TANIA 48

44 4 0
                                    

EPISODE 48

Tania cuba untuk bangun, dadanya masih lagi sakit. Leo membantunya untuk duduk. Tania memegang dadanya, dia cuba untuk bertenang dan berfikiran waras. Nafasnya masih lagi turun naik tidak sekata.

" Are you feeling any better now ? ," tanya Shizuma kepadanya.

Tania hanya mengangguk.

Namun tubuhnya masih lemah dan dia hampir rebah semula. Shizuma pantas menerpa ke arahnya dan duduk disebelahnya, dia memeluk bahu Tania. Spontan Tania merebahkan kepalanya pada bahu bidang milik Shizuma, peluh dingin mula merenik di dahinya. Dia masih lagi memegang dadanya.

" Can I meet this patient guardian," tanya doktor yang merawat Tania tadinya.

" I'm ..!," Kata Shadow, Shizuma, Leo, Tommy, Encik Michael dan Mirae serentak. Mereka saling berpandangan. Doktor yang merawat Tania juga ikut keliru.

" Leo go, " kata Shadow mengarahkan nya untuk berjumpa doktor tersebut. Leo mengangguk faham seterusnya mengekori doktor tersebut. Shadow berpaling ke arah Tania setelah doktor dan jururawat di situ pergi.

" Tania ! I know you mad at me. I know you sad because Mark is death. But for risking your life like that and almost died, that's dangerous !!. It's not easy to live half of you. You think I'm not doing my best to protect him ?! You're wrong, do you think it's easy for me live in your sadness ?! Its not easy Tania!! because I know how it feel and I dont want to feel it. I'm trying my best. But fate didn't work on our side, we are not God, we cannot predict and decide his death, " kata Shadow kepadanya.

Air mata Tania jatuh semula mengalir membasahi pipinya. Helaian rambut yang menutupi matanya dibiarkan sahaja. Tania hanya mendiamkan diri. Tania kemudiannya terbatuk semula , darah mengalir keluar dari sudut bibirnya.

"And here you go again !! The only thing you care about is hating ! Getting angry! Angry ! Angry! ," marah shadow lagi, kesal dengan sikap panas baran Tania.

" I'm not angry !! I'm in pain !! And you put me here! The person who supposed to love me more than anything!!," Luah Tania sambil memandang tepat ke mata Shadow dengan pandangan berkaca. Air matanya mengalir laju membasahi pipinya.

Shadow terdiam, memandang tepat ke mata Tania. Pedih. Ya hatinya terasa tergores melihat Tania menangis begitu. Dia menghampiri Tania lalu memeluk erat tubuh gadis itu. Tania membalas pelukan Shadow dan menagis teresak-esak. Shadow mengusap lembut rambutnya.

" Do I have to tell you everytime. You are my one and only, my prescious girl.," Bisik Shadow ke telinganya. Tania menggenggam erat baju Shadow. Kepalanya disembamkan pada dada Shadow. Tania menangis semahu-mahunya. Dia letih, terlalu letih sedang dia melawan arus dunia.

 TANIAWhere stories live. Discover now