3 | PAST AND PRESENT

39.9K 3.6K 503
                                    

"Dash!" Seseorang memanggilnya dengan sebuah bisikan pelan.

Saat itu Dashiell sedang berjalan di parkiran bawah tanah gedung tempatnya bekerja. Ia melangkah menuju sebuah mobil sedan tua dan jelek yang berhasil dibelinya dengan sedikit tabungan yang dimilikinya.

Mendengar namanya dipangil, ia membalikkan tubuh mencari sumber suara. Kedua alisnya terangkat kala memandang Alethea yang menundukkan tubuhnya di antara jajaran mobil yang terparkir rapi seakan bertanya apa yang sedang dilakukannya.

Gadis itu kemudian melambaikan tangan kanannya meminta Dashiell mendekat sambil menoleh ke kiri dan kanan, memastikan bahwa tidak ada orang yang menyaksikan mereka di sana.

Penasaran, Dashiell segera berlari pelan menujunya. Saat ia sudah berdiri di hadapan Alethea, gadis itu menarik kedua tangannya dan memaksanya berjongkok di samping sebuah sedan putih.

"Apa yang kamu lakukan?" tanyanya.

Kontan Alethea membekap mulutnya dengan sebelah tangan sementara tangan satunya lagi berada didepan bibir dengan jari telunjuknya mengisyaratkan Dashiell untuk tenang.

Dashiell kemudian menyingkirkan tangan ramping itu dari mulutnya. "Ada apa?" tanyanya lagi kali ini dengan cara berbisik mengikuti permintaan Alethea.

"Aku baru saja melihat mobil papa."

Jawaban itu membuat bibir Dashiell membulat membentuk sebuah hufuf O besar. Pantas saja gadis ini bersembunyi, khawatir bahwa David akan mempertanyakan keberadaannya di sini.

"Jadi, apa yang kamu lakukan di sini, Ally?"

Alethea tersenyum manis sebelum melepaskan tas ranselnya kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam sana. Sebuah kotak pipih panjang yang dihias dengan sebuah pita berwarna emas.

"Happy monthsary!" seru Alethea setengah berbisik sambil memberikan kotak tersebut kepadanya.

"Masih tiga hari lagi hingga tanggal jadi kita, Ally," ucapnya tidak menerima hadiah tersebut.

Tangan Alethea turun dan bibirnya menjadi manyun. "Mama akan mengajakku ke rumah nenek besok untuk beberapa hari kedepan."

Melihat ekspresi kecewa kekasihnya, Dashiell menghela napas pasrah kemudian meraih kotak hadiah yang hampir menyentuh lantai semen tersebut. Sebuah senyum polos kembali menghiasi wajah Alethea saat ia memandangi tangannya yang menarik pita dan membukanya.

Matanya jatuh pada merek terkenal yang tercetak di kotak tersebut. Ia tahu bahkan sebelum membukanya bahwa apapun isi yang ada di dalamnya bukanlah barang murah. Tidak mau mendebatkan masalah ini pada perayaan monthsary mereka yang lebih cepat 3 hari dari seharusnya, Dashiell pun membuka kotak tersebut.

"Trims," ucapnya saat sebuah dasi berwarna ungu gelap beserta dengan tie clip silver menyambutnya.

"Kamu tidak pernah memakai dasi, apa kamu menyukainya?"

Pandangan polos yang diterimanya membuatnya tidak tega berkata bahwa ia memang tidak pernah menghadiri acara-acara yang mengharuskannya untuk mengenakan dasi. Maka Dashiell mengangguk.

Senyum mengembang yang menghiasi wajah Alethea jelas sepadan dengan kebohongan kecilnya. Meskipun ia tidak tahu kapan akan mengenakan dasi ini, Dashiell akan menyimpannya baik-baik karena ini adalah pemberian Alethea.

"Siapa yang mengantarmu ke sini?"tanya Dashiell kemudian.

"Taksi." Alethea menjawab sambil mengigit bibirnya kecil.

Long Ride Home [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang