11 • stay

9.3K 1.8K 1K
                                    

KANGEN NGGAK!?? LONG CHAPTER NIH!

KANGEN NGGAK!?? LONG CHAPTER NIH!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

— Namire

Gue adalah tipikal manusia yang selalu memikirkan sesuatu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gue adalah tipikal manusia yang selalu memikirkan sesuatu. Baik itu hal besar, hal kecil, bahkan hal yang tidak penting pun kadang masuk ke dalam pikiran gue. Gue selalu curious, wondering, pokoknya orangnya kadang kepo lah terhadap sesuatu. Bahasa kerennya, rasa ingin tahu gue sangat besar. Kadang juga enggak bisa tidur kalau hal yang gue pikirkan tidak menemukan secercah jawaban.

Akhir-akhir ini, setiap kali melihatnya, ada banyak pertanyaan dalam kepala gue tentang orang seperti apa dia. Gue memang belum kenal Skylar sepenuhnya, tapi dilihat dari penampilan, cewek itu terlihat seperti orang bodoh yang dikelilingi kesederhanaan. Polos, apa adanya dan kadang juga sulit diartikan ketika diam menatap kosong ke depan.

Pernah sekali, kejadiannya lumayan lama kira-kira waktu gue semester 3 dan Skylar adalah mahasiswa baru yang saat itu gue kader fakultasnya. Waktu itu gue buru-buru keluar dari Indomaret dekat kampus setelah beli minum, soalnya gue ada agenda jam 3 sore menghadiri pembubaran panitia Bakti Sosial. Waktu hendak naik ke motor, gue enggak sengaja melihat cewek berkemeja putih memakai rok hitam panjang semata kaki serta sepatu pantofel hitam, lengkap dengan name tag yang tergantung di leher sedang berdiri di depan warung makan ayam geprek yang persis di sebelah Indomaret. Dia menatap lurus ke depan. Entah apa yang dipikirkannya waktu itu.

Gue tahu dia siapa, cewek yang sempat jadi trending topic di sekre BEM karena video alaynya yang sudah ditonton ratusan ribu sama orang di instagram. Gue udah berniat memasang helm di kepala supaya dia enggak melihat dan menyapa gue seperti biasanya (terkadang sapaan adik tingkat risih bagi gue), ketika tiba-tiba saja ada bocah cilik penjual tissue yang entah umur berapa menghampirinya. Anak kecil itu berantakan, kulitnya cokelat terbakar matahari, bajunya bolong dibagian ketiak dan sandal yang dipakainya juga terlihat tidak layak pakai.

"Mbak'e, beli tisu mau?" begitu yang gue dengar dari mulut anak kecil penjual tissue itu sehingga gue menjeda aktivitas memasang helm di kepala.

"Mau. Harganya berapa, dek?"

My Brainiac Boyfriend Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang