Transfer 25 [Memories of Secret: The beginning of Everything] rev.

5.6K 374 20
                                    

Keesokan harinya Ruko, Chiaki dan Flamia pergi menuju ke rumah Mea. Meskipun harapan mereka terlalu kecil untuk menemukan Kuro, tapi mereka sudah hampir putus asa karena tak menemukan satupun petunjuk mengenai keberadaan suami mereka yang tercinta. Dengan sedikit harapan yang tersisa, mereka mungkin akan menemukan suatu petunjuk jika menemui Mea.

Mereka harus berlomba dengan waktu karena keadaan Kuro setiap hari akan semakin parah dan lemah. Tapi dari semua itu, mungkin lebih tepat jika Kuro semakin berbahaya.

"Ini alamatnya. Kita sudah sampai."

Ketiganya sampai di depan apartemen 10 lantai.

Kehadiran mereka bertiga cukup menarik banyak perhatian karena 3 gadis cantik berkumpul dan berjalan bersama.

"Rumah Mea ada di salah satu ruangan bangunan ini? Hmm.. sekilas ini mirip penginapan Treeho di Alfheim."

"Penginapan itu sebenarnya memakai konsep yang sama. Daripada membangun bangunan yang luas, lebih baik membangun satu tempat yang tinggi. Ha ha... kurasa itulah yang dinamakan modernisasi."

"Sudahlah, jangan membicarakan hal yang tak penting. Kita kesini untuk menemui Mea-chan."

"..Tch..."

Chiaki menunjukkan wajah kesalnya. Dia masih belum menerima kenyataan bahwa Mea menjadi salah satu dari mereka.

Ruko juga sama, tapi dia lebih terbuka dan ingin memberikan kesempatan kepada Mea. Dia sadar mereka tak bisa merubah apa yang telah terjadi di antara Kuro dan Mea.

Sedangkan untuk Flamia, dialah yang paling mudah menerima kenyataan. Mungkin karena dia bodoh atau dia punya alasan tersendiri kenapa bisa melakukannya.

Ketiganya akhirnya masuk dan naik menggunakan lift. Setelah sampai di lantai 9 mereka keluar dan mencari kamar nomor 113. Mereka tak butuh waktu lama untuk menemukannya.

"...Chihaya. Kupikir disini."

Tanpa ragu Flamia mengetuk pintu. Setelah beberapa saat, mereka mendengar suara langkah kaki mendekat.

Pintupun terbuka dan yang menyambut mereka adalah sosok yang tak mereka kenal.

"Flamia-sama!!"

"Eh?"

Gadis yang menyambut mereka kegirangan karena tak menyangka Flamia akan menjadi tamu mereka.

"Flamia-sama kenapa kau kemari? Uh siapa mereka yang bersamamu?"

"Mereka sahabat baikku, Ruko dan Chiaki. Kalau tak salah kau.. Chiyo?"

"Benar. Benar sekali. Aku tak menyangka kau masih ingat denganku."

Air mata menetes dari kedua matanya karena kegirangan.

Chiaki dan Ruko saling melirik karena mempunyai pemikiran yang sama tentang gadis yang bernama Chiyo itu.

"Mari silahkan masuk. Akan kubuatkan teh."

Ketiganya memasuki rumah Mea dengan tatapan penasaran.

Mereka sedikit melihat lihat. Rumah dengan kesan biasa saja dapat mereka rasakan.

Ketiganya duduk di ruang tamu, sedangkan Chiyo di dapur sedang membuat teh.

"Maaf membuat kalian menunggu. Silahkan mencoba teh buatanku."

Setelah memberikan teh, Chiyo duduk di kursi dekat Flamia. Dia tersenyum dengan bahagia. Dia seolah penggemar fanatik.

"Terima kasih, Chiyo-chan."

Ruko dan Chiaki masih belum banyak bicara. Bagi keduanya Chiyo bukanlah orang yang terlalu penting.

Hal ini tampaknya juga berlaku kepada Chiyo yang tak terlalu peduli dengan keduanya.

Celestial Soul Online [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang