part 16^^

17.6K 539 7
                                    

Hai.. hai semua reader tercinta.. mohon maaf yah karena minggu kemarin book lilianne ga' update tapi tenang hari ini author akan update hihihi...  yang uda ninggalin jejak dan udah mau cuap-cuap disini makasih banget yang belum buruan tinggalin jejak dengan vote dan yang mau cuap-cuap juga boleh syaratnya menggunakan bahasa yang sopan ya..

Ok..ok

Enjoy ^^

***

        Kubawa tas cantik milik Lilianne ke dalam mobil,aku mengendarai mobil seperti seorang bajingan yang sedang kesetanan dan aku tidak peduli. Sialan... sepertinya jalanan hari ini tidak mendukungku mobil-mobil lain memadati hampir melebihi setengah badan jalan dan sisanya digunakan oleh pengendara motor. Meski aku tahu Jack dan anak buahnya sudah berada disana untuk menangkapnya tapi aku masih belum puas harus aku yang menghalanginya dan tangan ini terasa gatal ingin sekali memukul wajahnya.  Disepanjang jalan aku selalu teringat dia mulai dari bentakkannya hingga senyumannya namun seketika bayangan itu berganti dengan dia yang sedang menderita.

            Aku tidak berbohong saat mengatakan padanya aku tahu tentang dirinya,aku bahkan telah jatuh cinta dan ingin memilikinya saat pertama kali melihatnya. Aku tahu masa lalunya begitu menakutkan untuk dihadapi anak seumurannya,aku juga tahu sulitnya dia menghadapi kenyataan bahwa dia harus kehilangan anak diusia yang sangat muda. Aku tidak pernah mengatakan padanya seberapa banyak hal yang aku tahu tentang dia karena aku hanya ingin dia yang membaginya denganku secara suka rela. Aku tahu di balik sikapnya yang tegar itu dia begitu rapuh ketegaran yang ia miliki hanya untuk melindungi dirinya dan sang adik.

            Kini aku telah sampai di bandara dan aku menanyakan lokasi pasti tempat Albert berada. Aku berlari menuju jalan yang telah diberitahukan Jack,disana Albert telah dikepung oleh Jack dan anak buahnya. Aku bersyukur telah bekerja sama dengan Jack karena dia orang yang sangat kompeten. Aku belum bisa bernafas lega karena aku tidak menemukan Lilianne disana. Aku menggeret Albert menuju mobilku di belakangnya ada Jack dan anak buahnya yang mengikuti kami dari belakang. Aku membawanya ke rumah Lilianne yang letaknya tidak begitu jauh dari bandara dan disana ada Emma dan Ge yang sudah menunggu. Sesampainya disana aku mendorongnya hingga dia jatuh tersungkur mungkin karena mendengar keributan Emma dan Ge keluar dari dalam dan melihat Albert.

            " Kau sembunyikan dimana kakakku?" kata emma penuh dengan emosi

 Tapi Albert hanya menyeringai menyebalkan. Ingin rasanya aku memisahkan bagian-bagian tubuhnya lalu meremukannya menjadi abu,sebelum aku melakukannya Emma sudah menendangnya dengan kakinya yang indah. Wow.. aku kagum dengan adik dari wanita yang kucintai di balik penampilannya yang menakjubkan ada wanita yang kuat didalamnya.

            " Aku pernah mengingatkanmu jangan pernah melukai Lilianne. Sekarang katakan dimana dia? atau akan kukuliti tubuhmu lalu menaburinya dengan garam dan cuka." Aku melihat Ge memandang kagum ke arah Emma ,tidak itu bukan kagum dia benar-benar terpesona. Pandangan itu mengingatkanku dengan cara pandangku untuk wanitaku,itulah kenapa aku tidak pernah cemburu saat melihat Ge dekat dengan Lilianne. Albert merinding ketakutan melihat sikap Emma.

            " Ini semua karena salah kalian. Kau Ge lebih memilih meninggalkanku demi wanita yang tidak tahu diri, Kau Emma telah merebut perhatian dari kekasihku saat pertemuan pertama kalian dan Dean Finland kau telah membuat perusahaanku hampir bangkrut demi Lilianne. Dan demi menyelamatkan milikku satu-satunya aku telah menjualnya."

            " Kau gila Albert..  kau tahu dia selama ini baik denganmu bahkan disaat terakhir kalinya dia memilih bertahan denganmu daripada mengikutiku pindah agensi."

            " Kau jual kepada siapa?"

            " Seseorang bernama James"

James aku tahu dia,mantan kekasih Lilianne yang telah menghancurkan hatinya.Jack sudah berada disampingku memberikan isyarat bahwa semua bukti sudah terkumpul sudah saatnya menyeretnya ke penjara. Aku menjauhkan Emma dari Albert,dan menenangkannya. Jack telah membawa Albert pergi untuk dibawa ke kantor polisi. Akan kupastikan dia akan lama disana.

***

            Sudah hampir seharian aku diruangan menyeramkan ini,sendirian dan dingin. Aku merasa lelah dan lapar tapi aku sama sekali tidak bisa tidur dan makan bukan karena aksi protesku tapi karena ruangan ini dan makanan yang disajikan benar-benar tidak bisa kumakan. James datang membawa bantal dan selimut padaku,dia melirik ke arah makanan yang tadi dia bawa.

            "Kenapa kau tidak memakannya? Bukankah kau sangat menyukai bubur?" Aku hanya diam,tidak ada tenaga untuk berdebat padanya hanya mataku memancarkan penolakan. Dia bilang dia mencintaiku tapi makanan yang tidak kusukai dia anggap aku menyukainya.

            Dahulu aku pernah memakannya hingga habis namun beberapa menit kemudian aku memutahkannya kembali hingga tidak ada lagi sisa-sisa dari bubur sialan tersebut dan kali ini aku tidak akan mau memakannya kembali. Aku akui aku dahulu terlalu buta akan cinta hingga tidak bisa berpikir apa yang baik dan apa yang tidak atau aku berpikir aku telah jatuh cinta dengannya hingga aku rela melakukan apapun. Aku tersadar saat dia mulai menjambak rambutku dan memaksaku menelan makanan itu hingga membuatku tersedak tapi dia tetap tidak peduli. Bibirku terasa perih saat benda itu seperti tidak sengaja menggores sudut bibirku dan penampilanku saat ini pasti terlihat buruk karena ada bubur berhamburan dimana-mana. Dia pergi membawa mangkuk kosongnya dan aku memuntahkan semuanya . Dia kembali dengan wajah yang lebih marah dari sebelumnya. Oh… God apa yang akan dia lakukan..

***     

 Nb. pemberitahuan mulai tanggal 30-10 juli 2014 author ijin g update semua cerita dulu ya karena harus Ulangan Akhir Semester hehe.. don't miss me ;-)

bye...bye..

the Cherrys- book of lilianneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang