Part 1 - KESIE

18.5K 385 23
                                    

" DIRGAAA ...... "

" OYY DIRGA HAYY PACARAN YUK . "

" IGA SINI SAYANG SAMA AKU AJA. "

" IGA - IGA LO PIKIR DIA IGA APA. DIA DIRGA PACAR GUE. "

" ADUH SAYANG JANGAN NGAKU - NGAKU GITU. KAMU KAN PACAR AKU. "

" YEH GANGGU AJA LUH. SANA KITA PUTUS."

" DIRGA.... KOK LO GANTENG SIH ? "

" DIRGA JADI PACAR GUE AJA. NANTI GUE BELIIN APA YANG LO MAU. "

" DIRGA DINNER YUKK. "

Teriakan - teriakan histeris itu terus memenuhi koridor kelas XI IPA SMA Rajawali . Entah apa yang membuat mereka berteriak seperti itu. Layaknya orang aneh para kaum hawa yang berada di depan pintu kelas atau yang ada di jendela terus saja berteriak. Dirga. Nama itu selalu mereka sebut. Mungkin sebab Dirgalah para kaum hawa itu terus berteriak. DIRGAMA GERALD PRATAMA. Cowok tampan yang diidolakan semua wanita. Parasnya yang tampan membuat para kaum hawa terpikat pada ketampanannya. Tapi sayang cowok ini terkenal dengan gelarnya playboy. Tapi seakan menutup fakta para kaum hawa mengabaikan itu dan tetap menginginkan Dirga. Bagi mereka menjadi pacar Dirga adalah suatu kebahagiaan. Karena kapan lagi bisa berdampingan dengan most wanted SMA Rajawali yang terkenal keren.

Dirga berjalan melewati koridor yang panjang itu. Dibelakangnya ada Riel dan Angga sahabat Dirga. Riel dan Angga adalah sahabat Dirga dari SMP. Ketiganya sedang berjalan bersama di koridor menuju kantin. Jika badboy pada umumnya dingin dan tidak banyak bicara tapi lain halnya dengan Dirga badboy yang murah senyum dan terkenal penolong. Murah senyum untuk memikat cewek dan penolong untuk menarik hati cewek. Dirga adalah cowok playboy kelas atas yang mantannya sudah lebih dari dua puluh cewek. Dan rata - rata hubungan Dirga dan mantan - mantannya hanya berjalan sekitar seminggu dan langsung putus. Dirgalah yang memutuskan hubungan dengan alasan bosan. Sedangkan cewek yang sudah menjadi mantannya mau tidak mau harus menerima itu.

Dirga, Riel dan Angga sudah sampai di depan pintu kantin. Niat awalnya hendak masuk tapi sebuah pertengkaran di depan mereka membuat ketiganya berhenti dulu dan menonton pertengkaran didepan mereka.

" Lo tu yah kalo jalan pake mata dong. Liat minuman gue tumpah ke lantai. Dan itu karena elo. " marah seorang cewek dengan tangan di depan dada. Terlihat jelas didepan cewek yang memakai seragam ketat itu sebuah botol minuman coklat tumpah dilantai.

" Maaf kak. Kesie nggak sengaja. " ujar cewek di depannya yang bernama Kesie. Gadis itu terlihat ketakutan dengan kepala terus menunduk ke lantai. Rambut hitam yang dikuncir satunya itu menutupi wajahnya.

" Maaf - maaf. Maaf nggak bisa buat masalah kelar. Pokoknya lo harus ganti. " Kesie mengangguk dan segera pergi ke stand tempat menjual minuman coklat tadi. Kantin masih hening menyaksikan kejadian tadi. Tapi saat melihat Dirga dan kedua temannya kantin kembali ribut.

" WOY WOYY KAK DIRGA OYY... "

" MAKIN GANTENG AJA LUH DIRGA. "

" DIRGA.. GABUNG SAMA KITA AJA. "

" DIRGA... "

" DIRGA.. "

" DIEM. " bentak Riel yang ada dibelakang Dirga. Seketika suasana kantin pun hening. Kenapa? Seluruh sekolah pun tau Riel adalah anggota geng sekolah yang terkenal GBK. Geng BK yang terkenal dengan orang - orang sangar dan kasar. Tapi itu tak berlaku untuk si ketua Dirga. Tak semua anak GBK kasar kebanyakan dari mereka yang menyimpulkan sendiri. Buktinya GBK sering mengadakan kegiatan amal. Tapi entah bagaimana pun itu yang namanya GBK pasti ditakuti.

Dirga, Riel dan Angga berjalan mengarah ke arah cewek dengan pakaian ketat yang marah - marah tadi.

" Ehh mantan. Kenapa lo marah - marah? Pake teriak - teriak lagi. " ujar Dirga saat sudah di depan cewek tadi yang ternyata adalah mantannya. Riel dan Angga segera melewati Dirga dan cewek tadi dan duduk di pojok kantin tempat anak - anak GBK SMA Rajawali biasa berkumpul.

You'll also like

          

" Ehh Dirga. Gue Felicia bukan mantan. Stop manggil gue mantan. Tapi kok lo tambah ganteng sih? " Felicia bertanya dengan nada rendah tak seperti tadi.

Dirga tersenyum " Yah elo kan tetap mantan gue. "

" WAHHH DIRGA SENYUM OYY. "

" MELELEH AKUNYA. "

" DIRGA.. SENYUMMU ITU MENAMBAH KADAR KEGANTENGANMU. "

" KAK DIRGA.... "

" DIRGA... "

" DIRGA..... "

Sontak kantin kembali riuh.

" Kenapa lo teriak - teriak tadi? " tanya Dirga kembali. Seluruh kantin pun kembali hening dan fokus pada Dirga yang sedang berbincang dengan Felicia.

" Ehh itu tadi ada adek kelas nabrak gue sampe minuman gue jatuh. Bikin kesel aja tu orang kalo gue nggak sabar yah pasti gue udah jambak tu cewek. " Felicia menjelaskan dengan sedikit emosi. Tapi kembali senyum saat melihat Dirga menatapnya. Dari kejauhan cewek tadi yang menabrak Felicia berjalan membawa sebotol minuman berwarna coklat.

" Ehh terus tu cewek bikin naik darah aja. Yah aku kan........... " Felicia terus berceloteh panjang mengenai kekesalannya pada cewek yang menabraknya. Tapi Dirga tidak mendengarnya dia terus memperhatikan cewek yang menabrak Felicia tadi yang semakin dekat. Tatapan cewek itu terus mengarah kebawah.

Dirga mengamati cewek yang sedang membawa botol minuman tadi. Dari atas sampai bawah. Baju putih seragam yang kebesaran. Rok abu - abu dibawah lutut. Dan memakai atribut sekolah lengkap. Dan rambut kuncir kuda. Dalam hati dirga terus menggumam kata cupu terus - menerus sambil tersenyum merendahkan . Cewek tadi semakin dekat dan berhenti di depan Felicia yang masih berceloteh.

" ......... Emang bikin kesel tu ce -- ganggu aja si lo. Mana minuman gue. " Felicia segera mengambil minuman yang ada di tangan si cewek dengan kasar.

" Maaf yah kak. Kesie pergi dulu. " ujar cewek itu yang ternyata bernama Kesie. Kesie hendak pergi tapi saat melihat Dirga dia terpaku. Yah Kesie pun mengakui kalau Dirga memang tampan. Dan Kesie suka padanya. Dirga menatap aneh Kesie karena Kesie menatapnya dengan senyum yang cerah. Dirga menyeringai

Dia suka gue ternyata. Mimpi aja lu pacaran sama gue. Batin Dirga

" Eh eh ngapain lo masih di sini? Sana - sana pergi. " Felicia mengusir. Kesie masih tersenyum tapi lalu dia pergi.

" Lo belajar yang bener yah udah kelas 12 harus lebih pinter biar lulus. Jangan kalah sama gue yang masih kelas 11. Gue aja rajin belajarnya. " Dirga mengacak rambut Felicia dan pergi.

" Gue baper.. " cicit Felicia. Yap. Kebiasaan Dirga bisa dibilang " Suka bikin baper anak orang ", dan yang lebih parahnya lagi Dirga sering begitu.

Dirga berjalan pergi menuju meja teman - temannya. Disana sudah ada Riel, Angga dan teman - teman mereka yang lain. Dirga duduk di kursi kantin di sebelah Riel.

" Eh si bos. "

" Bos. "

" Bos. "

Serentak anak - anak GBK memanggil Dirga dengan sebutan ' bos '.

" Ga kayaknya kita bakal tawuran lagi. " ujar Angga membuat suasana tegang. Dirga tersenyum sinis.

" Lah ayok. Kenapa emang? "

" Yah biasa anak sebelah cari gara - gara. Mereka tadi abis keroyok si Rifki. Sekarang lagi ada di rumah sakit. Abis itu mereka ngancam si Rifki. Katanya panggil bos luh gue mau ngetes seberapa kuat dia. " ujar Angga panjang lebar. Anak - anak GBK yang ada di kantin mengangguk. Sedangkan Dirga timbul senyum tipis di bibirnya. Riel? Riel dengan tatapan datarnya cuma menjadi pendengar yang baik.

KESIE ✔Where stories live. Discover now