nggak minta dianterin ke tempat tante, pasti udah gue temenin.."

"Hiks.. Bukan salah lo kok.. Auk ah, bete gue.."

Yena jalan keluar sambil hentak-hentakin kakinya. Saat itu juga Yuqi ngelihat celana Yena ada bercaknya. Yuqi langsung kejar Yena dan nutupin bagian belakangnya.

"Yen.. Lo lagi dapet ?"

"Belum sih.. Tapi jadwalnya sekitar tanggal segini."

"Lo tembus tau. Pantesan lo sensi banget."

"Huweee.. Gimana niiih ? Tambah bete gue, sumpah ya ngeselin banget hari ini.."

Yena malah jongkok dan menangkupkan wajah di lututnya.

"Heh ! Kok malah ngejonggrok sih lo ? Bangun !"

"Bodok ah, bete !"

"Ada apaan sih ?" tanya Yohan yang baru keluar kelas dan sebenarnya juga penasaran karena tadi sempat nguping obrolan Yena dan Yuqi.

Yuqi akhirnya jelasin ke Yohan dan Hangyul yang cuma diam di belakang Yohan.

"Ya ampun Yena.. Entar gue beliin lagi ya kuenya.. Tapi nggak bisa sekarang, gue udah ada janji sama Hyewon.."

Yena melirik tajam ke arah Yohan.

"Nggak mau ! Sana sama Hyewon sana !"

Yena pergi lagi meninggalkan mereka yang cuma bisa bengong.

"Serem ya cewek kalau lagi dapet.." Yohan elus-elus dadanya.

"Gimana dong nih ? Dia lagi tembus juga tuh, tapi gue mesti balik." Yuqi bingung.

"Gue juga udah ada janji." Yohan garuk-garuk tengkuknya.

"Udah, balik sana kalian.. Biar gue urus.."

Hangyul jalan cepat nyusulin Yena.

Yohan menatap Yuqi cemas. "Gue malah was-was, apa bisa Hangyul balikin mood Yena? Malah takut gue kalau mereka berantem."

Yuqinya senyum "Belum tentuuuu.."

. . .

"Bebek !"

Yena berhenti dan noleh ke Hangyul dengan tatapan marah.

"Gue bukan bebek !"

"Lhah kok noleh ?"

"Hih !"

Yena jalan lagi.

"Heh Yena !" Hangyul narik tangan Yena sampai mereka berhadapan.

Hangyul lalu melepas jaketnya dan dikasih ke Yena dengan agak melemparnya.

"Tutupin dulu kek tuh bocor lo.."

Yena menatap Hangyul dan malah mewek.

"Heh.. Kenapa lagi sih kok malah nangis ? Salah apa gue ?"

Yena malah mukul pelan lengan Hangyul. "Huuu.. Terharu gue.. Ternyata lo bisa baik juga ya, Gyul.."

"Wuuu.. Kirain apaan.." Hangyul jitak pelan kepala Yena. "Buruan pake !"

Yena lalu mengikatkan lengan jaket di pinggangnya hingga menutupi bagian belakangnya yang terkena bercak.

FourEver | 99LineWhere stories live. Discover now