21

1.6K 188 74
                                    

Sinb memandang Taehyung tak percaya, bisa-bisanya ia berucap seperti itu.

Ah, tentu saja bisa, Taehyung mana tahu kejadiaan yang sebenarnya lantaran ia mabuk berat, sama sekali tidak sadar akan dirinya, kesadarannya hilang.

"Kau yang duluanㅡ"

"Kau ingin mengatakan aku yang memperkosa mu?! Yang benar saja!" potong Taehyung tajam.

"Kau mencari kesempatan dalam kesempitan saat aku mabuk! Kau pasti menggodaku saat aku mabuk!"

"Tidak, itu tidak benar!"

"Mana ada maling yang mengaku!"

"Lihat, kau sendiri bahkan merobek piyama ku," Sinb menunjuk piyamanya yang tergeletak di lantai.

Taehyung menjadi bungkam.

"Kau menarikku, melakukannya dengan paksa dan juga kasar. Aku bisa apa? Memberontak? kau menahanku cukup kuat." ucap Sinb matanya yang bengkak itu mulai memerah, ia menahan tangisnya.

"Arghh! Sekarang akan ku usir kau dari rumahku! Aku tidak mau terikat lebih jauh dalam pernikahan ini!" Taehyung berjalan kearah Sinb, menarik kasar pergelangan tangan wanita itu agar bangun dari kasurnya.

"Taehyung sakit!" ringis Sinb seraya tangan kirinya menahan selimut ditubuhnya agar tidak terlepas, Taehyung menariknya dengan kasar, terlebih juga badan Sinb yang masih sangat sakit dan bagian kewanitaannya juga masih terasa perih dan ngilu akibat ulah Taehyung tadi malam.

"Cepat!" paksa Taehyung masih terus menarik Sinb membawanya keluar dari kamar.

"Taeㅡ" Sinb memeganggi kepalanya yang tiba-tiba  menjadi pusing, penglihatannya mengabur, dan menjadi gelap.

Taehyung menahan tubuh Sinb yang hampir terjatuh ke arahnya, dengan terpaksa Taehyung kembali membawanya menuju kamarnya itu kemudian merebahkannya di kasur.

"Pakai pingsan segala, benar-benar menyusahkan!" erang Taehyung frustasi.

Taehyung menatap wajah Sinb lamat-lamat, tangannya bergerak menjauhkan rambut legam yang menutupi wajah Sinb.

"Cih! Apa yang kulakukan!" ucap Taehyung jijik.

Matanya beralih menatap ke bagian leher dan tengkuk Sinb. "Ini ulahku?" gumamnya melihat warna keungguan disana.

"Sial!" Taehyung menggerang frustasi, lalu meninggalkan Sinb disana.

****

Sinb memenganggi kepalanya yang masih terasa pusing.

"Koper siapa ini?" Sinb memandangi bingung koper itu.

"Sudah sadar? Cepat pakai pakaianmu, lalu keluar dari rumah ini." ucap Taehyung yang sedari tadi menunggu kesadaran wanita itu.

"Apa maksudmu?"

"Kau lupa? Aku sudah mengusirmu!"

"Tidak! Aku tidak mau..." ucap Sinb lirih.

"Kau itu tidak tahu malu? Sudah ku usir tapi masih tidak pergi juga!" sinis Taehyung.

"Cepat pakai pakaianmu!" suruh Taehyung.

"Jangan sampai aku menarikmu keluar tanpa busana!"

Baik, Taehyung tidak pernah main-main dengan ucapannya, ia geram, ia menarik Sinb membawanya keluar.

"Sakit Taehyung!"

"Taehyung tunggu!"

"Tolong berhenti!"

"Biarkan aku memakai pakaianku dulu..."

Taehyung melempar koper besar itu diteras rumahnya dan juga mendorong tubuh Sinb.

"Aku beri waktu 5 menit untuk kau memakai pakaianmu! Cepat!"

"Aku akan memakainya didalam kamarku sebentar."

"Tidak, pakai di gudang sana!"

"Taㅡtapi..."

"Waktumu tersisa 4 menit lagi."

Sinb menghela nafasnya pendek, ia pergi ke arah gudang di samping rumah besar itu.

"Sudah selesaikan? Cepat pergi, tunggu apa lagi?!" ucap Taehyung saat Sinb tiba.

"Kau tega mengusirku? Membiarkanku pergi? Hari sebentar lagi akan hujan." ucap Sinb mendongak ke atas memperhatikan langit yang mendung itu.

"Tentu saja tega, kau ini bukan siapa-siapaku heh! Sebentar lagi aku akan menceraikanmu!"

"Cepat pergi dari sini!"

Sinb pasrah, ia melangkahkan kaki nya pergi dari rumah besar itu, ia tidak bisa untuk bertahan disana, meski ia berusaha sekalipun. Taehyung benar-benar orang yang nekad dan akan melakukan apa saja.

Sinb memperhatikan rumah itu dengan sendu, lalu kembali melangkahkan kakinya entah kemana.

Tak henti-henti ia terisak, sampai tak menyadari langit yang sudah semakin mendung dan menggelap kemudian di susul air hujan yang turun membasahi bumi.

Sinb mendongak ke atas, butiran-butiran air itu turun semakin deras, membuatnya harus mencari tempat untuk berteduh.

"Diㅡdingin sekali..." Sinb mengesek-ngesekan kedua telapak tangannya dan meniupinya untuk menggurangi rasa dingin.

Sudah hampir malam namun hujan tak kunjung reda melainkan semakin deras. Sinb masih duduk di halte itu sedari tadi menunggu redanya hujan.

****

Sinb membuka matanya pelan, memperhatikan setiap sisi sudut ruangan yang tidak familiar untuknya.

"Aku ada dimana..." ucap Sinb pelan dengan mata yang sayu itu.

Ia berusaha untuk bangun, "Arghh..." Sinb memegangi kepalanya.

"Jangan banyak gerak dulu, kata dokter kau harus banyak istirahat, kau sekarang demam tinggi."

"Juㅡjungkook?"

Jungkook yang entah sejak kapan sudah berada di kamar itu tersenyum kecil.

"Apa yang terjadi, aku ada dimana?"

"Aku menemukanmu berada di halte sambil menggigil kedinginan dan saat aku mendatangimu kau tiba-tiba pingsan,"

"Kau ada dirumahku sekarang."

****

"Appa, eomma?!" Taehyung sedikit terkejut akan kehadiran orangtuanya itu.

"Selamat pagi sayang," ucap ny.Kim tersenyum berjalan ke arah ruang makan.

"Loh masih kosong? Apa Sinb belum menyiapkanmu sarapan?" tanya ny.Kim melihat meja makan yang kosong itu.

Taehyung tidak menjawab, melainkan malah bertanya, "Kenapa kalian tidak mengabari terlebih dulu? Kapan kalian pulang? Bukankah kemaren kalian pergi ke Daegu?" tanya Taehyung bertubi-tubi pada orangtuannya itu.

"Yang kemaren itu di batalkan, kami akan pergi siang nanti, jadi kami menyempatkan kesini sebentar sebelum pergi,"

"Ngomong-ngomong dimana Sinb?"

"Tumben sekali, apa dia belum bangun?"

"Ah itu..." Taehyung sedikit berpikir.

"Dia sudah ku usir." ucap Taehyung kemudian.

"APA?!" kaget keduanya bersamaan, dan beruntung saja keduanya tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

"Dia... Sudah berselingkuh, dia menghianatiku."

TBC


Siapa yang makin kesel sama Taehyung?😂

...

Hope🙏 Give me Vote and Comment^^


Thankyouu and See you.💜

I'm Sorry ; Kim Taehyung ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang