StepFour.

106 15 0
                                    

" gilaa gilaaa, mampuss gueee!!! "

" AKHHHHHH "

Gue lari-larian di koridor.

Nyari si Jaemin.

Gudang informasi dia doang.

" JAEMIN!! JAEMMM! "

Gue teriak-teriak di koridor.

Sekoridor ngeliatin gue.

" hh.. jaem.. hhh jaemh.. "

Ngos-ngosan anjir.

" eh lu ngapa nge desah disini "

" capek bego "

" ada paan sih "

" hhh.. buku.. hh.. sejarah.. yang lu pinjem.. manaahh "

" udah gue balikin lah "

" ke? "

" ke toko buku "

GILA GUE CAPEK!

" hh.. toko buku manahh "

" deket persimpangan sekolah lah "

Gue langsung ngibrit lagi keluar kelas Jaemin.

Gue butuh banget buku itu.

Kenapa?

Karna gurunya males jelasin dan males nyatet.

Jadi harus baca sendiri, DAN...

Tugasnya dikumpulin 2 hari lagi.

' SEJARAH I'M COMING! '
.
.

CLING!

Duh, pintunya pake ada suara ginian segala.

Gue langsung ke konternya.

" mas, buku sejarah kelas X di sebelah mana "

" di sebelah kiri yang ke dua "

" ok, makasih "

Hah, masih ngos-ngosan jir.

/masa author ikut ngos-ngosan/

" sejarah, sejarah, kelas x kelas x "

Ha! Dapet.

" ah, banyak banget versinya "

Demi apa, gue harus bawa semua gitu?

Mana tebel-tebel.

OK! Demi bapak sejarah ku tercintahh.

Gue ambil 5 buku tebal itu.

" ughh berattth "

Gue jalan, pelan-pelan.

Takut ada orang.

BRUK.

Tuhkan nabrak.

Anjir, kaki gue.

" ahh, jinjja! aghhh "

" ah, gwenchanha-yo? "

" ketimpah, aduhh "

Suara cowok.

Dia langsung bantuin gue beresin buku.

" ah, biar saya aja "

" gpp, kaki kamu sakit "

Gue nengok.

Duh ga keliatan.

Ketutupan rambut.

Eh, rambut item..

HOSHI?!

" ah, kak hoshi? "

" kamu, ven? "

" iya "

" kebetulan ketemu disini "

Duh canggung.

Gue ' hehe hehe ' aja.
.
.

" biar aku aja kak "

" gausah, liat tuh kaki, biru kan "

Gue cuma nunduk aja.

" gimana kalo mampir ke cafe dulu, sekalian lurusin kaki kamu "

" ah, boleh. kebetulan lagi haus "
.
.

Gue mesen vanila blended, as always.

Hoshi mesen americano.

Gue cuma liatin aja.

" kamu minjem buku sebanyak itu buat apa? "

" buat tugas sejarah kak "

" bukannya kamu anak mipa? "

" mau masuk mana aja sejarah tetep ada kak "

" hm, waktu aku gaada sejarah loh "

" sesuka gurunya aja kak "

Hiyaa dia senyum-senyum.

Gue ikut senyum lah.

" kamu lucu juga ya "

" eh? "

" engga engga "

' lucu katanya '

Padahal gue biasa aja deh.

Gue liatin dia.

Ih salting dia.

Lah kenapa?
.
.

" ven! "

Gue nengok ke asal suara.

Yap haechan.

Haechan ngeliat gue aneh jalan ama hoshi.

" abis darimana ven? "

" toko buku "

" buat sejarah? "

" iya "

Haechan ngeliat ke hoshi.

Tatapan gasuka gitu deh.

" sini biar gue yang bawa "

Dia narik plastik yang di pegang hoshi.

Duh gue bingung, kenapa sih haechan.

Gaenak gue ama hoshi.

" tas lu masih di dalem kan? Ayo sekalian gue anter pulang "

" eh gausah chan, gue naik bus aja "

" udah mau maghrib ven "

" gapapa... "

Dia narik tangan gue.

" eh, makasih ya "

Haechan langsung narik gue abis ngomong gitu ke hoshi.

Gue liat hoshi, dia diem aja.

H- gue cuma bisa natap mereka dari belakang.

Ada urusan apasih haechan sampe langsung narik ven gitu.

" huh, emangnya dia si... "

Apa..

" ven pacarnya haechan? "
.
.
.





•duh haechan apasih, gaenak ama hoshi -vn
•panas gue ven -hc
•ah, begitu -hs

paradise ㅡ haechanWhere stories live. Discover now