Tentatio

113K 5.9K 308
                                    


"Yang Mulia, keadaan tidak bisa ditolerir lagi. Ini sudah lewat dari situasi aman. Rakyat mengalami penderitaan parah. Pencurian tidak lagi diam-diam. Bangsa Viking juga menjarah kapal-kapal dengan kejam di lautan Kitnalta. Pemuda-pemuda banyak yang keluar dari kerajaan lalu memilih menjadi perompak. Keadaan sudah bukan main-main lagi, Yang Mulia."

"Kira-kira berapa lama kita bisa bertahan?"

Pertanyaan itu terlontar dengan dingin dari bibir tipisnya. Mata sayunya menatap lepas ke arah bawah, tempat taman kerajaan dipelihara. Pemandangan indah tidak bisa mengalihkan pikirannya sedikit pun. Nasib semua orang ada di tangannya dan itu bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dengan mudah.

"Semua tergantung situasi saat ini. Bukan hanya kaum Viking dan Lleber yang menjadi masalah. Para penyihir dan pemuja setan mulai tidak terkontrol. Mereka semakin kuat setiap hari," sang penasihat kerajaan menunduk sebentar lalu menyampaikan lagi informasi yang diinginkan sang raja. "Beberapa penyihir Sorgin ditangkap dua hari lalu, tetapi mereka berhasil kabur. Dan pemimpin pemuja setan, Szandor telah mengakui bahwa dia yang bertanggung jawab atas ritual yang merenggut lima nyawa rakyat kita."

Sang raja menghela napasnya pelan. Langit terlihat cerah di luar sana, tetapi naungan di bawahnya tidak secerah itu. Ada banyak masalah yang terjadi di kerajaannya. Jauh matanya memandang ke depan sampai berhenti di satu titik. Hutan yang sudah lama terkutuk oleh jutaan laknat berdiri di depan kerajaannya. Hutan itu ada jauh sebelum kerajaannya dibangun oleh nenek moyangnya. Letaknya hanya terpisah sungai Moria. Tempat terlarang bagi siapa pun yang memasukinya. Banyak hal tersembunyi di sana termasuk perjanjian yang dibuat manusia.

"Yang Mulia-"

Sang raja tersentak kaget karena teguran dari penasihatnya. Beberapa detik yang lalu dia tergoda oleh hutan itu. Seakan ada tangan yang menarik-nariknya untuk masuk. Membuai setiap relungnya untuk melangkah ke dalam hutan. "Aku ingin seseorang yang bisa menangani situasi ini. Hutan penggoda itu semakin mengerikan. Cari orang itu segera!"

Sang penasihat masih diam di tempatnya setelah rajanya berlalu masuk ke kamarnya. Ucapan rajanya adalah titah yang harus dilaksanakan segera. Mencari seseorang yang dimaksud tidaklah mudah. Orang yang bisa menangani situasi sulit kerajaan dan juga orang yang pandai bertarung sebagai kategori harga mati. Lalu seseorang yang tidak akan tergoda oleh apa pun, itulah yang menjadi syarat utama dalam pencarian ini.

➴➵➶

"Ada apa? Kenapa semua pemuda berkumpul di halaman kerajaan?"

Kepala dengan mahkota indah itu mengintip dari jendela kamarnya. Dia melihat kepala penasihat kerajaannya tengah berbicara dengan salah satu petarung kuat milik kerajaan. Lalu tidak lama dari itu, satu persatu pemuda-pemuda itu diberi pedang kemudian maju melawan petarung kerajaan. Tidak butuh waktu lama semua tumbang. Sang petarung berotot besar mengangkat tangannya, memamerkan kehebatan yang dia punya kemudian menantang orang-orang yang berani menghadapinya.

"Saya dengar sang raja tengah mencari orang baru untuk kerajaan," jawab pelayan yang tengah membereskan tempat tidur sang putri.

"Posisinya penting?"

"Maaf, lebih dari itu saya tidak tahu, Tuan Putri," jawabnya sambil berlalu dari kamar sang putri.

Sesaat setelah pelayan keluar dari kamarnya, masuklah pria gagah dengan sorot mata hangat menatap sang tuan putri yang masih berdiri di sisi jendela. Dia mendekat lalu menepuk bahu sang putri.

"Apa yang kaupikirkan, Adikku?" tanyanya.

Sang putri menoleh melihat kehadiran kakaknya di sana. Pangeran yang juga nantinya akan menjadi raja. Digelengkan kepalanya pelan lalu menatap langit cerah yang seakan mendukung indahnya cuaca. "Hanya sedang melihat para pemuda melawan petarung kerajaan," jawabnya. Ia diam sesaat kemudian bertanya kembali. "Kudengar ayah mencari orang baru untuk kerajaan? Untuk apa?"

DUNKELHEIT [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang