Hari ke: 17

1.9K 384 115
                                    

Hari ketujuh belas

"Pulang lah."

Aku terlonjak, mengira kalau itu adalah Alana.

"Ah, ya. Sebentar lagi." Aku tersenyum canggung pada Lia yang bersiap-siap pulang. Aku sampai hafal jamnya. Setiap jam lima lewat satu menit, ia pasti sudah berganti pakaian seolah sudah muak berada di dalam tempat ini.

"Kamu menunggunya?"

Aku hanya mengangguk. "Kamu tahu kenapa dia tidak datang kemari lagi? Kamu temannya, kan?"

Lia terdiam sejenak. "Ya, aku temannya dan tidak, aku tidak tahu alasannya."

"Oke." Balasku enggan. Aku ingin sendirian.

Mungkin ia mengerti gerak tubuhku. Sesaat kemudian, ia pamit kemudian menghilang dari hadapanku.

Mengapa hidup ini penuh dengan teka-teki?

***

sungguh kau buatku bertanya-tanya
dengan teka teki teki teka tekimu

masa ada bagian yang gue gak bisa nyanyiin dah yang

"teka teki tekatektikteakitekiteAKTEKI MU"

tiba-tiba gitu asu 

ya maaf guys gua gabut

btw, dediket harian lagi untuk yang sering komen HAHA yaitu:

rujak-cingurpel0ukean- dan alghaps2!

sayang kalian yah muah

Ivonne, calcutepie.

AlanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang