25

1.5K 191 88
                                    

Taehyung POV

Akhirnya yang kutunggu-tunggu sejak lama terjadi juga, meski harus menunggu kurang lebih 9 bulan lagi, yah tidak masalah, paling tidak aku akan resmi bercerai dengan Sinb, wanita yang sangat ku benci itu.

Semejak kepergiaan kekasihku, Irene. Hidupku tidak ada bahagianya, aku hidup dengan kegelapan, penuh kebenciaan dan juga dendam.

Semua ini karna perjodohan sialan itu, perjodohan itu yang membuat semuanya menjadi hancur, karna perjodohan itu aku kehilangan orang yang sangat ku cintai.

Entahlah, sekarang aku seperti orang yang tidak waras sendiri. Aku memandangi diriku yang toples di depan cermin sambil tersenyum.

Ternyata tidak sia-sia juga untuk memfitnahnya, hanya dengan mengatakan dia berselingkuh dan menghianatiku orangtuaku langsung percaya begitu saja.

Andai saja aku melakukannya dari dulu, pasti aku tidak akan susah-susah membuatnya untuk tidak betah dan langsung menggugat cerai.

Tidak susah-susah melakukan kekerasan dan merusak beberapa barang mahal, terlebih juga tidak usah susah-susah meniduri para jalang agar dia menjadi sakit hati.

Yah, asal kalian tahu, sekeras bagaimanapun aku memperlakukannya dia tetap tidak menyerah.

Saat ku tanya kenapa, dia menjawab.

"karna aku mencintaimu."

"Karna apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak dapat diceraikan oleh manusia."

Jika saja tidak ada hukum, tidak ada jeruji besi didunia ini maka aku akan membunuhnya ditempat saat itu juga.

Cinta, cinta.

Aku muak setiap ia mengatakan cinta. Harus berapa kali kukatakan? Aku tidak mencintainya, tidak akan mencintainya, tidak akan pernah.

Aku juga mengutuk diriku sendiri, saat aku menyetubuhinya, sungguh saat itu kesadaranku benar-benar hilang akibat efek alkohol.

Awalnya kukira dia yang menggodaku, sampai aku bisa menyetubuhinya, tapi setelah aku melihat CCTV yang terpasang didalam kamarku, ternyata aku yang memulainya.

Oh, Kim Taehyung! Kau sungguh bodoh saat itu, kau lepas kendali. Kenapa juga harus pulang kerumah saat dalam keadaan mabuk?

Gara-gara kelepasanmu itu dia menjadi hamil, dan itu sangat fatal.

Aku sempat syok saat tahu kehamilannya, karna itu akan membuatku dan dirinya semakin terikat.

Dan beruntungnya karna aku memiliki otak yang ber IQ tinggi, aku memfitnahnya lagi.

Aku mengatakan itu adalah anak Jungkook, karna saat menemuiku kebetulan dia datang bersama dengan Jungkook, dan kebetulan juga dirumah sedang ada orangtuaku, dan yang menjadi point nya adalah waktu saat ia ku usir, ia tinggal dirumah Jungkook.

Kesempatan bagus bukan untuk memfitnahnya?

Maaf Jungkook, aku harus mengorbankan persahabatan kita.

Dan semuanya berakhir di pengadilan. Aku akan bercerai dengan Sinb sampai dia sudah melahirkan nanti.

Akhirnya dia menyerah juga.

Andai aku bisa mengatur waktu, maka saat ini aku akan mengatur ke 9 bulan kemudian, andai saja aku bisa.

/ting... nong... ting... nong...

Aku berdecak kesal saat ada yang menekan bel rumahku.

Itu pasti ibuku, ia tadi malam sempat menelponku memberitahukan hari ini akan berkunjung kerumahku.

"Eomㅡma... Kau? Mau apalagi?!" ucapku tajam melihat kehadiran Sinb.

"Baㅡbagaimana kabarmu?" tanyanya kikuk.

Aku memutar bola mataku malas, rasanya aku ingin muntah melihat wajahnya itu.

"Sangat-sangat baik." jawabku seraya tersenyum selebar mungkin.

"Ah ㅡbegitu? Kau kelihatannya sangat senang sekali ya? Baru pertama ini aku melihatnya."

"Tentu saja! Aku sangat senang karna sebentar lagi akan terbebas dari pernikahan gila ini!"

"Sebaiknya kau pergi, jangan merusak mood ku akan kehadiranmu itu!"

"Tunggu..."

"Sebenarnya aku ke sini hanya ingin mengatakan..." ku lihat Sinb mulai mengusap perutnya yang berisi itu. "Ini adalah anakmu, sungguh. Aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Jungkook."

Mau kau punya hubungan atau tidak, memang nya aku perduli?

"Terus?"

"Ini anakmu..." lirihnya.

"Aku tahu kau sangat membenciku, tapi jangan pernah membenci bayi ini."

"Dia tidak tahu apa-apa, Taehyung."

"Dia bukan anakku!" seruku, lalu beranjak masuk, menutup pintu sekeras mungkin.

BRAKK

Aku mengatur nafasku yang mengebu-ngebu.

Ada apa dengan diriku?

Setiap Sinb menyebutkan bayi itu tiba-tiba ada desiran aneh di tubuhku?

/ting... nong...

"MAU APA lagi!? eh ㅡ eomma?"  hampir saja aku meneriaki ibuku.

"Taehyung, ada apa?" tanya ibuku menatapku heran.

Aku menggeleng pelan. "Tidak apa-apa."

"Tadi eomma berpapasan dengan Sinb didepan, ada urusan apa dia kemari?"

"Biasa, minta rujuk."

"Astaga, benar-benar tidak tahu malu!"

"Eomma masih tidak menyangka dengan Sinb."

"Sudahlah eomma. Jangan membahas orang yang sudah berhianat." ucapku lalu membawa ibuku menuju ruang tamu.

"Appa tidak ikut?" tanyaku kemudian saat menyadari ada yang kurang.

"Appa mu sedang sibuk."

Sibuk, selalu saja sibuk.

"Oh begitu."

"Sebenarnya ada yang ingin eomma beritahukan."

"Apa eomma?" tanyaku sedikit penasaran.

"Setelah kau bercerai dengan Sinbㅡ"

"Tunggu dulu!" potongku, aku menatap ibuku dengan serius.

"Jangan bilang kalian akan menjodohkanku lagi?!" tajamku.

Ibuku hanya tertawa kecil. "Kalian kenalan dulu, nanti kalau sudah dekat kalian menikah."

Aku membulatkan mataku. Menikah?

Tidak, tidak. Aku tidak akan mau.

Cukup sudah!

"Taehyung, kau maukan menikah dengan Yerin?"

TBC

Nahkan nahkan😂

...

Hope🙏 Give me Vote and Comment.

Thankyouu and Seeyou💜

I'm Sorry ; Kim Taehyung ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang