seven: oops

2K 713 238
                                    

itu di part sebelumnya si pelaku bilang case nya limited malah dijudge WKWK DASAR








Hari ini lima sekawan itu berniat untuk membuktikan dugaan Jinyoung, soal Yoon Sanha anak kelas sebelah.

"Coy, masa iya hantu punya handphone, udah gitu dipakein case limited lagi?" Celetuk Jaemin.

Hina menoyor kepalanya kemudian membalas, "Yaudah sih ah kalo gak mau ikut ketemu Sanha ya sana."

"Sssstt udah ayok jadi gak?" Kata Eunbin.

"Tau nih Jaemin bacot."

Mereka sampai di depan 11 IPA 1, kelas itu masih sepi, wajar karena hari masih sangat pagi. Terlihat hanya ada Sanha yang memainkan handphone dengan case biru berjangkarnya, dan Hyeyeon duduk di depannya.

"Pas tuh, Sanha nya udah dateng. Buru." Kata Jaemin, sementara Siyeon si tokoh utama diam saja dan menunggu dentingan di handphonenya.

Bukan, bukannya ia merindukan si orang asing.

Hanya berjaga jaga kalau saja si orang asing itu mengawasinya entah dari mana.

"Sanhaaaaa" panggil Jinyoung.

Sanha dan Hyeyeon keduanya mendongak. Hyeyeon hanya tersenyum kecil, sementara Sanha melambai.

"Weh nyoung! Sini lo pada masuk aja!" Katanya.

Jinyoung melirik keempat temannya kemudian mengangguk, pertanda isyarat dari 'ayo masuk'

"Pada kenapa nih ke sini?" Tanya Sanha sambil memasukkan handphonenya ke dalam saku celana.

Mata Siyeon cukup jeli dan memang benar case handphone cowok itu sesuai dengan yang disebutkan di SMS kemarin.

"Gakpapa, San. Oiya btw kemarin gue kan bilang mau bluetooth game dari handphone lo. Sini pinjem dong." Ucap Jinyoung.

Sanha mengangguk. Sebelum memberikannya, ia menahannya sebentar lalu berkata, "Jangan buka yang lain lain." Katanya.

Jaemin, Siyeon, Hina, dan Eunbin saling menatap dengan tatapan yang sama. Mereka curiga.

Jinyoung mengangguk. "Sans. Eh tapi handphone gua lagi dicharge di kelas. Gue bawa bentar ye?" Katanya.

Anehnya, Sanha mengangguk.

Kelima anak itu kembali ke kelas yang isinya baru mereka berlima, kemudian membuka fitur pesan singkat di handphone Sanha.

Mama
iya ma, nanti...

Operator
Sisa pulsa anda...

+02938726
iya udh gue...

"Fak." Umpat Siyeon pelan begitu melihat pesan ketiga.

"Yeon..j-jangan bilang itu nomornya...?" Ucap Eunbin gemetar.

Ketiga lainnya menatap Siyeon penuh tanya.

"Iya, itu nomor si orang asing." Kata Siyeon.

Jinyoung lekas menekan percakapannya.

[sisi sebelah kiri itu orang asing, sebelah kanan sanha]

Yesterday

udah buruan
15.43

gimana?
15.44

ganti case lo
15.44

limited anjir!
15.45

lu udah jadi hantu juga gentayangan mulu
15.45

gimana sampe bisa smsan sm org idup sih!?
15.45

hhh gue ada kemampuan komunikasi sama org idup
15.45

lo kerumah gue, casenya di situ.
15.45

anjrit kaga mau!
15.46

buruan anjir! biar dia ngiranya elo yang neror!
15.46

hhhhhhh ya!
15.47

Today

gimana?
05.27

iya udh gue ganti case gue.
05.28

Kelimanya saling menatap.

"Jadi kesimpulannya, si orang asing ini udah meninggal dan...?" Ucap Jaemin menggantung. Siyeon diam, benar benar merasa takut.

Hina dan Eunbin gemetar.







"Dan bukan Sanha pelakunya, tapi dia kenal dan sekongkol sama mayat ini." Sambung Jinyoung.












dding!

from : +02938726

jadi, gimana?;)


++

astagfirullah sumpah aslian kalo ini fail kalian bilang aja ke aku alajjsvshsv

messages. / park siyeonWhere stories live. Discover now