Chapter 4

359 47 10
                                    

Tonmai menepikan mobil mereka, setelah sampai di apartemen Andrew. Dan ternyata teman-teman Tonmai, sudah ada di sana.

" P' Tonmai. "

Sapa Mon saat Tonmai menurunkan kaca mobilnya, tapi Tonmai membuat jari telunjuknya ke bibir. Pertanda untuk Mon janfan ribut, lalu menunjuk ke arah Wave dan Andrew yang tertidur.

" Masuk dulu ke mobil, aku dan Locker akan menceritakan semuanya. Sekalian kita memesan Drive Thru. "

Yang lainnya bergegas masuk ke mobil masing-masing, lalu mengikuti mobil Tonmai yang berjalan perlahan.

Locker menyalakan Ponselnya, dan mengaktifkan Zoom. Supaya bisa menghubungi yang lainnya.

" Semuanya ikut? "

Tanya Tonmai memastikan Blacklabel lengkap atau tidak.

" Punn dan Claire hadir P' Tonmai."

Kata Claire sambil melambaikan tangannya, dan Punn yang fokus menyetir.

" Mon, Korn, dan P' Top hadir P' Tonmai. "

Sahut Mon, sambil menunjuk orang yang di sebutnya.

" Namtan, Pang, Jo dan Jack juga ada P' Tonmai. "

Balas Namtan, sambil sesekali memperhatikan Pang yang menyetir.

" Ohm? "

" Masih mengurus Paradise Cafe P' Tonmai. "

Kata Namtan menjawab pertanyaan Tonmai soal Ohm. Membuat Tonmai menoleh ke arah Locker.

"  Bulan ini giliran Ohm. "

Kata Locker, mengerti arti tatapan Tonmai padanya.

" Baiklah, karena semua sudah lengkap. Aku menjelaskan secara singkat. "

Kata Tonmai, sambil tetap fokus memperhatikan jalanan.

" Kalian sudah tau tentang Andrew, yang di usir dari rumahnya kan? "

Tanya Tonmai lalu berhenti untuk memilih makanan untuk dia, Wave, Locker dan Andrew.

" Lalu P' Tonmai ?"

Tanya Pang yang sudah fokus ke layar, karena mobil Tonmai masih memilih makanan.

" Aku akan membiayai semua kehidupan Andrew. "

Bukan Tonmai yang menjawab, tapi Locker.

" Maksudmu Locker? "

Tanya Top yang kurang mengerti maksud Locker.

" Andrew akan hidup bersamaku. "

Semua orang terkejut dengan perkataan Locker.

" Kau serius? "

Teriak Claire sambil menunjuk ke arah layar.

"Sangat."

Balas Locker dengan wajah yang serius.

" Alasanya? "

Tanya Punn sambil memajukan mobilnya, karena sekarang gilirannya.

" Aku kasihan padanya, dan aku juga sudah janji padanya untuk menghidupinya mulai nanti."

" Makanya aku minta bantuan kalian, karena Andrew akan tinggal bersama Locker mulai nanti. "

Semuanya mengangguk mendengar ucapan Tonmai.

" Kalian tenang saja, aku sangat serius. Aku juga sudah membicarakan ini dengan keluargaku, jadi malam ini aku menitipkan Andrew bersama Tonmai dan Wave. "

          

Yang lain masih hanya bisa menganggukan kepalanya.

" Tapi nanti aku dan P' Tonmai tidak bisa ikut membantu kalian membawa barang Andrew. Wave dan Andrew sedang tertidur. "

" Untuk Wave aku sangat paham, dan untuk Andrew juga. Tadi aku lihat wajah Andrew sangat pucat, dia sakit kan? "

Kata Mon sambil menata khawatir ke arah layar, membuat Locker tanpa sadar mengelus kepala Andrew lembut. Tapi justru itu membuat yang lainnya berpikiran Lain.

" Wajahnya sudah tidak terlalu pucat seperti tadi. "

Kata Locker sambil tetap mengelus kepala Andrew, membuat Tonmai hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dan Para Wanita yang histeris tertahan.

Setelah itu, Mereka sedikit berbincang-bincang lalu memutuska apa rencana mereka. Soal kepindahan Andrew ke Apartemen Locker.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setelah mereka kembali ke depan kos-an Andrew, Locker membangunkan Andrew.

" Sudah sampai? "

" Sudah. "

"Ayo turun. "

" Kita tidak turun Andrew."

Andrew menatap bingung ke arah Locker.

" Kami hanya butuh kunci kos-an mu. "

Kata Namtan, lalu menyerahkan minuman botol ke tangan Tonmai.

" Tapi P',  nanti aku akan merepotkan kalian semua. "

" Tidak apa-apa berikan saja kuncimu padaku. "

Andrew merogoh kantongnya untuk mengambil kunci, dan menyerahkannya ke Namtan.

" Makanlah, selagi mereka memindahkan barangmu. "

Kata Locker, ketika sudah melihat Namtan memasuki tempat Kos Andrew. Dan langsung di lahap Andrew dengan cepat, karena sudah lama dia tidak makan enak seperti ini. Lalu tiba-tiba, Andrew teringat sesuatu.

" Locker boleh kita pergi sebentar ke Paradise Cafe? "

"Untuk apa? "

Tanya Locker kebingungan, karena cafe itu adalah milik Blacklabel.

" Aku hanya minta ijin, karena aku bekerja di sana. "

" Sejak kapan? "

Tanya Tonmai karena ikut penasaran dengan ucapa Andrew.

" Dua minggu yang lalu. "

Balas Andrew dengan sejujurnya.

" Tidak usah ke sana, aku akan mengirimkan Ohm pesan. "

Kata Tonmai sambil mengetik sesuatu di ponselnya

" Tapi...... "

" Kami adalah pemilik Paradise Cafe. "

Kata Locker memotong ucapan Andrew.

" Ah? "

Andrew keheranan mendengar ucapan Locker.

" Ini yang menerimamu kerja kan? '

Tanya Locker sambil menunjukkan foto Ohm, dan di angguki oleh Andrew.

" Paradise Cafe adalah milik kami Blacklist,  dan kebetulan bulan ini yang mengurus Ohm. "

Andrew menganggukkan kepalanya, karena sudah paham dengan ucapan Locker.

" Setelah minum obat, tidurlah. "

Kata Tonmai sambil menyerahkan obat dan air minum ke tangan Andrew, tentunya dengan gerakan perlahan. Suapaya kesayangan Tonmai tidak bangun. Dan Andrew menerima obat itu dan langsung meminunnya.

Moonlight MelodyWhere stories live. Discover now