Persahabatan 4 cewek yang tinggal bersama, susah senang bersama, semua dihadapi bersama.
Kim Doyeon yang seorang playgirl
Choi Yena yang seorang gesrek
Kim Sihyun yang seorang keibuan
Kang Hyewon yang seorang omnivora
Bagaimana kehidupan sehari-hari...
"Yohan ngasih gue cheese cake yang gue belum pernah coba dan pengen banget ngerasainnya, eh malah dimakan abis sama Hyewon.. hiks.."
"Ya udah, nanti beli lagi.."
"Nggak mau, gue maunya sekarang.. Gue tuh udah dari lama pengen cake itu tau, Qiii.." Yena cemberut lagi.
"Duh, kalau nyokap gue nggak minta dianterin ke tempat tante, pasti udah gue temenin.."
"Hiks.. Bukan salah lo kok.. Auk ah, bete gue.."
Yena jalan keluar sambil hentak-hentakin kakinya. Saat itu juga Yuqi ngelihat celana Yena ada bercaknya. Yuqi langsung kejar Yena dan nutupin bagian belakangnya.
"Yen.. Lo lagi dapet ?"
"Belum sih.. Tapi jadwalnya sekitar tanggal segini."
"Lo tembus tau. Pantesan lo sensi banget."
"Huweee.. Gimana niiih ? Tambah bete gue, sumpah ya ngeselin banget hari ini.."
Yena malah jongkok dan menangkupkan wajah di lututnya.
"Heh ! Kok malah ngejonggrok sih lo ? Bangun !"
"Bodok ah, bete !"
"Ada apaan sih ?" tanya Yohan yang baru keluar kelas dan sebenarnya juga penasaran karena tadi sempat nguping obrolan Yena dan Yuqi.
Yuqi akhirnya jelasin ke Yohan dan Hangyul yang cuma diam di belakang Yohan.
"Ya ampun Yena.. Entar gue beliin lagi ya kuenya.. Tapi nggak bisa sekarang, gue udah ada janji sama Hyewon.."
Yena melirik tajam ke arah Yohan.
"Nggak mau ! Sana sama Hyewon sana !"
Yena pergi lagi meninggalkan mereka yang cuma bisa bengong.
"Serem ya cewek kalau lagi dapet.." Yohan elus-elus dadanya.
"Gimana dong nih ? Dia lagi tembus juga tuh, tapi gue mesti balik." Yuqi bingung.
"Gue juga udah ada janji." Yohan garuk-garuk tengkuknya.
"Udah, balik sana kalian.. Biar gue urus.."
Hangyul jalan cepat nyusulin Yena.
Yohan menatap Yuqi cemas. "Gue malah was-was, apa bisa Hangyul balikin mood Yena? Malah takut gue kalau mereka berantem."
Yuqinya senyum "Belum tentuuuu.."
. . .
"Bebek !"
Yena berhenti dan noleh ke Hangyul dengan tatapan marah.
"Gue bukan bebek !"
"Lhah kok noleh ?"
"Hih !"
Yena jalan lagi.
"Heh Yena !" Hangyul narik tangan Yena sampai mereka berhadapan.
Hangyul lalu melepas jaketnya dan dikasih ke Yena dengan agak melemparnya.
"Tutupin dulu kek tuh bocor lo.."
Yena menatap Hangyul dan malah mewek.
"Heh.. Kenapa lagi sih kok malah nangis ? Salah apa gue ?"
Yena malah mukul pelan lengan Hangyul. "Huuu.. Terharu gue.. Ternyata lo bisa baik juga ya, Gyul.."